Opini

Eksistensi Guru dalam Era AI

Guru adalah sosok yang memiliki peran sentral dalam sistem pendidikan. Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga berperan

Editor: mufti
IST
Faisal ST, Kepala SMK Negeri 1 Julok, Ketua IGI Aceh Timur dan Tim Pengembang IT GTK Disdik Aceh 

Faisal ST, Kepala SMK Negeri 1 Julok, Ketua IGI Aceh Timur dan Tim Pengembang IT GTK Disdik Aceh

PERKEMBANGAN teknologi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi AI telah memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dalam konteks ini, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana eksistensi guru dapat dipertahankan dan diintegrasikan dalam era AI yang semakin berkembang pesat.

Guru adalah sosok yang memiliki peran sentral dalam sistem pendidikan. Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga berperan sebagai pembimbing, motivator, dan inspirator. Guru membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, kognitif, dan emosional, serta membantu mereka menjadi individu yang produktif serta dapat berkontribusi dalam masyarakat. Namun, dengan perkembangan teknologi AI, kita khawatir bahwa peran guru dapat tergantikan oleh mesin.

AI dapat memproses, menganalisis, menyajikan informasi secara cepat dan akurat. Sistem pembelajaran berbasis AI dapat memberikan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah guru masih relevan dan apakah keberadaan mereka tetap diperlukan dalam pendidikan masa depan.

Namun, meskipun kemajuan AI memberikan kontribusi besar dalam memperkaya pengalaman pembelajaran, peran guru tetaplah penting, tidak dapat digantikan oleh teknologi. Hubungan manusiawi antara guru dan siswa memainkan peran krusial dalam proses pendidikan. Guru mampu membentuk ikatan emosional, memberikan dukungan, dan memahami kebutuhan individual siswa, hal ini sulit dicapai oleh AI yang memiliki keterbatasan dalam membangun hubungan manusiawi yang dalam.

Selain itu, guru memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan sosial dan karakter siswa. Mereka membantu siswa memahami nilai-nilai, etika, dan moralitas. Keterampilan ini sulit dipelajari melalui AI karena membutuhkan interaksi langsung, diskusi, dan pengalaman nyata yang hanya dapat diberikan oleh guru.

Guru juga memiliki peran penting dalam mengintegrasikan konteks sosial dan budaya ke dalam pengalaman belajar siswa. Mereka membantu siswa memahami konteks lokal, nilai-nilai budaya, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan yang sulit diotomatiskan, seperti kreativitas, pemecahan masalah kompleks, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi, juga merupakan hal yang diajarkan oleh guru.

Melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan tantangan nyata, guru membantu siswa belajar bagaimana berpikir secara kritis, beradaptasi, dan berinovasi. AI mungkin dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat, namun keterampilan ini membutuhkan bimbingan dan interaksi langsung yang hanya dapat diberikan oleh guru.

Selain itu, guru juga memiliki peran dalam mengawasi dan mengevaluasi kemajuan siswa. Mereka mampu melihat dan memberikan umpan balik yang spesifik terhadap kekuatan dan kelemahan siswa. Guru tidak hanya melihat aspek akademik, tetapi juga aspek non-akademik seperti kemampuan interpersonal, kepercayaan diri, dan sikap siswa.

Pemanfaatan teknologi AI dalam pendidikan, penting untuk melihatnya sebagai alat bantu, bukan pengganti guru. Integrasi AI dengan peran guru dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkaya pengalaman siswa, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung dan kompleks.

Guru tetap menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan pengetahuan yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk karakter, memberikan dukungan emosional, dan mengembangkan keterampilan yang tidak dapat diotomatiskan.

Tantangan

Tantangan Artificial Intelligence (AI) bagi dunia pendidikan telah menjadi topik yang semakin relevan dan penting. Kemajuan teknologi AI membawa konsekuensi yang signifikan dan perubahan paradigma dalam cara kita belajar dan mengajar. Meskipun terdapat berbagai manfaat yang dihasilkan oleh penggunaan AI dalam pendidikan, tantangan-tantangan yang harus dihadapi juga tidak dapat diabaikan.
Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah keterampilan pengajaran guru. Penggunaan AI dalam pembelajaran mengharuskan guru untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang diperlukan untuk menggunakan teknologi ini secara efektif.

Guru harus terampil dalam mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum, merancang pengalaman pembelajaran yang relevan, memanfaatkan data yang dihasilkan oleh AI untuk memberikan umpan balik dan menyesuaikan instruksi. Tantangan ini menuntut pendidikan dan pelatihan yang sesuai bagi para pendidik, agar mereka dapat menguasai AI sebagai alat bantu yang efektif dalam proses pembelajaran.

Selain itu, etika dan privasi data menjadi tantangan penting dalam penggunaan teknologi AI di bidang pendidikan. AI mengumpulkan serta menganalisis data siswa untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang disesuaikan dan umpan balik yang personal. Namun, perlindungan privasi siswa dan manajemen data yang etis harus menjadi perhatian utama. Penting untuk memastikan bahwa data siswa diperlakukan dengan aman, digunakan hanya untuk tujuan pendidikan yang jelas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved