Berita Pidie
Kabur dari Penampungan di Padang Tiji, 2 Pria Pengungsi Rohingya Diamankan, 2 Wanita belum Ditemukan
Untuk wanita pengungsi Rohingya yang kabur itu masih berusia 13 tahun dan belum ditemukan. Sedangkan yang laki-laki sempat kabur, tapi sudah berhasil
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
Untuk wanita pengungsi Rohingya yang kabur itu masih berusia 13 tahun dan belum ditemukan. Sedangkan yang laki-laki sempat kabur, tapi sudah berhasil diamankan.
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Empat pengungsi Rohingya kabur dari penampungan sementara di Panti Asuhan Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji, Pidie.
Data diperoleh Serambinews.com, Jumat (20/1/2022), empat Rohingya yang kabur itu masing-masing dua laki-laki dan wanita.
Untuk wanita pengungsi Rohingya yang kabur itu masih berusia 13 tahun dan belum ditemukan. Sedangkan yang laki-laki sempat kabur, tapi sudah berhasil diamankan.
"Empat Rohingya kabur, dua berhasil diamankan warga di pinggir jalan Banda Aceh-Medan, dekat Darul Aitam, Kecamatan Padang Tiji, Kamis, 19 Januari 2023 sekira pukul 09.00 WIB," kata Zulkifli alias Apa Don, tokoh masyarakat Gampong Kupula Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, kepada Serambinews com, Jumat (20/1/2023).
Menurutnya, kedua pria Rohingya itu sempat kabur melalui areal persawahan hingga akhirnya diamankan warga dan keduanya tidak memberikan perlawanan saat diamankan.
Baca juga: Curhat ke Kapolres, Warga Padang Tiji Minta Rohingya Dipindahkan
"Warga langsung melaporkan kepada pihak keamanan penampungan sementara Mina Raya, Kecamatan Padang Tiji, sehingga pihak keamanan penampungan Rohingya menjemput kedua manusia perahu tersebut," ujarnya.
Kemudian pada Kamis (19/1/2023) sore, saat petugas mengecek absensi pengungsi Rohingya, ternyata ada dua wanita di antara mereka yang telah kabur dan hingga kini mereka belum ditemukan.
"Kita tidak mengetahui keempat Rohingya itu kabur. Tapi, informasi yang kita peroleh, bahwa Rohingya kabur dengan memanjat pagar pengamanan kompleks Mina Raya yang terletak di pinggir jalan nasional," kata Apa Don.
Ia mengungkapkan, dirinya bersama warga telah menemui petugas Internasional Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) di lokasi penampungan sementara Rohingya di Padang Tiji.
Kedatangan warga itu untuk menyampaikan bahwa pengungsi Rohingya itu harus dipindah dari Padang Tiji. Sebab, dengan sering kaburnya Rohingya sangat tidak nyaman lagi bagi masyarakat Gampong Leun Tanjong dan sekitarnya.
"Secara kemanusiaan, kami warga Padang Tiji telah membantu Rohingya yang tinggal di tempat kami hampir satu bulan. Tapi, seiring kaburnya Rohingya menyebabkan warga tidak nyaman lagi.
Sebab, tak ada yang bisa menjamin mereka tak melakukan tindakan kriminal saat kabur," pungkasnya. (*)
Baca juga: Keren, Kapolres Lhokseumawe Tumpangi Boat ke Tengah Laut, Dengar Keluhan Nelayan Dalam Jumat Curhat
Jaksa Periksa Puluhan Kepala Sekolah di Pidie |
![]() |
---|
Kasus ASN di Pidie Diduga Predator Anak di Bawah Umur, Polisi Periksa Lima Saksi |
![]() |
---|
Ketika Kapolres Pidie dan Istri Masak Kuliner Mi Suree di Ujong Pie Laweung |
![]() |
---|
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Eks PNPM di Pidie Rp2,4 Miliar, Dikelola Sejak 2015 Hingga 2020 |
![]() |
---|
Murid SD 1 Sigli Dipangku Bunda PAUD Saat Diimunisasi, Dinkes Sebut Cakupan Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.