Breaking News

Ramadhan 2023

Enaknya Cuma di Mulut, Minum Soda saat Buka Puasa Bisa Picu Banyak Malapetaka Penyakit pada Lambung

Soda merupakan minuman yang sangat menyegarkan, tak jarang minuman ini dipilih sebagai minuman untuk buka puasa. 

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Pixabay
Ilustrasi minuman bersoda 

Selain membuat pencernaan terasa tidak nyaman, makanan pedas juga dapat memproduksi asam lambung.

Kondisi ini nantinya dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman terutama pada seseorang yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan pedas.

"Makanan pedas ternyata membuat kita menjadi tidak nyaman di abdomennya atau dipencernaannya,"

"Kenapa? karena makanan pedas ternyata merangsang produksi asam lambung dan hal ini menyebabkan perasaan tidak nyaman pada seseorang terutama pada orang-orang yang tidak terbiasa makan pedas," kata dr Verawati Sudarma.

Lebih lanjut, dr Verawati Sudarma juga menyarankan untuk meminimalkan efek ini.

Sebaiknya makan pedas harus dipertimbangkan berapa tingkat ke pedasan yang masih nyaman dikonsumsi dan tidak berlebihan saat mengonsumsi makanan pedas untuk berbuka puasa.

5 Daftar Makanan Ini Wajib Dihindari saat Buka Puasa, Bisa Ganggu Kesehatan, Lambung dan Dehidrasi

Buka puasa menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu umat Muslim yang ber puasa, khususnya di bulan Ramadhan setelah seharian menahan haus dan lapar.

Berbagai macam hidangan takjil tidak pernah absen disajikan sebagai menu berbuka puasa.

Karena sudah seharian ber puasa, tidak jarang masyarakat lupa dan menyantap makanan, bahkan yang tidak sehat, saat berbuka dengan berlebihan.

Namun sebenarnya, ada beberapa jenis santapan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa.

Pasalnya, santapan ini akan berisiko mengganggu kesehatan, lambung dan dehidrasi.

Seharian menjalankan puasa Ramadhan artinya kamu memiliki perut yang kosong.

Oleh karena itu, tidak semua makanan dan minuman bisa disantap saat kondisi perut kosong.

Agar tidak salah memilih makanan buka puasa, berikut ini lima santapan makanan yang sebaiknya dihindari ketika buka puasa saat perut kosong menurut Spesialis Gizi Klinik, dr Verawati Sudarma, M Gizi, Sp GK dikutip Serambinews.com dari VDVC Health pada Kamis (30/3/2023).

1. Asinan

Buka puasa dengan makanan asinan tidak baik untuk kesehatan karena kandungan cuka di dalamnya.

"Berbuka dengan asinan sepertinya enak, tetapi kandungan cuka dalam asinan ternyata tidak baik untuk berbuka puasa," kata dr Verawati Sudarma.

Menurut penjelasan dr Verawati Sudarma, saat kita ber puasa, kondisi lambung dalam kondisi kosong.

Pada kondisi itu, produksi asam lambungnya meningkat.

Nah, kandungan cuka dalam asinan ternyata akan memicu lagi produksi asam lambung yang berlebihan.

Akibatnya, pencernaan kita terasa tidak nyaman dan terasa mual serta kembung, hal tersebut yang tidak baik untuk kesehatan.

Meski demikian, mengonsumsi sayuran dan buah pada asinan ini baik dikonsumsi, hanya saja Anda perlu hati-hati karena penggunaan cuka pada asinan.

Lantas, apa efeknya apabila kita terlalu sering mengonsumsi asinan buah dan sayur pada saat kita ber puasa?

Tentu saja akibatnya akan berlanjut pada masa setelah puasa selesai, tambah dr Verawati Sudarma.

Ada efek berkepanjangan yang terjadi akibat mengonsumsi asinan saat puasa.

Satu diantaranya terjadi dispepsia yakni rasa tidak nyaman yang timbul pada perut bagian atas hingga gastritis yakni penyakit akibat peradangan di dinding lambung.

"Efek samping seperti dispepsia, atau gastritis akan berlanjut ketika sudah selesai ber puasa dan menjadi penyakit kronik," pungkasnya.

2. Gorengan

Waktu berbuka adalah waktu yang paling dinanti saat berbuka puasa. Salah satu hidangan yang banyak disukai orang ketika berbuka puasa adalah gorengan.

Namun di balik kelezatannya, ternyata mengonsumsi gorengan di waktu berbuka puasa tidak disarankan.

Pasalnya, ada bahaya yang mengintai kesehatan tubuh setelah mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.

dr Verawati Sudarma, M Gizi, Sp GK mengatakan, ada bahaya yang ditimbulkan jika mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.

Pertama, lemak yang terdapat pada gorengan sulit dicerna oleh tubuh.

Selain sulit dicerna, minyak pada gorengan juga akan bertahan lebih lama pada saat berada di lambung.

Kedua, mengonsumsi gorengan pada saat berbuka puasa dapat berisiko mengakibatkan mual dan muntah.

Pasalnya, lemak yang terkandung pada minyak yang digunakan untuk menggoreng gorengan sulit dicerna oleh tubuh.

Kesulitan mencerna itulah yang pada akhirnya membuat seseorang merasa tidak nyaman dan berisiko terjadi nyeri perut bahkan bisa mual muntah.

Oleh karena itu, mengonsumsi gorengan harus kita kurangi.

Tak hanya gorengan, umumnya semua makanan berlemak ketika dikonsumsi setelah berbuka puasa akan mengakibatkan rasa yang tidak nyaman.

Hal ini yang harus dipertimbangkan ketika kita mengonsumsi makanan berbuka puasa yang tinggi lemaknya.

3. Makanan pedas

Makanan pedas memang menggugah selera sekali, terutama ketika momen buka puasa tiba.

Tetapi sayangnya belum banyak yang memahami bahaya makan pedas untuk buka puasa ini.

Tidak hanya bagi yang memiliki masalah pencernaan saja yang harus mewaspadai bahaya makan pedas untuk buka puasa.

Kata dr Verawati Sudarma, mengonsumsi makanan dengan kandungan capsaicin berlebih juga bisa membuat lambung menjadi terluka.

Termasuk bagi mereka yang tidak memiliki masalah pencernaan.

Ditambah lagi ketika puasa perut pasti kosong karena sudah menahan haus dan lapar hampir 14 jam.

Jika harus dipaksa untuk berbuka dengan makanan pedas, maka kemungkinan lambung akan terluka menjadi lebih besar lagi.

4. Kopi

Minum kopi saat puasa memberikan efek negatif pada kesehatan tubuh.

Ada banyak risiko kesehatan yang mengintai apabila minum kopi saat puasa, salah satunya adalah dehidrasi.

Saat ber puasa, kita cenderung mengonsumsi air yang kurang.

Belum lagi, kopi memiliki efek diuretik, artinya kita cenderung lebih banyak untuk buang air kecil.

"Saat kita ber puasa, kita cenderung mengonsumsi air yang kurang, ditambah di dalam kopi memiliki efek diuretik, artinya kita cenderung lebih banyak untuk buang air kecil," ujar dr Verawati Sudarma.

Nah, konsumsi air yang kurang karena puasa, ditambah efek diuretik dari kopi ini, tentu saja membuat kita lebih berisiko untuk mengalami dehidrasi.

Efek selanjutnya, minum kopi saat puasa berisiko membuat pencernaan seseorang terasa tidak nyaman.

Hal tersebut diakibatkan oleh kandungan kafein pada kopi.

"Kafein yang terdapat di dalam kopi membuat seseorang menjadi tidak nyaman pencernaannya," lanjutnya.

Risiko dehidrasi dan mengakibatkan pencernaan tidak nyaman, menjadi dua hal yang menyebabkan mungkin kopi bukan pilihan terbaik pada saat kita sedang ber puasa.

Nah, jika Anda ingin mengonsumsi kopi pada saat bulan Ramadhan, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut ini sebagaimana yang disarankan oleh dr Verawati Sudarma.

Pertama, pastikan Anda tidak mengonsumsi kopi terlalu banyak.

Kedua, pastikan pada saat minum kopi sebaiknya diminum setelah kita mengonsumsi makanan utama saat berbuka puasa.

Dua tips tersebut akan mengurangi efek samping dari mengonsumsi kopi yang tidak baik tadi.

Hal ini juga berlaku pada saat Anda mengonsumsi minuman kopi kekinian.

Kopi kekinian tentu saja tidak baik untuk kesehatan kita baik itu diminum hangat maupun dingin, pasalnya kopi kekinian mengandung efek gula.

Sebagai solusi, sebaiknya Anda tidak berlebihan dan ingat waktu yang tepat saat mengonsumsi kopi.

5. Minuman bersoda

Selama bulan Ramadhan, minuman bersoda seharusnya dihindari.

Pasalnya, minuman bersoda bisa menyebabkan masalah pencernaan, salah satunya meningkatkan asam lambung dan memperlambat proses pencernaan di dalam tubuh.

Minum soda saat berbuka puasa memang menyegarkan, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsinya.

Pasalnya, ada dua bahaya berikut yang mengintai tubuh jika Anda minum soda saat berbuka puasa.

dr Verawati Sudarma mengatakan, minuman soda mengandung tinggi gula sehingga tidak baik untuk kesehatan.

Selanjutnya, minuman berkarbonasi ini juga tidak baik untuk pencernaan.

Gelembung karbondioksida dalam minuman berkarbonasi akan meningkatkan gas di saluran pencernaan.

Apalagi perut dalam keadaan kosong saat puasa, lambung otomatis akan kaget dan meningkatkan kadar asam.

Hal ini bisa menimbulkan beberapa masalah seperti asam di mulut, sensasi panas di dada, hingga maag.

"Minuman berkarbonasi ini ternyata tidak baik untuk pencernaan, ketika kita meminum minuman yang berkarbonasi, hal tersebut akan menyebabkan pembesaran atau disensi pada lambung," imbuhnya.

Selain itu, minum soda saat berbuka puasa akan lebih berisiko lagi kepada orang yang mengalami refluks asam lambung.

"Pada orang yang mengalami refluks, hal ini tentu saja akan menimbulkan keluhan yang lebih besar lagi," lanjutnya.

Bahkan, kandungan kadar gula yang tingi pada soda juga sangat berbahaya bagi orang yang menderita diabetes.

"Kadar gula yang tinggi untuk penderita diabetes tentu saja tidak baik karena akan meningkatkan kadar gula darah,"

Oleh karena itu minuman soda tidak disarankan.

Lebih lanjut kata dr Verawati Sudarma, jika kita sering mengonsumsi minuman bersoda tentu saja risiko terkena penyakit diabetes melitus akan meningkat.

Jika Anda ingin mengonsumsi minuman bersoda, pastikan tidak mengonsumsi soda, apalagi dalam porsi yang banyak.

Terakhir saran dr Verawati Sudarma, sebaiknya kita mengkombinasikan konsumsi soda ini dengan makanan sehat lainnya, contohnya kolang kaling atau sifatnya seperti buah-buahan yang membantu menurunkan kadar gula pada soda. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved