Luar Negeri

Perhatian! Bangladesh Dilanda Wabah Demam Berdarah, 7 Ribu Anak Terjangkit DBD: 176 Orang Meninggal

Pakar kesehatan Bangladesh mengatakan, penyakit itu telah mencapai proporsi "epidemi", meskipun pemerintah belum secara resmi mengumumkannya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Taufik Hidayat
Munir UZ ZAMAN / AFP
Pasien Bangladesh yang menderita demam berdarah menerima perawatan di Shaheed Suhrawardy Medical College and Hospital di Dhaka pada 3 September 2019. 

“Pemerintah juga harus menyatakan (tahun ini) sebagai epidemi dan mengambil tindakan yang tepat untuk menghentikan penyebarannya. Kalau tidak, akan semakin parah,” kata Nuruzzaman.

Baca juga: Kasus DBD Terus Meningkat, Tercatat Sebanyak 94.355

Pada 16 Juli, Asosiasi Medis Bangladesh, juga mendesak pemerintah untuk menyatakan wabah demam berdarah sebagai “darurat kesehatan masyarakat”.

Namun, Direktur Jenderal DGHS, Dr Abul Bashar Mohammad Khurshid Alam menilai masih terlalu dini untuk menyatakan demam berdarah sebagai epidemi di Bangladesh tahun ini.

“Untuk menyatakannya sebagai epidemi, kita perlu membenarkan beberapa kriteria lagi,”

“Saya rasa kita belum mencapai titik itu. Selain itu, tidak ada gunanya menciptakan ketakutan di antara orang-orang dengan menyatakannya sebagai wabah, ”kata Alam kepada Al Jazeera.

Ribuan Anak Terjangkit DBD

Media sosial di negara itu dipenuhi dengan akun penderitaan dan kematian dari seluruh bagian negara, terutama ibu kota Dhaka.

Anwara Ferdousi (76), pergi ke dokter di Dhaka's Square Hospital setelah mengalami demam selama dua hari.

“Saya diminta untuk melakukan tes demam berdarah dan saya melakukannya. Ketika saya pergi ke rumah sakit setelah dua hari dengan hasilnya, saya tidak bisa menemui dokter karena dia sendiri didiagnosis menderita demam berdarah.

Faktanya, dua dokter lagi dari lantai yang sama di rumah sakit juga tertular virus itu,” kata Ferdousi kepada Al Jazeera.

Para orang tua sangat mengkhawatirkan anak-anak mereka.

Data DGHS menyebutkan sebanyak 7.240 anak berusia di bawah 14 tahun telah terjangkit penyakit ini.

“Saya berhenti menyekolahkan putri saya karena beberapa teman sekelasnya sudah terinfeksi demam berdarah,” kata seorang wali murid, Rashed Jitu

“Sekolahnya telah mengeluarkan pemberitahuan kepada setiap orang tua untuk menggunakan lotion nyamuk pada anak-anak mereka. Ini sangat menakutkan.”

Dokter mengatakan demam berdarah sangat berbahaya bagi anak-anak yang lebih rentan terkena sindrom syok.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved