Kesehatan

Gawat! Pulusi Udara Bikin Wajah Tampak Lebih Tua, dr Haekal Anshari Ungkap Alasannya

Polusi udara disebut-sebut menjadi penyebab seseorang tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SEHATNIA
Ilustrasi penuaan dini 

Gawat! Pulusi Udara Bikin Wajah Tampak Lebih Tua, dr Haekal Anshari Ungkap Alasannya

SERAMBINEWS.COM - Polusi udara ternyata tidak hanya berdampak buruk pada saluran pernapasan, tapi juga dapat membawa pengaruh buruk bagi kulit, salah satunya bikin penuaan dini dan wajah tampah lebih tua.

Ahli kesehatan yang berfokus pada sexologist dan Anti Aging, dr Haekal Anshari, M Biomed (AAM), mengungkapkan, polusi udara bisa berdampak pada kulit, di antaranya penuaan dini.

Polusi udara disebut-sebut menjadi penyebab seseorang tampak lebih tua dari usia sebenarnya. 

"Polusi udara dapat memicu penuaan dini. Tidak hanya meningkatkan risiko gangguan paru, jantung dan organ lainnya, tapi polusi udara menjadi penyebab beberapa masalah kulit hingga penuaan dini," kata dr Haekal Anshari di akun Instagramnya.

Seksolog praktisi Estetik dan Anti Aging Medicinie, dr Haekal Anshari M Biomed, mengungkap kurangnya waktu tidur pada seseorang berpengaruh pada gairah seksual. 
Seksolog praktisi Estetik dan Anti Aging Medicinie, dr Haekal Anshari M Biomed, (Instagram @dr.haekalanshari)

Lebih lanjut, dr Haekal Anshari yang juga host atau pembawa acara sebuah talkshow program hidup sehat di salah satu televisi swasta mengatakan, polusi udara umumnya berasal dari asap kendaraan, asap rokok, asap pabrik, hingga berbentuk partikel kecil yang disebut PM, nitrogen dioxide (NO2), dan bahan kimia seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).

Selain itu, radiasi ultraviolet (UV) juga dapat menyebabkan penuaan kulit dan pembentukan bintik pigmen.

Baca juga: Mau Kulit Sehat? Coba Rutinkan Puasa, Terbukti Bikin Awet Muda, Begini Penjelasan dr Haekal Anshari

Polusi udara merupakan risiko lingkungan yang berbahaya bagi kulit manusia karena dapat menyebabkan peradangan sehingga terjadi gangguan kulit dan munculnya tanda penuaan seperti kerutan dan pigmentasi.

Selain itu komponen polusi udara berinteraksi secara sinergis dengan sinar UV yang semakin meningkatkan dampak kerusakan pada kulit.

Menurut dr Haekal Anshari, kulit dapat terkena dampak polusi udara melalui 2 cara, yaitu secara langsung atau secara tidak langsung melalui paparan partikel polutan terhadap paru-paru yang selanjutnya dibawa oleh aliran darah ke kulit.

Paparan polusi udara terhadap kulit dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan DNA dan protein, peningkatan kadar ROS (senyawa radikal bebas yang sangat reaktif) dan peroksidasi lipid.

Hal ini menyebabkan peradangan yang mengganggu fungsi pelindung kulit sehingga muncul gejala kulit kering, gatal, pengelupasan, nyeri, bintik pigmentasi (noda kehitaman), keriput, dan dehidrasi kulit.

"Karena hubungan yang kuat antara peradangan dan penuaan secara biologis, maka paparan polusi udara terhadap kulit kemungkinan besar menyebabkan penuaan dini sel dan akibatnya terjadi penuaan kulit," imbuhnya.

Baca juga: Seksolog dr Haekal Anshari Wanti-wanti soal Torpedo Kambing, Mitos atau Fakta Bisa Dongkrak Libido?

Untuk mengatasi polutan ini sehingga mencegah penuaan dini pada kulit, dr Haekal Anshari menyarankan sejumlah upaya untuk melindungi kulit dari polusi udara, berikut diantaranya:

  1. Pertama dan terpenting adalah hindari paparan polusi udara.
  2. Gunakan tabir surya karena kulit terpapar polusi udara dan sinar UV secara bersamaan.
  3. Jangan mencuci kulit secara berlebihan karena berisiko merusak pelindung kulit serta homeostasis mikrobioma kulit,
  4. Gunakan filter udara dalam ruangan untuk membantu mengurangi beban polutan di udara dan kulit.
  5. Konsumsi makanan atau suplementasi antioksidan untuk melawan stres oksidatif seluler yang disebabkan oleh PM.
  6. Gunakan produk perawatan kulit yang melindungi pelindung kulit, meningkatkan mekanisme antioksidan, dan mengurangi peradangan akibat polusi udara.

Baca juga: 3 Alasan Rutin Bercinta Bikin Awet Muda, Bagaimana Bisa? Simak Penjelasan Seksolog dr Haekal Anshari

 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved