Salam

Rohingya Menjadi Masalah Bagi Aceh

DPRA mendesak pihak berwenang menginvestigasi latar belakang terdamparnya para imigran Rohingya secara berulang-ulang di Aceh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Komisi I DPRA Iskandar Usman Al Farlaky SHi MSi 

Mereka yang dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penyelundupan manusia itu adalah tiga warga Aceh dan satu warga Rohingya yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Artinya memang menunjukkan adanya sindikat yang mengoordinir Aperjalanan@ pengungsi itu dar Myanmar atau atau dari Bangladesh hingga ke Aceh.

Bahkan, dalam setiap rombongan selalu ada satu atau dua orang yang bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Melayu.

Alasannya selalu boat risak, BBM habis, dan merela sudah tak makan selama satu bulan di laut.

Jadi, bahasanya selalu begitu.

Yang menjadi pertanyaan lagi, siapa yang secara terus-menerus menyediakan boat kepada pengngfsi Rohingya? Jadi, seperti harapan Komisi 1 DPRA, kita menginginkan IOM dan UNHCR bukan hanya mengurus warga Rohingya yang sudah mendarat di Aceh, tapi juga mengurus bagaimana semua warga Rohingya mendapat penampungan yang layak dengan status yang jelas pula baik di Mayamar, Bangladesh, maupun di negara-negara lainnya.

Nah?

Baca juga: 39 Orang Imigran Rohingya Harus Diinfus

Baca juga: DPRA Curiga Ada Sindikat Dibalik Terdamparnya Imigran Rohingya, Perlu Dilakukan Investigasi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved