Breaking News:

Internasional

Mantam PM Terguling Pakistan, Imran Khan Yakin Akan Kembali Berkuasa dan Akan Mendukung Program IMF

Perdana Menteri Pakistan yang digulingkan Imran Khan merasa yakin akan kembali berkuasa tahun ini.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di kediamannya. Lahore 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan yang digulingkan Imran Khan merasa yakin akan kembali berkuasa tahun ini.

Jika berhasil, maka dia akan mendukung peran lanjutan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menopang ekonomi dan mencegah risiko gagal bayar utang yang meningkat.

Mantan bintang kriket, yang dicopot dari jabatannya dalam mosi tidak percaya tahun lalu, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan wartawan Bloomberg, Selasa (24/01/2023).

Dia berharap akan memenangkan mayoritas ketika Pemilu diadakan, kemungkinan setelah Agustus 2023.

Dia mengatakan sedang mempersiapkan rencana radikal untuk menopang ekonomi yang dia perkirakan akan berada dalam kondisi yang lebih buruk saat itu.

"Jika kita berkuasa, kita tidak akan punya banyak waktu," kata Khan yang berusia 70 tahun di kediamannya di Lahore.

Dia sedang memulihkan diri dari cedera kaki yang dideritanya saat dia ditembak saat protes pada November 2022.

Baca juga: Dituduh Korupsi dan Jual Hadiah Negara Senilai Rp 31 Miliar, Imran Khan Mantan PM Pakistan Melawan

Ditanya apakah rencananya akan melibatkan tetap dengan IMF, yang persetujuannya untuk pinjaman $6,5 miliar ke Pakistan telah mengalami banyak penundaan dia berkata: "Kami tidak punya pilihan sekarang."

Negara Asia Selatan itu meluncur sangat dekat dengan default utang dalam beberapa bulan terakhir ini.

Sehingga, mendorong imbal hasil obligasinya ke tingkat yang tertekan, karena pembayaran pinjaman IMF ditahan.
Pengganti Khan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, mewaspadai tuntutan dana tersebut, seperti menaikkan harga energi dan pajak.

Cadangan devisa Pakistan merosot setengahnya sejak Oktober 2022 dan sekarang tidak cukup untuk membayar impor selama satu bulan.

Negara ini juga masih belum pulih dari dampak bencana banjir tahun lalu, dan menderita inflasi yang melonjak.

“Kita harus membuat kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya di negara kita,” kata Khan.

"Kami takut situasi seperti Sri Lanka," katanya, mengacu pada default di tetangga regional Pakistan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved