Kupi Beungoh
Memberangus Rumoh Geudong, Mengubur Tragedi Kemanusiaan
Dari Rumoh Geudong inilah saya menuliskan tentang kisah tiga cuak (mata-mata) yang memburu aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Dan penyelesaian hukum atas pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi seperti terkatung-katung.
Di tengah situasi inilah, segala dendam dan sakit hati ditimpakan kepada para cuak -yang dalam kata sinis disebut pula si kaki busuk.
Orang-orang yang dianggap membantu kegiatan militer diuber dan dianiaya.
Bahkan, beberapa di antara mereka dibunuh.
Raja sendiri kabur entah kemana, begitu juga dua cuak yang terkenal di Pidie itu.
Cuak merupakan bagian dari konflik panjang di Aceh.
Saya menulis kisah ini, sebagai sesuatu tragedi yang tersembul dari Rumoh Geudong.
Pada 2018, Komnas HAM melakukan penyelidikan terkait tragedi Rumoh Geudong.
Penyelidikan ini dilakukan dengan melibatkan 65 saksi dan kesimpulan akhir diketahui jika tragedi itu benar terjadi dan termasuk bentuk kejahatan kemanusiaan sebagaimana dalam Pasal 9 UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.
Kini, 15 tahun kemudian, bukannya penyelesaian HAM yang terlaksana, namun muncul program mengubur Rumoh Geudong yang berarti membungkam kisah pilu yang terjadi di situ.
Itulah sebabnya ramai muncul suara-suara menentang.
Mulai dari Wakil Ketua Komite Peralihan (KPA) Aburazak (Kamaruddin Abubakar) yang juga adalah Sekretaris Jenderal Partai Aceh, hingga aktivis-aktivias hak asasi manusia di Jakarta.
Seperti kalimat yang tertulis di tugu memorialisasi penyambut pengunjung ke kompleks Rumoh Geudong, “Jangan kubur kebenaran. Bersuaralah! Meskipun tak menjadi kata”.
Maka janganlah mengubur kebenaran yang ada di Rumoh Geudong.
Tak ada gunanya membangun Living Park di sana, sebab yang dibutuhkan adalah keadilan atas pelanggaran HAM berat yang terjadi di situ.(*)
*) PENULIS, Dr. Nurlis E. Meuko (Nurlis Effendi) adalah akademisi dan mantan jurnalis TEMPO yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Nurlis-E-Meuko.jpg)