Kajian Islam

Begini Sejarah Hari Valentine Hingga Dilarang dalam Islam, Simak Juga Penjelasan UAS

Pemerintah Aceh melarang masyarakatnya untuk merayakan hari Valentine atau biasa yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang.

|
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
Youtube HAI GUYS OFFICIAL
Ustaz Abdul Somad 

Larangan tersebut tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani dengan tekenan basah oleh jajaran Forkopimda Plus Aceh Besar tertanggal 06 Februari 2023 M atau 15 Rajab 1444 H. 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Aceh melarang masyarakatnya untuk merayakan hari Valentine atau biasa yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang.

Larangan tersebut tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani dengan tekenan basah oleh jajaran Forkopimda Plus Aceh Besar tertanggal 06 Februari 2023 M atau 15 Rajab 1444 H. 

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar keluarkan seruan larangan keras semua elemen masyarakat di Aceh Besar dan ataupun warga yang bepergian ke wilayah Aceh Besar untuk merayakan Valentine Day atau lazim disebut sebagai hari kasih sayang
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar keluarkan seruan larangan keras semua elemen masyarakat di Aceh Besar dan ataupun warga yang bepergian ke wilayah Aceh Besar untuk merayakan Valentine Day atau lazim disebut sebagai hari kasih sayang (FOR SERAMBINEWS.COM)

Dalam seruan bersama Forkopimda Kabupaten Aceh Besar itu secara tegas, pada point empat disebutkan jika, merayakan valentine day adalah haram hukumnya.

Ternyata, Seruan Bersama itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya perayaan Hari Valentine.

Banyak orang yang beranggapan mengapa Aceh melarang warganya untuk merayakan Hari Valentine.

Baca juga: Promo Perayaan Valentine Day di Daftar Menu, Satpol PP Banda Aceh Tegur 2 Toko di Peunayong & Geuceu

Padahal, hari Valentine merupakan Hari Kasih Sayang. Saat Hari Valentine, tak sedikit orang yang mengungkapkan perasaannya, terutama kepada pasangan.

Ternyata, Aceh memiliki alasan khusus mengapa tidak memperbolehkan merayakan Hari Valentine. 

Adapun alasan tersebut karena kota yang berjuluk Serambi Mekkah ini telah memiliki keistimewaan Syariat Islam, sehingga pemerintahnya menegakkan Syariat Islam tersebut secara utuh, termasuk tidak merayakan Hari Valentine.

Perayaan Hari Valentine sendiri jelas jelas melanggar syariat Islam.

Tak jarang dalam perayaannya, banyak pasangan yang mengungkapkan rasa kasih sayangnya kepada yang bukan muhrim, atau bahkan dalam momen ini sering terjadi perzinahan.

Jauh sebelum ini, pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS ini juga sempat menyinggung soal perayaan Hari Valentine yang juga disebut sebagai Hari Zina Internasional.

Baca juga: Pasang Promosi Hari Valentine Day, Satpol PP Banda Aceh Tegur Pengelola 2 Toko di Kawasan Peunayong

Dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Dakwah Singkat Padat pada Senin, (13/2/2023), Ustaz Abdul Somad membeberkan sejarah valentine.

Adapun sejarah hari valentine yakni kematian Santo Valenine.

Santo merupakan pendeta yang membebaskan tentara karena tengah bercinta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved