Opini
Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan
Persiapan menyambut Ramadhan sangat penting dan perlu dilakukan, agar kita dapat kita dapat memanfaatkan dan menyukseskan Ramadhan kita dengan baik
Dr Muhammad Yusran Hadi Lc MA, Dosen Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh, dan anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara
TAK terasa kita berada pada sepuluh hari terakhir bulan Syaban. Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan suci Ramadhan. Maka sudah sepatutnya kita melakukan berbagai persiapan dalam rangka menyambut Ramadhan. Agar ibadah yang kita lakukan bisa maksimal dan mencapai target dengan baik.
Ibarat sosok tamu yang agung, kedatangan bulan Ramadhan disambut dengan perasaan gembira dan suka cita oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Karena, tamu ini membawa keberkahan dan pengampunan serta berbagai keutamaan lainnya. Setelah sekian lama berpisah, maka tamu yang agung ini ditunggu-tunggu dan dielu-elukan kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan kerinduan.
Sudah sepatutnya setiap muslim mempersiapkan diri menyambut kedatangan Ramadhan. Persiapan menyambut Ramadhan sangat penting dan perlu dilakukan, agar kita dapat kita dapat memanfaatkan dan menyukseskan Ramadhan kita dengan sebaik mungkin dengan beribadah yang maksimal.
Sebagaimana halnya ketika kita akan menghadapi suatu ujian atau pertandingan, maka tentu kita terlebih dahulu mempersiapkan diri, agar berhasil dalam ujian atau menang dalam pertandingan tersebut. Dalam suatu pertandingan, kita mempunyai target untuk menang. Maka memasuki bulan Ramadhan yang akan datang ini, kita memiliki target dan berusaha untuk meraih berbagai keutamaan Ramadhan.
Namun, bagaimana cara kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut bulan Ramadhan? Persiapan apa saja yang perlu kita lakukan dalam menyambut bulan yang agung ini? Maka, tulisan ini berusaha untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut dengan menjelaskan berbagai persiapan yang perlu kita lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan.
Persiapan fisik dan jiwa
Menurut penulis, untuk menyambut kedatangan Ramadhan, maka kita perlu melakukan berbagai persiapan baik dari segi fisik maupun jiwa, jasmani maupun rohani, dan materi maupun moril. Sehingga kita benar-benar siap dalam memanfaatkan dan menyukseskan Ramadhan yang akan datang ini.
Di antara persiapan menyambut datangnya Ramadhan yang penting dan perlu dilakukan yaitu: Pertama, mempelajari fiqhu ash-shiyaam (Fiqh puasa). Seorang muslim wajib mempelajari Fiqh ibadah sehari-harinya, termasuk puasa. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara berpuasa yang benar yaitu sesuai dengan petunjuk (sunnah) Rasul shallahu 'alaihi wa sallam. Dengan ilmu, maka suatu ibadah dapat dilakukan dengan cara yang benar sehingga diterima oleh Allah ta'ala.
Suatu ibadah jika dikerjakan tidak sesuai dengan petunjuk Rasul shallahu 'alaihi wa sallam maka tidak akan diterima oleh Allah ta'ala. Agar ibadah diterima Allah ta'ala, maka seseorang wajib beribadah sesuai dengan petunjuk Rasul shallahu 'alaihi wa sallam.
Persiapan ilmu ini wajib dilakukan oleh seorang muslim ketika memasuki bulan Ramadhan. Dengan mempelajari Fiqh puasa maka ia dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hukum puasa seperti rukun puasa, sunat atau adab puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan sebagainya. Maka, sudah sepatutnya menjelang kedatangan Ramadhan, seorang muslim memperbanyak membaca buku tentang puasa Ramadhan dan ibadah lainnya yang berkaitan dengan bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, itikaf dan tadarus Alquran.
Banyak keutamaan orang yang belajar agama, di antaranya: Pertama: Ditinggikan derajat di sisi Allah swt. Allah swt berfirman: “Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11). Kedua: Mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat. Rasulullah swt bersabda, “Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah mudahkan pemahaman dalam agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketiga: Diterima ibadah.
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan urusan baru dalam urusan agama kami ini maka amalannya ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain: “Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berdasarkan petunjuk kami, maka amalannya ditolak.” (HR. Muslim).
Kedua, memberi kabar gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan kepada umat Islam. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasul shallahu 'alaihi wa sallam. Beliau senantiasa memberi kabar gembira menjelang kedatangan Ramadhan. Beliau memberi kabar mengenai kepada para sahabat beliau dengan menjelaskan berbagai keutamaan bulan Ramadhan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata, "Ketika menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang terhalang kebaikan pada malam tersebut, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi. Inilah keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.