Pedulang Emas Ditemukan Meninggal
Pendulang Emas Baru 3 Bulan Bertunangan, Meninggal Akibat Diterjang Banjir Bandang di Aceh Barat
Pedulang emas, Muzawir (20) yang diduga meninggal akibat terjangan banjir bandang di Krueng Muko, kawasan Desa Antong, Kecamatan Panton Reu
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – pedulang emas, Muzawir (20) yang diduga meninggal akibat terjangan banjir bandang di Krueng Muko, kawasan Desa Antong, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat.
Tenryata korban baru bertunangan sekitar 3 bulan yang lalu.
Sementara korban yang ditemukan meninggal dunia oleh tim Basarnas, BPBD, TNI, Polri, RAPI dan Tagana tersebut merupakan warga asal Samadua, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (27/5/2023) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Dia belum berkeluarga, tapi baru bertunangan sekitar 3 bulan yang lalu,” kata salah satu teman korban, Abdurrauf (23) saat ditemui wartawan di depan ruang jenazah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Sabtu (27/5/2023) malam.
Terkait dengan korban telah bertunangan, Abdurrauf tidak merincikan siapa nama gadis yang sudah dipinangnya saat ini, termasuk warga mana tunangan korban tersebut, namun menurutnya korban baru bertunangan saja.
Baca juga: Pendulang Emas Meninggal Diduga Akibat Diterjang Banjir Bandang di Panton Reu Aceh Barat
Sementara Abdurrauf sendiri mengaku baru saja kenal dengan korban sejak yang bersangkutan datang ke Desa Menuang Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen dan bekerja sebagai pendulang emas di kawasan Desa Antong, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat.
Korban direncanakan malam ini akan dipulangkan ke kampung asalnya di Aceh Timur dengan menggunakan Mobil Ambulan dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Korban terseret arus di Krueng Mukoe diduga akibat diterjang banjir bandang saat mendulang emas pada malam hari, Kamis 25/5/2023) lalu sekitar pukul 20.00 WIB yang terjadi di kawasan Desa Antong, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat.
Muzawir (20) yang diduga menjadi korban terjangan banjir bandang tersebut merupakan warga asal Samadua, Kabupaten Aceh Timur.
Pada Sabtu (27/5/2023) sekitar pukul 15.30 WIB ditemukan meninggal dunia setelah dua hari menghilang tenggelam terseret banjir bandang.
Baca juga: Kacabdisdik Atim Tinjau Kesiapan SMAN 2 Pante Bidari Gelar Ujian di Atas Bukit Karena tak Ada Sinyal
Salah satu teman korban, Abdurrauf (23) saat ditemui wartawan di depan Ruang Jenazah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Sabtu (27/5/2023) malam mengatakan, bahwa korban baru empat hari bekerja sebagai pendulang emas di daerah tersebut.
Korban yang mencari rezeki melalui mendulang emas itu tinggal di Desa Menuang Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen, di salah satu rumah saudaranya.
Sebelumnya, korban pada Kamis (25/5/2023) sekitar pukul 20.00 WIB korban Muzawir sedang mendulang emas secara tradisional bersama teman saudara Teuku Tarmizi di daerah Sungai Krueng Muko.
Tiba-tiba datang arus sungai besar dari atas yang disebabkan tingginya curah hujan di wilayah pegunungan.
Mantan Keuchik Terpilih Sebagai Imum Mukim Glumpang Tujoh Peusangan Bireuen |
![]() |
---|
Wabup Syukri Ikut Donor Rutin ASN Aceh Besar, Berhasil Kumpulkan Darah 84 Kantong |
![]() |
---|
PBAK Ditutup, Mahasiswa Baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh Khatam Quran, Gelar Zikir, dan Ikrar Bersama |
![]() |
---|
Bantu Penanganan Karhutla, Pemkab Aceh Selatan Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Aceh Barat |
![]() |
---|
Jalan Rusak di Kemukiman Lageun, Ini Respon PUPR Aceh Jaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.