Berita Viral

Curhat Istri Lihat Kelakuan Keluarga Suami Jelang Idul Fitri: Belum pun Mudik Sudah Tandai Kamar

“Pulang ke desa harus berebut kamar. Padahal kita datang lebih awal dari yang lain, tiba-tiba ada yang ada yang tandai kamar duluan,” ujar wanita itu

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
mStar.com
Curhat Istri saat Tahu Kelakuan Keluarga Suami Jelang Idul Fitri: Belum Pun Mudik Sudah Tandai Kamar 

Hal ini tentu mempererat ikatan emosional antarindividu dan menciptakan hubungan yang harmonis.

Silaturahmi tidak melulu terjadi dalam balutan aktivitas formal atau gaya tradisional, melainkan dinamis.

Bahkan, di era internet dan setelah melewati adaptasi kehidupan baru pascapandemi Covid-19, silaturahmi kini dapat dilakukan secara daring.

Spiritual hingga sosial

Istilah mudik yang berasal dari kata udik, merujuk pada makna kampung atau desa.

Momen mudik menjadi sebuah momen kembalinya masyarakat urban ke alam perdesaan yang cenderung lebih tenang dan jauh dari laju percepatan kota yang menguras tenaga dan emosi.

Mudik tak hanya terjadi di Indonesia. Malaysia sebagai negara yang masih serumpun dengan Indonesia memiliki tradisi mudik yang bisa dikatakan sama persis dengan Indonesia.

Bedanya hanya di istilah yang digunakan, yakni Balek Kampung saat menjelang Idul Fitri.

Begitu pula dengan Mesir meskipun skalanya jauh lebih kecil.

Di Turki, mudik disebut dengan Seker Bayram yang diisi tidak hanya bersilaturahmi ketika pulang kampung, tetapi juga ziarah kubur seperti yang umum dijumpai di masyarakat Jawa.

Dilansir dari berbagai sumber, tradisi mudik paling heboh di dunia ada di India, terutama pada perayaan Diwali.

Sementara di Filipina, mudik berlangsung ketika perayaan Natal.

Dari beberapa contoh tradisi mudik di negara-negara tersebut, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk bersilaturahmi.

Ekspresi silaturahmi yang dilakukan juga menyesuaikan dengan adat istiadat masing-masing, seperti kupatan dalam tradisi Jawa, terater dalam tradisi Madura, atau pawai cidomo di Lombok.

Baca juga: Zakat Fitrah Orang Diet Karbo, Apa yang Harus Dikeluarkan? Ini Penjelasan Ulama Aceh

Sesuai dengan teori migrasi dari Everett Lee (1984), salah satu sifat perpindahan penduduk adalah bersifat nonpermanen.

Keinginan masyarakat—di mana pun itu—untuk kembali sejenak ke kampung setelah sekian lama tinggal di perkotaan menjadi kebutuhan emosional yang layak diperjuangkan setidaknya setahun sekali.

Menurut Agus Maladi Irianto (2012: 7), mudik memiliki dimensi spritual yang sudah mengakar kuat khususnya di masyarakat Jawa.

Pulang kampung juga berarti melakukan ziarah ke makam para pendahulu.

Kegiatan ini setidaknya harus dilaksanakan satu tahun sekali bagi perantau di luar daerah dan momen Idul Fitri diambil sebagai acuan waktunya.

Tradisi mudik akhirnya membuat kegiatan silaturahmi di Indonesia berlangsung meriah dan selalu dinanti. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca juga: Apakah Wanita Haid dapat Lailatul Qadar? Ini Jawaban Buya Yahya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved