Kupi Beungoh

Libur Puasa dan Kualitas Pendidikan

Sekolah di Aceh meliburkan siswa secara bervariasi dengan alasan agar pendidikan tidak tertinggal. Lalu benarkah libur saat berpuasa akan menurunkan

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/Handover
Mulyadi Nurdin Lc MH, Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018)  

Oleh: Mulyadi Nurdin, Lc, MH*)

Salah satu isu yang berkembang di bulan Ramadhan adalah soal liburan.

Sekolah di Aceh meliburkan siswa secara bervariasi dengan alasan agar pendidikan tidak tertinggal. Lalu benarkah libur saat berpuasa akan menurunkan kualitas pendidikan?

Hari libur di bulan Ramadhan berbeda dari tahun ke tahun disebabkan kalender pendidikan yang digunakan di Indonesia menggunakan kalender Masehi.

Sedangkan perhitungan bulan Ramadhan menggunakan kalender Hijriah, yang terdapat selisih sekitar 12 hari dalam setahun.

Lazimnya di waktu bulan Ramadhan bertepatan dengan akhir semester, liburannya akan lebih panjang, sebaliknya jika Ramadhan bertepatan dengan agenda belajar atau ujian, maka liburannya menjadi lebih singkat.

Sewaktu penulis masih kuliah di Mesir, jadwal kuliah tidak dipengaruhi oleh bulan Ramadhan, malah sempat juga ujian berlangsung di bulan Ramadhan.

Namun terdapat perbedaan pola liburan yang signifikan antara mesir dan Indonesia, di Mesir ada liburan Shaifiyyah (musim panas) yang berkisar sekitar 3 bulan lamanya.

Perbandingan Liburan Antar Negara

Jika di negara mayoritas muslim seperti Mesir tidak meliburkan sekolah di bulan Ramadhan apakah jumlah liburan di negara tersebut sedikit? Ternyata tidak.

Umumnya di negara yang mengalami iklim empat musim, meliburkan sekolah lebih banyak terutama di musim Panas.

Misalnya di Perancis, yang dikenal sebagai negara dengan jumlah libur sekolah terbanyak di dunia, liburannya mencapai 5 bulan dalam setahun.

Baca juga: Pria Meulaboh Terima Hadiah Rp 4 Miliar, Dhiauddin Juara 2 Azan Internasional di Arab Saudi

Selanjutnya Argentina, untuk siswa pendidikan dasar, libur dari pertengahan Desember hingga akhir Februari (2 bulan). Untuk pendidikan menengah, libur dari awal Desember hingga awal Maret (3 bulan).

Di Austria, waktu liburan berlangsung 9 minggu (lebih 2 bulan) di seluruh negara. Sekolah biasanya berakhir pada awal Juli dan dimulai lagi pada awal September.

Di Amerika Serikat, liburan musim panas berlangsung 2 hingga 3 bulan.

Di Mesir, liburan musim panas berlangsung dari bulan Juni hingga pertengahan September (3 Bulan).

Kualitas pendidikan

Bagaimana dampak liburan terhadap kualitas pendidikan patut menjadi perhatian, mengingat negara yang banyak liburannya tidak menurunkan kualitas pendidikan.

Berdasarkan Hasil pemeringkatan oleh US News and World Report, BAV Group, dan Wharton School of the University of Pennsylvania dan dirilis oleh worldpopulationreview.com, Sabtu (27/8/2022), berikut peringkat pendidikan negara-negara tersebut di atas:

Amerika Serikat menempati peringkat 1, Prancis peringkat 5, Austria peringkat 16, Argentina peringkat 34, Mesir peringkat 39, Indonesia peringkat ke 54.

Baca juga: Tiga Remaja Lempar Bus Ditangkap Kernet di Aceh Utara, Setelah Dipukuli Berakhir Damai 

Indonesia yang tidak ada libur panjang kualitasnya masih kalah dibandingkan negara lain yang banyak liburannya.

Kita lihat sehari-hari siswa kita apoh apah ke sekolah tapi kualitasnya belum maksimal juga.

Hal ini senada juga dengan statemen Presiden Jokowi yang menggambarkan birokrasi kita sibuk kerja siang malam tapi hasilnya belum dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Karena Bapak Presiden sering sampaikan birokrasi ini sibuk dari pagi sampai malam, tapi dampaknya enggak terasa untuk rakyat," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas di di Jakarta, dikutip Senin (26/12/2022).

Lalu dimana problemnya?

Idealnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari durasi belajar tatap muka tetapi dari berbagai aspek lainnya, seperti:

Kurikulum

Kurikulum yang relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat akan membuat pendidikan lebih bermanfaat bagi siswa.

Di zaman teknologi sudah saatnya kurikulum mengadopsi teknologi informasi.

Menerapkan teknologi

Teknologi pendidikan dapat membantu memperkaya dan memperluas pembelajaran.

Penggunaan teknologi dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep yang sulit dan menarik minat belajar.

Untuk mentransformasi ke dalam teknologi diperlukan keseriusan baik sekolah, Pemerintah, Guru, Murid, serta orang tua.

Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang memadai seperti laboratorium, perpustakaan, dan gedung sekolah yang memadai akan berdampak positif pada kualitas pendidikan.

Baca juga: Jumlah Murid Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Agama di Aceh Utara Sudah 16 Orang

Sarana praktek harus lebih banyak supaya siswa tidak dominan menghafal dan belajar teori tetapi lebih banyak praktek.

Kualitas guru

Kualitas guru sangat penting diperhatikan, karena akan membawa dampak besar bagi kualitas pendidikan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan dan pengembangan profesi secara berkala kepada guru, supaya up to date terkait dengan metode mengajar, materi pelajaran, maupun teknologi pendidikan.

Motivasi

Motivasi yang kuat akan membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar dan berprestasi.

Oleh karena itu, perlu memberikan motivasi kepada siswa dalam bentuk apresiasi atau penghargaan atas prestasi yang dicapai.

Budaya membaca

Budaya membaca akan memberikan dampak positif pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.

Oleh karena itu, perlu memberikan dukungan dalam hal penyediaan bahan bacaan yang menarik dan mengadakan kegiatan yang dapat menumbuhkan minat baca siswa.

Orang tua

Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan anak. Oleh karena itu, perlu melibatkan orang tua dalam setiap tahap pendidikan.

Orang tua harus menjadi motivator sekaligus controller terhadap perkembangan anak.

Semua pihak harus fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tidak zamannya lagi kita menyalahkan siswa, tetapi semua harus introspeksi dengan melakukan pembenahan di berbagai sektor.

Baca juga: Korupsi, KPK, dan Perdamaian Aceh XII - Pokir dan Cerita Pertemuan di Pesawat Domestik tak Berjadwal

Kita sering mendengar istilah kalau anak-anak banyak libur akan menurunkan kualitas pendidikan, ternyata saat anak-anak minim libur kualitas tidak signifikan juga, kebiasaan mencari kambing hitam tidak akan menyelesaikan masalah.

Presiden Jokowi juga menaruh harapan besar pada pendidikan, demi masa depan bangsa yang lebih baik.

"Kian ke depan, tantangan kian berat. Hanya dengan pendidikan yang baik, anak-anak kita akan siap memasuki masa depan dengan kompetisi yang baik," kata Jokowi dalam unggahannya di Instagram, Jumat (25/11/2022).

Manfaat Libur Puasa

Liburan di bulan Ramadhan tentunya mengandung sejumlah manfaat, antara lain:

Memperbanyak waktu bersama keluarga. Di bulan puasa, keluarga seringkali berkumpul untuk berbuka puasa bersama.

Liburan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkumpul dengan keluarga dan mempererat hubungan keluarga.

Memungkinkan siswa untuk lebih fokus pada ibadah seperti puasa dan kegiatan lainnya. Siswa dapat mengatur waktu mereka dengan lebih fleksibel dan memperdalam praktek keagamaan mereka.

Baca juga: Kisah Pengantin Baru, Sang Istri Penasaran Kenapa Suami tak Memenuhinya Nafkah Batinnya, Ternyata

Kesempatan mengeksplorasi minat dan bakat siswa. Dalam waktu luang yang tersedia, siswa dapat menghabiskan waktu untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka di luar agenda pelajaran sekolah.

Mengurangi beban siswa. Sebagian siswa mungkin merasa stres dengan tugas sekolah dan jadwal belajar yang padat.

Libur Ramadhan dapat memberikan waktu istirahat yang diperlukan bagi siswa untuk me-refresh pikiran mereka.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa libur sekolah bukan berarti siswa tidak belajar sama sekali.

Siswa tetap perlu memperhatikan kewajiban akademik mereka dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan yang mereka pelajari, supaya saat kembali ke bangku sekolah tidak ada pelajaran yang tertinggal.

Manfaat Sekolah di Bulan Puasa

Namun bersekolah di bulan puasa juga dapat memberikan beberapa manfaat bagi siswa, di antaranya:

Melatih Spiritualitas. Belajar di bulan Puasa akan membantu meningkatkan spiritualitas, siswa dapat belajar untuk lebih dekat dengan Pencipta dan meningkatkan keimanan mereka.

Melatih Kepedulian. Belajar di bulan puasa dapat membantu meningkatkan kepedulian siswa terhadap sesama.

Siswa akan belajar berempati dengan teman-temannya yang sedang berpuasa dan membantu mereka jika diperlukan.

Melatih Kesabaran. Puasa dapat membantu melatih kesabaran siswa. Siswa akan belajar untuk menahan diri, mengendalikan emosi, menahan lapar dan dahaga selama seharian, sehingga akan terbiasa untuk mengontrol diri dan emosi.

Namun, belajar di saat puasa juga dapat mempengaruhi kondisi fisik siswa, apalagi jika ada siswa yang tidak mampu menyesuaikan waku istirahat dengan baik.

Baca juga: Makan Sendirian, Ayah Beri Pesan Menyentuh di Grup WA Keluarga: Toh Nanti Kita Sendiri di Kuburan

Siswa harus dibimbing untuk memperhatikan kesehatan dan kebutuhan tubuh mereka selama bulan puasa, termasuk menjaga istirahat yang seimbang.

Secara umum libur atau tidak di bulan Ramadhan sama-sama mengandung manfaat tersendiri bagi siswa, jadi tidak salah jika ada sekolah yang meliburkan siswa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, sebaliknya tidak salah juga jika ada sekolah yang tidak meliburkan siswa di bulan Ramadhan.

Soal kualitas pendidikan tidak hanya disebabkan oleh adanya libur atau tidak di bulan Ramadhan tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya.

Apapun langkah yang diambil harus kita pandang secara positif, asalkan bisa bersama-sama bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan, pembangunan, dan masa depan bangsa.

*) PENULIS adalah Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018) 

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
 
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved