Senin, 8 Juni 2026

Citizen Reporter

Menelisik Permasalahan Air di Komunitas Muslim Thailand

Laporan mahasiswa menjalani program Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok, Thailand

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
IRVAN ZULFIERI, Mahasiwa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Bangkok, Thailand 

OLEH IRVAN ZULFIERI, Mahasiwa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Bangkok, Thailand

Air merupakan komoditas penting bagi kehidupan manusia.

Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa air sehingga permasalahan yang terjadi terkait dengan air akan menjadi masalah besar bagi setiap komunitas, tidak hanya di wilayah kita, Aceh, tetapi juga di sebuah komunitas muslim Lam Mod Tanoi, di Thailand.

Hal itu sesuai dengan laporan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry yang menjalani program Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok, Thailand.

Secara singkat, program yang dijalankan oleh pihak UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan International Institute of Peace and Development Studies (IIPDS) ini mengirim enam mahasiswa dan satu supervisor ke wilayah Distrik Nong Chok, lebih khususnya ke enam komunitas, yaitu Canal Community, Lam Mod Tanoi Community, Lam Sai Community, Lam Park Shi Community, Sheikhul Islam Community, dan Thammasat Community.

Tujuan dari program ini adalah memperkenalkan komunitas international kepada mahasiswa, termasuk permasalahan yang mereka hadapi serta penyelesaiannya.

Setelah mengunjungi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, mahasiswa menemukan banyak permasalahan yang terjadi, salah satu masalah yang disaksikan langsung oleh mahasiswa adalah permasalahan air bersih di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok.

Lam Mod Tanoi adalah salah satu komunitas masyarakat muslim yang terdapat di Distrik Nong Chok, Thailand.

Jika kita biasa mendengar masyarakat muslim di Thailand berasal dari Thailand Selatan yang berbatasan dengan Malaysia, seperti Narathiwat dan Pattani, Lam Mod Tanoi ini justru berada di Thailand bagian tengah.

Menurut laporan mahasiswa UIN Ar-raniry yang melakukan kegiatan KPM di sini, mereka dengan mudah menemukan masjid di wilayah Nong Chok ini.

Nama-nama penduduknya juga sangat islami, seperti Abdul Karim, Fatimah atau Nuruddin, dan mudahnya menemukan wanita berbusana muslimah di sini, seperti layaknya di Aceh.

Menurut laporan sejarah, komunitas muslim di wilayah ini sudah ada sejak masa Raja Chulalongkorn.

Baca juga: Sheikhul Islam, Organisasi yang Mewadahi Muslim Thailand

Baca juga: Muslim Thailand Desak Pemerintah Tetapkan Hari Jumat Sebagai Hari Besar Umat Islam & Libur Nasional

Mereka merupakan pendudukan muslim yang bermigrasi dari wilayah selatan Thailand.

Saat ini, terdapat 75 persen masyarakat muslim dan 25 persen masyarakat beragama Budfha di wilayah tersebut.

Distrik Nong Chok ini berada di Provinsi Pathum Tani, tempat di mana salah satu klub sepak bola papan atas Thailand, BG Phatum FC, berasal.

Juga tempat Ikhsan Fandi, pemain Singapura bermain.

Jika Anda ada menonton semifinal Piala AFF Tahun 2020 antara Indonesia melawan Singapura, mungkin ada yang mengenal pencetak gol Singapura waktu itu, yaitu Ikhsan Fandi.

Provinsi Pathum Tani termasuk bagian dari kota Bangkok, terutama Distrik Nong Chok merupakan bagian wilayah dari ibu kota Thailand, Bangkok.

Meskipun bagian dari kota, sebagian besar masyarakat di provinsi ini berprofesi sebagai petani, nelayan, dan peternak.

Meskipun berada dekat dengan kota, wilayah ini juga mengalami permasalahan air bersih, terutama di Lam Mod Tanoi Community.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry mengunjungi komunitas Lam Mod Tanoi ini dan menemukan penyebab permasalahan air bersih ini.

Permasalahan air bersih di Lam Mod Tanoi ini disebabkan oleh banyak hal, yang pertama adalah karena wilayah ini berada di daerah rawa atau berdataran rendah, sesuai dengan nama distriknya Nong Chok yang dalam bahasa Indonesia berarti Selada Air, artinya banyak genangan-genangan air di wilayah ini.

Daerah rawa menyebabkan mudahnya bagi air hujan untuk tergenang dan menyebabkan banjir.

Baca juga: Lamsai Community, Komunitas Masyarakat Ternama di Thailand

Menurut keterangan warga, hampir setiap tahun wilayah ini mengalami bencana banjir, bahkan telah dideklarasikan sebagai wilayah zona bencana akibat seringnya terjadi banjir.

Banjir ini menyebabkan permasalahan air bersih saat banyak sampah terbawa arus air hujan ke wilayah Lam Mod Tanoi ini, sampah warga yang mengendap tersebut menyebabkan air yang tersedia menjadi kotor dan bau sehingga masyarakat tidak dapat memanfaatkannya sebagai sumber air bersih.

Artinya, meskipun jumlah air banyak, tetapi tetap tidak bisa digunakan karena kotor.

Pemerintah membangun waduk-waduk kecil untuk menampung air banjir.

Waduk-waduk tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk sarana irigasi pertanian dan peternakan dan sangat membantu masyarakat, terbukti wilayah ini menjadi salah satu wilayah di Thailand sebagai penghasil sayuran, buah-buahan, padi, dan produk-produk sejenisnya.

Waduk-waduk yang dibangun tersebut sebagiannya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih, tetapi sebagian yang lain hanya bisa dimanfaatkan untuk sarana irigasi pertanian dan peternakan.

Oleh karena itu, beberapa wilayah tetap mengalami kelangkaan air bersih.

Salah satu sumber air yang sering dimanfaatkan oleh warga adalah sungai.

Wilayah Distrik Nong Chok memiliki banyak aliran air yang dimanfaatkan oleh warga untuk irigasi sebagai penunjang mata pencaharian masyarakat mengairi kebun-kebun warga.

Meskipun terdapat sungai di wilayah tersebut, masyarakat juga jarang memanfaatkan sungai tersebut untuk mencuci baju, memasak, atau bahkan mandi.

Masyarakat lebih banyak memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk budi daya kangkung dan mencari ikan.

Hal ini disebabkan oleh kotornya kondisi sungai sehingga air di sana tidak layak untuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu solusi yang seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat adalah dengan membeli air bersih yang disediakan oleh pemerintah, seperti air bersih yang disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM di Indonesia.

Baca juga: Lammod Ta Noi, Komunitas Mayoritas Muslim di Thailand

Namun, sebagian besar masyarakat di Lam Mod Tanoi Community adalah golongan masyarakat menengah ke bawah yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak.

Sulit bagi mereka jika harus membeli air setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan air harian.

Pemerintah menerapkan sistem pembayaran tarif bulanan untuk air bersih tersebut, jumlahnya mencapai 60 bath atau sekitar Rp27.000 per bulannya.

Meskipun pemerintah menyediakan air bersih tersebut, tetapi pemerintah tidak memberikan subsidi sehingga masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan kata lain, keadilan juga menjadi penyebab dari permasalahan air bersih di Lam Mod Tanoi karena sistem pemerintahan Thailand monarki, daerah Lam Mod Tanoi merupakan daerah yang kurang dilirik oleh pemerintah.

Berdasarkan laporan KPM mahasiswa UIN Ar-Raniry, fasilitas-fasilitas untuk kebutuhan air bersih di wilayah tersebut berbeda-beda, ada yang memiliki fasilitas yang memadai seperti irigasi waduk, ada yang tidak.

Padahal, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut bekerja sebagi petani dan peternak yang membutuhkan air.

Hal itu merupakan salah satu penyebab sulitnya menemukan air bersih.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry yang melakukan kegiatan KPM di wilayah tersebut memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak terkait untuk menyelesaikan masalah air bersih ini.

Rekomendasi pertama adalah pengadaan infrastruktur air bersih yang merata di berbagai sudut wilayah Distrik Nong Chok sehingga masyarakat yang hidup di area mana pun di distrik ini mendapatkan air bersih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pemberian rekomendasi tersebut merupakan bagian dari tujuan pelaksanaan KPM di wilayah tersebut sebagai bentuk tindak lanjut dari penelitian yang telah dilakukan. (ivan.zulfieri@gmail.com)

Baca juga: Sheikhul Islam, Organisasi yang Mewadahi Muslim Thailand

Baca juga: Politeknik Negeri Lhokseumawe Gelar ICOSINE-5 di KL, Diikuti dari Cina, Malaysia, Thailand dan Iran

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved