Berita Banda Aceh
Kunjungi Rumoh Manuskrip Aceh, Abiya Jeunieb Kagum Khazanah Peninggalan Ulama Aceh Masa Lalu
Abiya Jeunieb memenuhi undangan berkunjung ke Rumoh Manuskrip Aceh, di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Karya intelektual cendikiawan muslim Aceh di masa lalu dianggap lebih bernilai jika dibandingkan sekarang.
Namun, sayangnya khazanah kebudayaan Islam itu justru tidak dapat diakses oleh masyarakat umum lantaran masih ditulis di dalam bahasa Arab dan Arab Melayu.
"Ini perlu dipikirkan secara bersama-sama bagaimana agar ratusan naskah ini dapat diterjemahkan ke dalam bahasa kekinian untuk kemudian dibukukan dan dibagi-bagi ke seluruh dayah yang ada di Aceh," ujar salah satu ulama Aceh, Teungku Muhammad Yusuf atau akrab disapa Abiya Jeunieb, ketika memenuhi undangan berkunjung ke Rumoh Manuskrip Aceh, di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh, Kamis (10/8/2023) petang.

Kedatangan Abi Jeunib mendapat sambutan hangat dari Tarmizi A Hamid atau akrab disapa Cek Midi dan Filolog Aceh, Hermansyah.
Dalam kunjungan itu, pendakwah yang dikenal vokal dalam menyuarakan kepentingan Islam tersebut merasa kagum dengan koleksi-koleksi yang ada di Rumoh Manuskrip Aceh.
Baca juga: Rumoh Manuskrip Aceh Cek Midi Teken MoU dengan 4 Prodi Umuslim Bireuen
Sosok ulama muda ini bahkan sempat menghabiskan waktu hingga tiga jam untuk membuka satu persatu koleksi manuskrip yang kini disimpan dengan rapi di rumah pribadi Cek Midi tersebut.
Beberapa kitab yang turut mendapat perhatian Abiya Jeunieb, seperti manuskrip berisi tentang sejarah Aceh, budaya, maupun pendidikan Islam.
Dari sejumlah koleksi yang ada, Abiya Jeunib bahkan terkesima dengan mushaf Alquran bertinta emas terbitan abad ke-17 Masehi yang turut menjadi koleksi Cek Midi.
Beberapa manuskrip lain yang turut mendapat perhatian ulama ini seperti kitab Mir-atul Thullab, atau judul lengkapnya ialah Mir-atul Thullab fi Tas-hil al-Ma’rifat al-Ahkam wal Syari’ah lil Malik al-Wahhab karangan Syeikh Abdul Rauf bin Ali al-Jawi al-Singkili (1592-1693M).
Baca juga: Suami Istri Asal Abdya Meninggal Tabrakan di Nagan Raya, Anaknya Selamat
Abiya Jeunieb kepada Cek Midi mengaku kagum dengan karya-karya keilmuan tersebut yang menurutnya, apa yang dipikirkan oleh cendikiawan saat ini, ternyata terlebih dulu sudah dikaji dengan baik oleh ulama masa lalu di Aceh.
Salah satunya, dia mencontohkan, seperti penerapan sistem ekonomi syariah.
"Tinggal sekarang meramu kembali pemikiran-pemikiran ulama dulu, baik ekonomi syariah, baik kitab ibadah karangan Syekh Nuruddin al Ranirry dalam kitab As Shiratal Mustaqim, dan petuah-petuah untuk Aceh lainnya.
Hingga sekarang kita tidak mengetahui karena sumber primer dari peninggalan ulama ini sudah langka dan sulit ditemukan," kata Abiya Jeunib seperti disampaikan Cek Midi dalam siaran pers kepada Serambi, Jumat (11/8/2023).
Detak Rasa kagum yang tak terhingga terhadap khazanah budaya Islam tersebut turut membuat Abiya Jeunieb berkeinginan melakukan kajian rutin di Rumoh Manuskrip Aceh.
Baca juga: Kapolres Bireuen Sambangi Abiya Jeunieb dan Santuni Yatim
Dia berharap dengan kajian rutin tersebut pula dirinya akan dapat mengkaji satu persatu warisan ilmu yang ditinggalkan oleh ulama masa lalu, dan kemudian diteruskan kepada generasi sekarang ini.
Rumoh Manuskrip Aceh
Abiya Jeunieb
Peninggalan Ulama Aceh
Ulama Aceh Masa Lalu
Banda Aceh
Serambinews
PBAK Ditutup, Mahasiswa Baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh Khatam Quran, Gelar Zikir, dan Ikrar Bersama |
![]() |
---|
RSUD Meuraxa Banda Aceh ‘Pilot Project’ Program Pendidikan Dokter Spesialis |
![]() |
---|
Kisah Pemuda Lembah Seulawah, dari Ayam Guling Meraih Sarjana USK dan Sekolahkan Adik |
![]() |
---|
USK Wisudakan 3.132 Lulusan, 40 Persen Lulus Cumlaude |
![]() |
---|
Ketua FPMI Aceh Berkunjung ke SLBN Banda Aceh, Mengaku Terharu Ketika Melihat Semangat Murid |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.