Opini

Hijrah Zaman Now

Hijrah di zaman now tidak hanya tentang perubahan pribadi, tetapi juga melibatkan upaya bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Editor: mufti
IST
Dr Abd Wahid MAg, Dosen Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

Dr Abd Wahid MAg, Dosen Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh

HIJRAH, kata yang sering terdengar dalam kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tapi, tahukah bahwa hijrah tidak hanya berarti pindah tempat secara fisik? Di zaman now, hijrah memiliki makna yang lebih luas dan menuntut kita untuk berpindah dalam banyak aspek kehidupan. Mengikuti jejak Nabi dan sahabatnya, umat Islam perlu memaknai hijrah dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman sekarang.

Pada masa Nabi Muhammad, hijrah berarti meninggalkan Mekah yang penuh tekanan dan ketidakadilan untuk mencari perlindungan dan kebebasan di Madinah. Namun, di zaman sekarang, hijrah tidak selalu berarti meninggalkan tempat tinggal fisik kita. Hijrah dalam konteks sekarang mencakup perpindahan pikiran, sikap, dan nilai-nilai kita menuju kebaikan dan persaudaraan. Ini adalah panggilan bagi umat Islam untuk berubah secara positif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Perubahan zaman yang begitu pesat dan kompleks membuat hijrah menjadi semakin penting. Teknologi dan globalisasi membawa berbagai tantangan dan dinamika baru yang harus dihadapi umat Islam. Dalam menghadapi realitas zaman now, hijrah menjadi alat yang sangat relevan untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan umat Muslim. Dalam perjalanan hijrah ini, umat Islam perlu menggali kembali nilai-nilai dasar Islam seperti tolong-menolong, keadilan, dan saling menghormati.

Hijrah di zaman now tidak hanya tentang perubahan pribadi, tetapi juga melibatkan upaya bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Umat Islam perlu bersatu dan saling mendukung untuk menghadapi berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi stabilitas umat Muslim. Hijrah memanggil kita untuk memprioritaskan persaudaraan dan persatuan dalam upaya menjaga kebersamaan dan menghadapi tantangan bersama.

Makna hijrah

Hijrah dalam konteks zaman sekarang mengacu pada perpindahan atau perubahan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam rangka memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan persatuan Islam. Istilah "hijrah" secara harfiah berarti "migrasi" atau "perpindahan" dan berasal dari peristiwa penting dalam sejarah Islam ketika Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah.

Dalam zaman now, hijrah memiliki makna yang lebih luas dan tidak terbatas pada perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Hijrah dalam konteks ini melibatkan perubahan dalam pola pikir, sikap, perilaku, dan nilai-nilai dalam rangka meningkatkan persaudaraan dan persatuan di antara umat Islam.
Urgensi berhijrah di zaman now sangat penting untuk menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang kompleks. Dalam era globalisasi dan teknologi informasi yang berkembang pesat, umat Islam dihadapkan pada berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi yang memengaruhi stabilitas masyarakat Muslim. Dalam konteks ini, hijrah menjadi krusial dalam menjaga persatuan dan memperkuat hubungan antara umat Muslim.

Melalui hijrah di zaman now, penting bagi umat Islam untuk mengedepankan pengembalian nilai-nilai persaudaraan dan persatuan Islam. Ini berarti mengaktifkan kembali nilai-nilai dasar Islam seperti tolong-menolong, saling pengertian, saling menghormati, keadilan, dan kebersamaan. Dalam persaudaraan Islam, setiap individu harus mengedepankan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama Muslim, serta berusaha untuk menjaga hubungan yang harmonis dan saling membangun.

Selain itu, penting juga untuk menekankan pentingnya persatuan dalam Islam. Umat Muslim perlu bersatu dalam menghadapi tantangan zaman now, baik itu dalam hal memerangi intoleransi, ekstrimisme, maupun dalam mempromosikan perdamaian dan keadilan sosial. Persatuan umat Muslim menguatkan posisi dan pengaruh mereka dalam masyarakat, serta memungkinkan mereka untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Dengan mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan Islam melalui hijrah di zaman now, umat Muslim dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan berdaya saing. Ini memerlukan kerja sama dan kolaborasi antara individu, kelompok, dan lembaga Islam dalam upaya mencapai tujuan bersama. Melalui hijrah yang dimaknai sebagai perubahan nilai-nilai dan tindakan nyata, umat Muslim dapat membawa pengaruh positif bagi masyarakat luas dan mewujudkan cita-cita Islam yang luhur.

Hijrah untuk diri

Inilah saatnya kita memanfaatkan momen hijrah sebagai sebuah peluang besar untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi. Sekarang adalah event hijrah terakhir yang akan menginspirasi dan memberikan semangat baru kepada kita semua. Jadi, mari kita bersama-sama menjalani perjalanan hijrah ini dengan penuh semangat dan tekad yang kuat!

Ketika kita berbicara tentang hijrah, jangan hanya melihatnya sebagai perpindahan fisik semata. Saatnya kita menggali hijrah dalam diri kita, menjauhkan diri dari kebiasaan negatif dan merangkul perubahan positif. Jadikanlah momen ini sebagai awal yang baru, di mana kita melepaskan diri dari sikap yang tidak produktif, memperbaiki kelemahan kita, dan membangun kelebihan yang ada dalam diri.

Jangan pernah meremehkan kekuatan hijrah dalam merubah hidup kita. Meskipun mungkin terkadang kita merasa ragu atau terbebani oleh kesalahan masa lalu, namun hijrah memberikan kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Jadikanlah momen ini sebagai panggilan untuk melangkah maju, mengubah pola pikir kita, dan menggali potensi terbaik dalam diri kita.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved