Minggu, 10 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Uniki, Pusat Literasi Komunitas Milenial

Uniki merupakan sebuah lembaga pendidikan di bawah payung Yayasan Kebangsaan Bireuen dan Yayasan Bina Bangsa Lhokseumawe.

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. RITA MEUTIA, S.E., M.Si, Ak., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), melaporkan dari Kota Juang, Bireuen 

Program khusus sekaligus andalan Uniki adalah  mahasiswanya disantrikan. Ini merupakan kontemplasi dan bandingan di mana kita lihat sekarang sudah mulai langka ilmuwan yang menguasai ilmu agama.  Uniki ke depan ingin menghasilkan sarjana yang sujana di mana mereka memiliki ilmu di bidang spesialisasinya, serta taat dan santun terhadap agamanya.

Selama mondok di rusunawa, mereka dididik menjadi mahasiswa plus dengan mata kuliah pendidikan agama sebanyak 8 satuan kredit semester (SKS).

Mereka nyantri dan dibimbing oleh delapan guru pamong yang terdiri atas ustaz/ustazah yang didatangkan dari luar serta dari kalangan dosen Uniki, khususnya dosen yang berlatar belakang ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI). Ketika lulus nantinya mereka diharapkan akan dapat dijadikan sebagai model atau contoh lulusan yang memiliki karakter mumpuni.

Pesantren mahasiswa yang digembleng dalam rusunawa berlantai tiga, memiliki 60 kamar tersebut mampu menampung 240 santri. Setiap malam mereka melakukan pengajian Al-Qur’an dan pendalaman agama Islam hingga shalat  subuh berjamaah.

Berbagai aktivitas religi yang dilakukan di Uniki, diharapkan menjadi benteng ketahanan kaum milineal terhadap pengaruh negatif dari lingkungan yang dihadapi.

Kebijakan mulia yang diterapkan kampus membuat para orang tua wali berlomba-lomba agar anaknya dapat diterima dalam program khusus tersebut. Di mana penerapan  pendidikan yang dilakukan Uniki menjadi model yang sangat cocok diterapkan di Aceh yang menjalankan syariat Islam.

Pendidikan ilmu umum yang dikolaborasikan dengan ilmu agama atau disebut sebagai “pesantren mahasiswa” yang diterapkan Uniki, seharusnya dilaksanakan juga oleh perguruan tinggi lain yang ada di Aceh.

Momentum pemberlakuan Kampus Merdeka yang diberi peluang untuk melengkapi kurikulum telah diupayakan maksimal oleh Uniki untuk memasukkan program pesantren mahasiswa secara optimal sebagaimana ketentuan kurikulum nasional.

Langkah maju yang dilakukan kampus kecintaan kaum milenial tersebut, sangat diapresiasi oleh pemerintah daerah serta para ulama.

Keunikan pengelolaan di Uniki juga  terlihat dalam pembagian tugas yaitu rektorat menjalankan urusan akademik, sedangkan  yayasan merawat dan memelihara aset,  serta dewan pembina yayasan melakukan pengadaan serta pembangunan fisik. Kolaborasi yang begitu indah dapat mempercepat pengembangan kampus kebanggaan masyarakat Bireuen ini. Hal tersebut ditandai dengan minat calon mahasiswa untuk kuliah di kampus milenial tersebut terus meningkat pesat.

Dalam waktu tiga tahun, Uniki sudah memiliki hampir lima ribuan mahasiswa yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Untuk kampus swasta di Aceh yang baru, jumlah tersebut merupakan prestasi luar biasa. Kampus ini tidak membatasi usia mahasiswa yang ingin kuliah, umur berapa pun diterima. Tapi uniknya, yang paling banyak mendaftar sebagai mahasiswa baru di Uniki adalah mereka yang baru lulus SMA, MA, dan SMK. Fakta ini menunjukkan bahwa Uniki merupakan kampus yang diminati kaum milenial.

Belakangan, di Uniki sudah diresmikan pula Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Uniki. Melalui wadah ini minimal sebulan sekali dilakukan latihan kepenulisan atau kelas literasi yang diasuh oleh guru-guru andal dari FAMe. Sebelumnya sudah dibentuk pula UKM Jurnalistik sehingga Uniki telah melahirkan kader-kader yang bagus penguasaan literasinya dan terus berpacu menuju Kampus Pusat Literasi Komunitas Milenial di Aceh.

Semoga Allah senantiasa meridai langkah positif yang dilakukan para pengelola Uniki.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved