Stunting

Dinkes Aceh Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Seni Tradisional

Sosialisasi stunting dilakukan untuk mempengaruhi opini, sikap atau tindakan masyarakat melalui berbagai media, seperti halnya dalam bentuk seni tradi

Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dinas Kesehatan Aceh menggelar kegiatan promosi dan sosialisasi stunting melalui kegiatan seni tradisional Aceh. Kegiatan itu berlangsung di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Senin (17/7). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Demi menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Aceh, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh menggelar kegiatan promosi dan sosialisasi stunting melalui kegiatan seni tradisional Aceh.

Kegiatan itu berlangsung di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Senin (17/7). Acara ini digelar untuk mensosialisasikan pentingnya pencegahan stunting pada anak mulai dari usia dalam kandungan hingga anak di bawah lima tahun.

Sosialisasi stunting dilakukan untuk mempengaruhi opini, sikap atau tindakan masyarakat melalui berbagai media, seperti halnya dalam bentuk seni tradisional Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Sulasmi, MHSM saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Baca juga: 41 Orang Tewas akibat Banjir di Korea Selatan, 400 Petugas Penyelamat Diterjunkan

"Salah satunya dengan sosialisasi melalui seni tradisional Aceh agar mudah diterima dan pesan yang disampaikan dekat dengan kehidupan masyarakat," katanya.
dr. Sulasmi, MHSM juga menjelaskan, stunting dapat dicegah dengan mengajak anak mengkonsumsi buah dan sayur, tercukupi asupan gizi seimbang sejak dalam kandungan pada trimester awal hingga anak berusia dua tahun.

"Selain itu juga memberikan asi
ekslusif pada bayi hingga enam bulan, serta mengusahakan anak agar melakukan imunisasi dasar lengkap," katanya.

Baca juga: Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko Sebut Prabowo Subianto Salah Satu Pemimpin Terbaik


Acara tersebut dihadiri oleh Budayawan dan Praktisi seni Imam Juaini, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Sulasmi MHSM, serta dokter spesialis anak yang aktif di Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Aceh, dr. Aslinar, Sp.A M, Biomed yang menjadi pembicara dalam talkshow Aceh Sehat dengan tema cegah stunting itu penting.
Dalam acara ini ditampilkan juga berbagai pertunjukan seni seperti tari tradisional Seudati Aceh, perlombaan cagok tingkat pelajar, pertunjukan meudikee atau berzikir untuk menyampaikan pesan keagamaan dan kesehatan dalam mensosialisasikan stunting.

Selain itu juga pemutaran film promosi kesehatan dan gizi yang diproduksi oleh Dinas Kesehatan Aceh.

Pelaku seni Aceh, Imam Juaini dalam dialog talkshow menjelaskan bahwa mensosialisasikan kesehatan masyarakat melalui seni itu lebih melekat dan lebih mudah.

"Karena budaya Aceh adalah budaya mendengar bukan membaca," ujarnya.
Imam menambahkan kedekatan masyarakat dengan seni tradisi tidak bisa dipisahkan karena seni tradisi lahir di tengah masyarakat.

Dalam masyarakat itu juga dikenal dengan meutunang, meucalu (dalam bahasa gayo) serta meu’uroh. Semua produk seni itu diapresiasi lewat seni yang dimainkan secara konteks sosial.

Efektivitas pesan yang disampaikan sangat jelas bahwa masyarakat itu lebih mudah menerima apa yang disampaikan dan dituturkan.

Dalam dialog yang sama, dr.Aslinar juga mengatakan stunting pada anak akan timbul saat anak mengalami gangguan gizi secara kronis di seribu hari pertama kehidupan, dimulai dari usia kehamilan selama 9 bulan hingga anak berusia dua tahun.

Bahaya anak yang mengalami stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak, berakibat pada kecerdasan dan produktivitas anak rendah serta anak akan susah beradaptasi dibandingkan dengan anak yang lain.

Selain itu anak yang mengalamai gangguan gizi mudah sakit dan berisiko penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi dan jantung koroner.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved