Kajian Islam

Begini Pandangan Buya Yahya Soal Panji Gumilang dan Al Zaytun : Cari Guru Jangan Terpesona Karisma

Buya Yahya menyamakan hal ini dengan mengidentifikasi uang asli – jika Anda tahu seperti apa uang asli, Anda tidak akan tertipu oleh uang palsu.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
YOUTUBE/AL BAHJAH TV
Buya Yahya memberikan pandangannya soal Panji Gumilang dan Al Zaytun. 

Begini Pandangan Buya Yahya Soal Panji Gumilang dan Al Zaytun : Cari Guru Jangan Terpesona Karisma

SERAMBINEWS.COM - Ulama Kharismatik Buya Yahya memberikan pandangannya soal Panji Gumilang, pemilik Pondok Pesantren Al Zaytun.

Nama Panji Gumilang masih menjadi perbincangan hingga saat ini karena pernyataannya yang kontroversial.

Panji Gumilang pun dilaporkan atas dugaan penistaan agama. Salah satunya ialah video saf salat Id bercampur baur antara laki-laki dan perempuan pada lebaran bulan April 2023 lalu.

Tak lama setelah dilaporkan, kini Panji Gumilang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Panji.

"Hasil dalam proses gelar perkara semua menyatakan sepakat untuk menaikkan Saudara PG menjadi tersangka," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/8/2023) malam dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Panji Gumilang jadi Tersangka, Bagaimana Nasib Santri Ponpes Al-Zaytun? Ini Kata Mahfud MD

Sosok Panji Gumilang yang menjadi kontroversi di masyarakat, seorang jamaah kemudian bertanya kepada Buya Yahya terkait pandangannya tentang hal ini.

"Tadi sudah disampaikan kita harus mengormati guru, bagaimana kalau gurunya itu seperti Panji Gumilang, apakan harus ke lain hati atau bagaimana," tanya seorang jamaah kepada Buya Yahya.

Menjawab hal tersebut, Buya Yahya memulai dengan menekankan pentingnya menghormati guru-guru dan keharusan untuk mematuhi ajaran yang benar dalam hal-hal yang berkaitan dengan akidah (keyakinan).

Buya mengatakan bahwa kebenaran telah jelas dalam islam, yaitu apa yang telah diajarkan oleh para guru yang dihormati, yaitu akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

Terkait dengan disebutnya Al Zaytun dan Panji Gumilang, tanggapan Buya Yahya sangat tegas.

"Bahwa terlepas dari ketenaran atau reputasi guru-guru tersebut, termasuk Panji Gumilang, kriteria utamanya adalah apakah mereka meneguhkan dan menguatkan akidah yang benar yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah , Asy‘ariyah?," kata Buya Yahya dilansir dari laman buyayahya.org.

Baca juga: Agar Keluarga Sakinah, Buya Yahya Anjurkan PASUTRI Lakukan 5 Kewajiban Ini dalam Rumah Tangga

Tak hanya itu, Buya Yahya juga menyarankan agar orang-orang tidak mudah terbawa atau terpesona oleh karisma seorang guru, terutama dalam hal-hal yang berhubungan dengan akidah.

Ia menyatakan bahwa tidak perlu sibuk mencari orang-orang semacam itu.

Sebaliknya, fokus haruslah pada keyakinan yang sudah mapan dalam masyarakat, yang mengikuti prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah, Asy‘ariyah.

Buya juga menegaskan bahwa siapapun, tidak peduli sehebat apapun mereka sebagai guru, harus dievaluasi berdasarkan apakah mereka memperkuat akidah yang benar atau tidak.

Buya Yahya dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak menyebut seseorang sebagai sesat, tetapi ia mendorong orang-orang untuk berhati-hati dan tidak mencari-cari guru yang mungkin tidak memperkuat pemahaman akidah yang sudah ada.

Buya Yahya menegaskan bahwa yang penting adalah akidah yang sudah diketahui dan diikuti oleh masyarakat, yaitu prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah, Asy‘ariyah.

Baca juga: Dituding Bekingi Ponpes Al-Zaytun, Eks Kepala BIN Hendropriyono: Tolong Hati-hati Buat Isu

Beliau menjelaskan bahwa orang-orang tidak perlu bingung dengan mencari berbagai pandangan ketika mereka sudah memahami esensi dari keyakinan mereka.

Buya Yahya menyamakan hal ini dengan mengidentifikasi uang asli – jika Anda tahu seperti apa uang asli, Anda tidak akan tertipu oleh uang palsu.

Lebih lanjut, Buya menekankan betapa pentingnya mematuhi seperangkat pedoman (rambu-rambu) dalam masalah akidah, dan menekankan bahwa pedoman ini disederhanakan untuk bisa diikuti dan dipahami oleh masyarakat umum.

Beliau menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud mengatakan bahwa orang-orang tidak mampu memahami masalah teologis yang lebih dalam, tetapi pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan jalan yang jelas menuju akidah yang benar bagi semua orang.

Sebagai kesimpulan, Buya Yahya menyatakan keyakinannya dalam kebenaran akidahnya dan kesiapannya untuk menjelaskan dan membela keyakinannya jika ditanya.

Ia menegaskan bahwa akidahnya lebih berharga daripada dirinya sendiri karena mewakili keyakinan yang kokoh.

Buya Yahya menegaskan kembali komitmennya pada prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah , Asy‘ariyah.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved