3 Pekerja asal Sumut Meninggal dalam Tabrakan Grand Max Kontra Tronton di Simpang Mamplam
Akibat laga kambing itu, Gran Max rusak berat, sedangkan tronton hanya rusak pada palang depan.
Pada saat bersamaan, datang truk tronton yang dikemudikan Junius dan membawa seorang penumpang yaitu Dowes Bencin dari arah berlawananan. Sehingga tabrakan pun tak dapat dihindari.
Akibat tabrakan itu, sopir dan dua penumpang mobil pikap Gran Max mengalami luka berat dan kritis.
“Lalu, ketiga korban segera dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam untuk mendapat perawatan medis. Tapi, setibanya di sana mereka sudah meninggal dunia,” ujar Fachrul Razi didampingi Kanit Gakum Satlantas, Aipda Kamal Ramli.
Baca juga: Kisah Bayi Dibuang, Setelah 6 Tahun Kini Hidupnya Begitu Sempurna Setelah jadi Anak Angkat Bupati
Pekerja kabel
Ketiga korban yang meninggal dunia dalam tabrakan maut itu adalah bagian dari rombongan para pekerja galian kabel jaringan telekomunikasi yang akan bekerja di kawasan Pidie Jaya.
Informasi itu disampaikan Sariman (57), mandor pekerjaan tersebut saat berada di Puskesmas Simpang Mamplam.
Sariman menjelaskan, pada Rabu (1/2/2023) malam sekitar pukul 20.30 WIB, mereka berangkat dari Medan. Sebanyak 20 orang anggota rombongan itu berangkat menggunakan bus Anugerah dengan tujuan Sigli, Pidie.
Sedangkan tiga orang lainnya yaitu Ilham Syahputra Nasution, Kusnun, dan Sarifuddin Sitompul, berangkat dengan mobil Gran Max.
“Duluan kami berangkat dengan bus, kemudian mereka berangkat belakangan dengan mobil Gran Max,” ujarnya.
Dalam perjalanan atau setiba di kawasan tersebut, menurut Sariman, bus yang mereka tumpangi berhenti karena melihat ada mobil yang tabrakan.
Saat melihat kendaraan yang bertabrakan itu adalah rekan kerja mereka, kata Sariman, pekerja dalam bus langsung berteriak bahwa Gran Max itu adalah mobil rombongan mereka.
“Kami langsung turun. Setelah melihat secara dekat, memang benar kendaraan tersebut adalah mobil rombongan kami yang akan bekerja menggali tanah untuk tanam kabel salah satu jaringan telekomunikasi,” ungkap Sariman.
Setelah itu, tambahnya, sebagian anggota rombongan minta izin melanjutkan ke Pidie dengan bus dan beberapa lainnya tinggal di lokasi tabrakan dan kemudian berangkat ke puskemas untuk mendampingi tiga korban yang merupakan teman mereka.
“Musibah tersebut sudah kami disampaikan kepada keluarga korban di Medan dan mereka menunggu jenazah korban di sana,” pungkas Sariman.
“Lalu, ketiga korban segera dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam untuk mendapat perawatan medis. Tapi, setibanya di sana, mereka sudah meninggal dunia.”
Baca juga: Istri Sambo Ganti Pakaian Seksi saat Pembunuhan Brigadir Joshua di Duren Tiga Tuai Kontroversi
Rumah dan Balai Pengobatan di Aceh Besar Terbakar Saat Dini Hari, Dua Sepmor Juga ikut Dilalap Api |
![]() |
---|
Ini Rincian Formasi yang Diajukan Pemko Lhokseumawe untuk PPPK Paruh Waktu ke Kemenpan RB |
![]() |
---|
Harga Emas Hari Ini Melonjak Puluhan Ribu! Simak Daftar Harga Emas Antam per Gram 29 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Jakarta Kembali Memanas, Bentrok Polisi Vs Massa Pecah, Aparat Tembakkan Gas Air Mata |
![]() |
---|
Ribuan Driver Ojol Kepung Markas Brimob, Buntut Rekannya Tewas Dilindas Mobil Taktis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.