Jumat, 10 April 2026

Jurnalisme Warga

Meuramien, Tradisi Wisata Lebaran di Sungai Tangse

Tangse dikenal sebagai kawasan pegunungan yang memilik banyak sungai jernih mengalir tanpa jeda di celah-celah perbukitan.

Editor: Zaenal
TAUFIK AR-RIFAI
Keceriaan anak muda berwisata di sungai Tangse, Pidie, Senin (24/4/2023). 

Syedara Lon Taufik Ar-Rifai Melaporkan dari Tangse

TANGSE, Senin (24/04/2023). - Hari masih pagi, jarum jam masih menunjukkan pukul 09.00 WIB.

Pandangan masih terhalang gumpalan. Tak lama berselang, langit terlihat kembali cerah dengan beberapa guratan awan putih.

Muksal (32) dan beberapa rekannya segera bersiap-siap untuk "meuramien".

Alat-alat yang dipersiapkan di antara beulangong (kuali besar), tungku untuk memasak, bumbu untuk mengolah aneka makanan, dan kambing untuk disembelih.

Perlu diketahui, meuramien adalah istilah umum yang digunakan bagi masyarakat Aceh untuk berkumpul dan memasak bersama-masa di suatu tempat, misalnya di pantai, sawah-sawah dan sungai.

Bagi masyarakat Tangse, aktivitas meuramien sering dilakukan di pinggiran sungai.

Ini dikarenakan Tangse dikenal sebagai kawasan pegunungan yang memilik banyak sungai jernih mengalir tanpa jeda di celah-celah perbukitan.

Keceriaan anak muda berwisata di sungai Tangse, Pidie, Senin (24/4/2023).
Keceriaan anak muda berwisata di sungai Tangse, Pidie, Senin (24/4/2023). (TAUFIK AR RIFAI)

Baca juga: Tidak Bisa Pergi ke Kebun Gegara Konflik dengan Gajah, Keuchik dan Warga di Tangse Mengadu ke Dewan

Memasuki lebaran ke-3 Idul Fitri 1444 H, aktifitas meuramien semakin digemari warga.

Banyak pemudik yang menghabiskan waktu berkumpul bersama kerabat di kampung halamannya untuk meuramien.

Mereka biasa mengajak seluruh anggota keluarganya, teman-teman masa sekolah dulu untuk berkumpul bersama melepaskan kerinduan selama di perantauan.

Di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Tangse – Geumpang, aktivitas meuramien terlihat.

Sejumlah tenda terlihat dibentangkan warga untuk memasak dan sekaligus menyantap masakan bersama di pinggiran sungai.

Sementara, sebagian lainnya terlihat menceburkan diri sambil menyelami jernih dan dinginnya air pegunungan Tangse.

“Ini (meuramien) sudah sering kita lakukan, terutama saat lebaran ke-3 Idul Fitri ataupun Idul Adha. Dananya kita kumpulkan bersama secara meuripee (patungan) untuk kita beli kambing untuk kita masak dan makan bersama,” ujar Muksal.

Anak muda berwisata di sungai Tangse, Pidie, Senin (24/4/2023).
Anak muda berwisata di sungai Tangse, Pidie, Senin (24/4/2023). (SERAMBINEWS.COM/HANDOVER/SERAMBINEWS.COM)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved