Kamis, 23 April 2026

Bangsamoro

Profil Haji Murad Ibrahim, Ketua Menteri Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao

BARMM berdiri secara resmi pada tanggal 21 Januari 2019, seiring dengan disahkannya Undang-undang Hukum Organik Bangsamoro

Penulis: Sara Masroni | Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/AHMET FURKAN MERCAN
Pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Haji Murad Ibrahim berbicara kepada media menjelang referendum, di Sultan Kudarat, Filipina, Minggu (20/1/2019). 

Sejak itu, Murad Ibrahim ditunjuk sebagai Ketua Menteri Sementara BARMM yang hingga kini masih menjalani masa transisi.

Baca juga: Bangsamoro Peringati Ulang Tahun ke-4, Ratusan Pemuda Terima Tunjangan Program Magang

Baca juga: Ratusan Ribu Muslim Filipina Konvoi, Minta Duterte Perpanjang Masa Transisi Pemerintahan Bangsamoro

Jalan yang tak Mudah

Memberikan sambutan pada perayaan 4 tahun berdirinya Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) pada hari Sabtu, 21 Januari 2023, Ketua Menteri BARMM Murad Ebrahim meyakinkan bahwa saat ini wilayah Mindanao yang berada di bawah BARMM “menuju ke arah yang benar”.

“Yakinlah bahwa kami akan terus mencurahkan, seperti yang selalu kami lakukan, apa pun yang tersisa dari waktu kami di sini di Dunya untuk Bangsamoro,” kata Ebrahim.

Dia menekankan dalam 'Laporan ke Bangsamoro' bahwa sebelum penetapan wilayah tersebut, “rakyat kami harus melalui begitu banyak rasa sakit dan penderitaan. Kami harus menjalani kehidupan yang penuh dengan kekerasan fisik dan struktural.”

Menengok ke belakang, Ibrahim mengatakan jalan menuju perdamaian tidak pernah mudah.

“Fakta bahwa kami harus bekerja sama dengan individu yang pernah kami anggap sebagai musuh membutuhkan tingkat komitmen, pemahaman, dan ketundukan tertinggi pada kehendak Allah SWT,” katanya.

“Hari ini, saat kita berkumpul untuk memperingati plebisit bersejarah itu – kita mengenang bukan hanya kemenangan ratifikasi, tetapi juga perjuangan kita, perjuangan Bangsamoro, dan menghormati mereka yang berkorban untuk mimpi ini,” kata Ebrahim.

Ketua Menteri Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM), Murad Ibrahim menyampaikan sambutan pada kegiatan peringatan HUT ke-4 Bangsamoro, di Cotabato City, Mindanao, tanggal 21 Januari 2023.
Ketua Menteri Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM), Murad Ibrahim menyampaikan sambutan pada kegiatan peringatan HUT ke-4 Bangsamoro, di Cotabato City, Mindanao, tanggal 21 Januari 2023. (bangsamoro.gov.ph)

Berbagi beberapa pencapaian besar BARMM, Ebrahim mengatakan bahwa untuk lebih mengapresiasi perkembangan kawasan dan arah keseluruhan adalah dengan melihat kembali pendahulunya – Daerah Otonomi di Muslim Mindanao (ARMM).

Namun, kata dia, perbandingan tersebut tidak berarti meremehkan ARMM atau melemahkan upaya pemerintahan sebelumnya.

“Perbandingan tersebut dimaksudkan untuk menentukan tolok ukur guna mengukur efektivitas kebijakan dan program yang kita laksanakan. Lagi pula, apa pun yang kurang dari ARMM tidak dapat diterima,” tegas Ibrahim.

Ketua Menteri mengakui bahwa Pemerintah Bangsamoro masih memiliki banyak tantangan tata kelola dan pembangunan yang harus diatasi.

“Kami telah menghadapi banyak tantangan bersama – dari perang dan konflik yang tampaknya tak berkesudahan, melalui perjuangan, pengorbanan, dan kemunduran, Bangsamoro telah dan akan selalu menang. In syaa Allah,” kata Ibrahim.

“Sesuai dengan tema, ‘Sama-Samang Pagtataguyod Sa Isang Mas Mapyapa At Mas Masaganang Bangsamoro,’ kita hanya bisa sukses jika kita bersatu,” imbuhnya.

Mengakhiri pidatonya, Ebrahim meminta rekan-rekan publik dan pegawai negeri untuk terus melayani Bangsamoro dengan hati yang murni dan niat yang tulus.

“Isantabi natin ang pansiriling interest at more not more, can bangsamoro muna (Mari kita kesampingkan kepentingan pribadi, utamakan kepentingan Bangsamoro,” tegas Ebrahim.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved