Internasional
Video Berdurasi 90 Detik Rekam Kecelakaan Pesawat Yeti, Co-Pilot Bernasib Sama Dengan Sang Suami
Rekaman video smartphone berdurasi 90 detik penumpang pesawat bernama Sonu Jaiswal dimulai dengan pesawat Yeti Airlines mendekati landasan.
SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Rekaman video smartphone berdurasi 90 detik penumpang pesawat bernama Sonu Jaiswal dimulai dengan pesawat Yeti Airlines mendekati landasan.
Pesawat terbang di atas bangunan dan lapangan hijau di atas Pokhara, sebuah kota Nepal di kaki pegunungan Himalaya.
Dilansir AFP, Selasa (17/01/2023) awalnya, semuanya tampak normal saat streaming langsung Jaiswal di Facebook.
Dia sempat beralih dari pemandangan indah yang terlihat dari jendela pesawat ke sesama penumpang yang tertawa.
Akhirnya, Jaiswal yang mengenakan sweter kuning mengalihkan kamera ke dirinya sendiri dan tersenyum.
Lalu itu terjadi.
Pesawat tiba-tiba tampak membelok ke kiri saat smartphone Jaiswal secara singkat menangkap tangisan penumpang.

Baca juga: Penyebab Pesawat Yeti Jatuh Dalam Cuaca Cerah Masih Dalam Penyelidikan, Kesalahan Manusia Atau Mesin
Dalam beberapa detik, rekaman itu menjadi goyah dan merekam suara mesin yang melengking.
Menjelang akhir video, api besar dan asap memenuhi kabin pesawat.
Penerbangan Yeti Airlines dari Kathmandu yang jatuh ke ngarai pada Minggu (15/01/2022) menewaskan 72 orang di dalamnya.
Pesawat dipiloti bersama Anju Khatiwada, yang telah menjalani pelatihan pilot selama bertahun-tahun di Amerika Serikat.
Setelah suaminya meninggal dalam kecelakaan pesawat tahun 2006 saat terbang untuk maskapai yang sama.
Rekan-rekannya menggambarkan dia sebagai pilot terampil yang sangat termotivasi.
Kematian Khatiwada (44)dan Jaiswal (25) telah menjadi bagian dari pola mematikan di Nepal.
Baca juga: Tim Penyelamat Pesawat Yeti Terus Berusaha Mencari Penumpang Hilang, 70 Mayat Telah Ditemukan
Sebuah negara yang telah mengalami serangkaian kecelakaan udara selama bertahun-tahun, sebagian karena medan yang sulit, cuaca buruk, dan armada yang menua .
Pada Selasa (17/01/2023), pihak berwenang mulai mengembalikan beberapa jenazah yang teridentifikasi kepada anggota keluarga.
Ditambahkan, mereka juga mengirim perekam data pesawat ATR 72-500 ke Prancis untuk dianalisis untuk menentukan apa yang menyebabkan kecelakaan itu.
Di kota Ghazipur di India, hampir 430 kilometer selatan lokasi kecelakaan di Nepal, keluarga Jaiswal bingung dan masih menunggu untuk mengidentifikasi jenazahnya.
Ayahnya, Rajendra Prasad Jaiswal, naik mobil ke Kathmandu pada Senin (16/01/2023) malam dan tiba di ibu kota Nepal pada Selasa (17/01/2023) malam.
“Ini penantian yang berat,” kata kakak Jaiswal, Deepak Jaiswal.
Berita tentang pesawat Jaiswal yang jatuh di Pokhara sampai ke rumahnya beberapa menit setelah kecelakaan itu.
"Saluran berita menyiarkan gambar-gambar reruntuhan pesawat yang hancur, masih terbakar dan mengepulkan asap abu-abu tebal," kata Deepak.
Baca juga: Pesawat Yeti Airlines Meledak di Nepal, Pejabat Lokal: Semuanya Tewas, Kotak Hitam Ditemukan
Tetap saja, keluarga tidak mau mempercayai berita tersebut, berharap untuk kelangsungan hidupnya.
Namun, pada Minggu (15/01/2023) malam, semuanya menjadi jelas.
Deepak, yang mengonfirmasi keaslian siaran langsung Jaiswal kepada The Associated Press, termasuk orang pertama di keluarganya yang menonton video yang kemudian menjadi viral di internet.
“Kami tidak dapat mempercayai berita itu sampai kami melihat videonya,” katanya.
“Itu sangat menyakitkan,” tambahnya.
Jaiswal, ayah dari tiga anak, bekerja di toko minuman keras lokal di desa Alawalpur Afga di distrik Ghazipur negara bagian Uttar Pradesh, India.
Deepak mengatakan saudaranya pergi ke Kathmandu untuk mengunjungi kuil Pashupatinath.
Sebuah kuil Hindu yang didedikasikan untuk dewa Siwa dan berdoa untuk seorang putra, sebelum berangkat ke Pokhara untuk jalan-jalan bersama tiga teman lainnya.
“Dia bukan hanya saudara laki-laki saya,” kata Deepak.
“Saya telah kehilangan seorang teman dalam dirinya," tambahnya.
Baca juga: Sisa-Sisa Jasad Penumpang Pesawat Yeti Berhasil Dievakuasi Dari Ngarai Sedalam 300 Meter
Tragedi itu sangat terasa di Nepal, di mana 53 penumpangnya merupakan penduduk setempat.
Ratusan kerabat dan teman para korban saling menghibur di rumah sakit setempat.
Keluarga dari beberapa korban yang jenazahnya telah diidentifikasi menyiapkan pemakaman untuk orang yang mereka cintai.
Rekan kopilot Khatiwada, bagaimanapun, masih tidak percaya.
“Dia pilot yang sangat bagus dan sangat berpengalaman,” kata juru bicara Yeti Airlines Pemba Sherpa tentang Khatiwada.
Khatiwada mulai terbang untuk Yeti Airlines pada tahun 2020, empat tahun setelah suaminya, Dipak Pokhrel, meninggal dalam kecelakaan.
Dia menerbangkan pesawat DHC-6 Twin Otter 300 untuk maskapai yang sama ketika jatuh di distrik Jumla Nepal dan terbakar, menewaskan sembilan orang di dalamnya.
Khatiwada kemudian menikah lagi.
Sherpa mengatakan Khatiwada pilot terampil dengan sifat ramah dan naik pangkat menjadi kapten setelah terbang ribuan jam sejak bergabung dengan maskapai itu pada 2010.
“Kami telah kehilangan yang terbaik,” kata Sherpa.(*)
Agni-V Meluncur! Perlombaan Rudal India dan Pakistan Memanas, India Kirim Sinyal Keras ke China? |
![]() |
---|
Satria Kumbara Meringis Kesakitan, TNI Tegaskan Tak Lagi Bertanggung Jawab Kepada Pengkhianat Negara |
![]() |
---|
The Fed Siap Tekan Suku Bunga, Wall Street Bergairah, Trump Ngamuk Lagi? |
![]() |
---|
Korea Selatan Hujani Peluru Peringatan, Tentara Korut Kabur dari Perbatasan! |
![]() |
---|
Misteri Kematian Zara Qairina: Sidang Penentuan Pemeriksaan Digelar Hari Ini, 195 Saksi Diperiksa! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.