Breaking News:

12 Peristiwa Masa Lalu Akhirnya Diakui Negara Sebagai Pelanggaran HAM Berat, 3 Tragedi Ada di Aceh!

"Saya sebagai kepala negara Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa,” katanya.

Editor: Agus Ramadhan
TANGKAP LAYAR VIDEO PIDATO PRESIDEN JOKOWI/SEKRETARIAT KABINET
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail.

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Lebih dari 20 tahun lamanya, akhirnya negara mengakui peristiwa masa lalu sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Indonesia.

Ada 12 peristiwa masa lalu yang diakui oleh negara sebagai pelanggaran HAM berat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui secara resmi terjadinya berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu.

Presiden mengakui adanya pelanggaran HAM setelah menerima laporan akhir Tim Pelaksana Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Masa Lalu (PPHAM) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (11/1/2023).

“Saya telah membaca dengan seksama laporan dari Tim Pelaksana Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat yang dibentuk berdasarkan keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2022,” katanya.

“Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus saya sebagai kepala negara Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa,” katanya.

Baca juga: Jokowi Sangat Menyesalkan 12 Peristiwa Pelanggaran HAM Berat Terjadi di Masa Lalu, Berikut Daftarnya

Sebelumnya negara belum pernah mengakui adanya pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Presiden sangat menyesalkan terjadinya peristiwa pelanggaran HAM yang berat tersebut.

Peristiwa yang diakui sebagai pelanggaran HAM Berat di antaranya yakni:

1). Peristiwa 1965-1966,
2). Peristiwa Penembakan Misterius 1982-1985,
3). Peristiwa Talangsari, Lampung 1989,
4). Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis, Aceh 1989,
5). Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa 1997-1998,
6). Peristiwa Kerusuhan Mei 1998,
7). Peristiwa Trisakti dan Semanggi I - II 1998-1999,
8). Peristiwa Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999,
9). Peristiwa Simpang KKA, Aceh 1999,
10). Peristiwa Wasior, Papua 2001-2002,
11). Peristiwa Wamena, Papua 2003, dan
12). Peristiwa Jambo Keupok, Aceh 2003.

Presiden menaruh simpati dan empati yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban peristiwa tersebut.

Sebelumnya pada 29 Desember 2022, Tim Pelaksana Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Masa Lalu (PPHAM) yang dipimpin Makarim Wibisono menyarankan Presiden Joko Widodo mengakui secara resmi terjadinya berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu.

Dalam laporan akhir dan rekomendasi yang telah diserahkannya kepada Menko Polhukam RI Mahfud MD, kata Makarim, ada dua hal penting.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved