Jurnalisme Warga
Pengalaman Bermakna sebagai Supervisor Akademik
Agar terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien, guru harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
AZWAR ANAS, Wakil Kepala SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe dan Pegiat FAMe, melaporkan dari Kota Lhokseumawe
Pengelolaan proses pendidikan di sekolah melibatkan peran besar guru guna mewujudkan mutu pendidikan yang baik. Agar terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien, guru harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
Pada dasarnya, guru memiliki potensi yang cukup tinggi untuk menunjukkan kreativitas mengajar dan meningkatkan kinerjanya. Namun, terkadang berbagai faktor menjadi penghambat bagi mereka untuk melakukan improvisasi diri dan mengembangkan potensinya secara optimal. Oleh karenanya, guna membantu guru untuk meraih kemampuan terbaik mereka, perlu adanya proses pembinaan yang kontinyu dan berkesinambungan dengan program yang terarah dan sistematis lainnya yang biasanya dikenal dengan supervisi.
Dalam dunia pendidikan istilah supervisi begitu akrab didengar. Hal ini dikarenakan supervisi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di sekolah, baik oleh pengawas maupun manajemen sekolah. Supervisi secara sederhana berarti melihat atau meninjau. Istilah lain yang serupa dengannya juga dapat berupa pengawasan, pemeriksaan, dan inspeksi. Dalam konteks pendidikan di sekolah, istilah tersebut dikenal dengan sebutan supervisi akademik. Supervisi akademik adalah bantuan profesional kepada guru melalui siklus perencanaan yang sistematis, pengamatan yang cermat, serta umpan balik yang objektif dan segera. Dengan adanya hal ini guru dapat menggunakan balikan tersebut untuk memperhatikan kinerjanya (Mulyasa, 2014).
Tujuan utama pelaksanaan supervisi akademik adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional guru serta kualitas melalui proses pendidikan yang baik. Di samping hal ini juga dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan mengoptimalkan kinerjanya secara maksimal serta menjaga guru dari berbagai kritikan terhadap proses pembelajaran yang dianggap kurang baik.
Selain itu, supervisi juga dapat menjadi alat diagnosis kritis bagi manajemen sekolah terhadap kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran guru dan siswa, serta menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan aktivitas-aktivitas kreatif guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.
Jadi, supervisi bukanlah untuk melihat sisi tidak baik dari guru, melainkan upaya yang dapat dilakukan manajemen sekolah dalam rangka memperbaiki mutu proses belajar-mengajar guna menghasilkan produk pembelajaran yang lebih baik.
Sebagai wakil kepala sekolah yang menjadi bagian dari manajemen SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe, saya diberikan kesempatan menjadi supervisor akademik di sekolah tempat saya mengabdi saat ini. Pelaksanaan supervisi akademik di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Lhokseumawe rutin dilakukan setiap semester dengan jadwal yang telah ditentukan dan diatur oleh bagian kurikulum sekolah.
Begitu pula instrumen supervisi juka disediakan dengan menganut prinsip pembelajaran yang baik dengan mengacu pada pemantauan terhadap persiapan pembelajaran, proses pembelajaran, dan interaksi selama pembelajaran berlangsung.
Pelaksanaan supervisi akademik di SSB Lhokseumawe setidaknya dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama, tahap pertemuan awal. Pada tahapan ini supervisor bertemu dengan guru yang akan disupervisi dengan tujuan untuk membina kedekatan dan membangun hubungan kolegialitas antara mereka.
Selain itu supervisor dan guru juga membahas rencana pembelajaran yang telah dibuat dan menyepakati tentang aspek-aspek yang menjadi fokus perhatian saat supervisi, serta menyempurnakan rencana pembelajaran tersebut jika diperlukan. Sebelum pertemuan awal ini diselesaikan, supervisor dan guru juga memaknai insturmen yang telah disusun oleh sekolah, termasuk bagaimana cara menggunakan dan menyimpulkannya.
Kedua, tahap observasi kelas. Tahapan ini merupakan inti dari supervisi akademik yang dilakukan di SSB Lhokseumawe. Guru mengajar di kelas dan tempat yang telah direncanakan sebelumnya serta proses pembelajaran yang berlangsung diamati oleh supervisor. Supervisor melakukan observasi terhadap keterampilan mengajar guru dengan menggunakan instrumen yang telah disepakati sebelumnya. Pada tahapan observasi ini, supervisor menempati tempat di area pelaksanaan pembelajaran agar dapat memberikan catatan hasil observasi secara rinci dan lengkap.
Supervisor juga memberikan nilai sesuai dengan instrumen supervisi terhadap poin supervisi yang telah disepakati, serta menambahkan komentar berupa saran dan masukan terhadap performa guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya selama kegiatan supervisi berlangsung.
Ketiga, tahap pertemuan umpan balik. Pada tahapan ini, supervisor dan guru bertemu kembali untuk mendiskusikan secara terbuka tentang pelaksanaan supervisi yang telah berlangsung. Pertemuan biasanya diawali dengan pemberian penguatan oleh supervisor terhadap performa guru dalam kegiatan supervisi dan dilanjutkan dengan menanyakan perasaan guru tentang jalannya supervisi.
Pada sesi ini biasanya supervisor akan meminta guru menyampaikan penilaiannya terhadap keberhasilan supervisi yang telah dijalankan dan membiarkan guru memberikan gagasannya secara bebas dan terbuka. Setelah rangkaian awal ini dilakukan, selanjutnya supervisor dan guru mencoba kembali menelaah tujuan pembelajaran dan memperhatikan aspek penting pembelajaran yang menjadi fokus perhatian dalam supervisi. Lalu dilanjutkan dengan supervisor menunjukkan data hasil observasi yang telah dianalisis dan diinterpretasikan, serta membiarkan guru mencermati dan menganalisis data tersebut untuk beberapa saat. Kemudian supervisor menanyakan pendapat guru tentang data hasil observasi tersbebut dan dilanjutkan dengan diskusi terbuka tentang berbagai catatan yang ditemukan supervisor saat proses obervasi berlangsung. Proses diskusi dilakukan dengan santun dengan menghindari kesan menyalahkan guru terkait berbagai kekurangan yang ada. Terakhir, supervisor dan guru bersama-sama menentukan rencana pembelajaran berikutnya dan memberikan penguatan moral bahwa guru mampu memperbaiki pembelajarannya di masa mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/azwar-anas-spd-wakil-kepala-sekolah-bidang-kesiswaan-smp-sukma-bangsa.jpg)