KPK Tangkap Ayah Merin

MaTA Usul Ayah Merin Jadi Justice Collaborator Kasus Penerimaan Gratifikasi Proyek Dermaga Sabang

“Kami mendorong agar Izil Azhar menjadi justice collaborator, karena statusnya adalah perantara, dan bukan orang yang punya power...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Eddy Fitriadi
IST
Koordinator MaTA, Alfian menjadi pembicara pada diskusi bertajuk ‘Siapa yang akan menyusul ke KPK’ yang digagas Lembaga Aceh Resource Development (ARD) di Hotel Kyriad Muraya, Selasa (28/2/2023). MaTA Usul Ayah Merin Jadi Justice Collaborator Kasus Penerimaan Gratifikasi Proyek Dermaga Sabang. 

Ia menyatakan, korupsi merupakan suatu tindakan yang berbahaya bagi negara. Sebuah negara yang korupsinya merajalela akan collapse dan masyarakatnya tidak akan pernah sejahtera.

“Pemberantasan korupsi harus dilihat dari konteks kesejahteraaan. Masyarakat yang sejahtera akan muncul sebuah kondisi damai. Jika dilakukan pemberantasan pada tindakan korupsi maka akan dapat mewujudkan kesejahteraan dan dapat mempertahakan perdamaian Aceh,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas Hukum USK Dr Gaussyah dan Koordinator MPO Aceh Syakya Meirizal menilai bahwa selama ini kasus-kasus dugaan rasuah yang besar di Aceh diungkap ketika memasuki musim pemilu. Sehingga penangkapan elite sering kali dikaitkan dengan politik. 

“Beberapa kalangan berasumsi penangkapan Ayah Merin terkait kasus korupsi dermaga BPKS Sabang bersifat politis karena dia telah DPO selama lima tahun, walaupun beberapa masyarakat sering melihat Ayah Merin di warung kopi di Banda Aceh selama menjadi DPO,” ujar Syakya Meirizal.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved