Breaking News

Demo Tolak PT BMU

Pendemo Sempat Segel Pintu Masuk Kantor Gubernur Aceh, Bakar Ban dan Minta Cabut Izin PT BMU

Mahasiswa UIN Ar Raniry Banda Aceh dan sejumlah paguyuban dari Kabupaten Aceh Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Aceh

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Para pendemo pada, Jumat (1/9/2023) pagi sempat melakukan penyegelan pintu masuk kantor Gubernur Aceh dan bakar ban. Dimana di pintu masuk tersebut ada spanduk bertuliskan “Kandang Ini Disita, Cabut Izin PT BMU” 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh dan sejumlah paguyuban dari Kabupaten Aceh Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis (31/8/2023) kemarin.

Demo mengatasnamakan Kesatuan Rakyat Aceh (KRA) itu juga sempat melakukan aksi bakar ban tepat di halaman lobi kantor tersebut.

Para demonstran datang kembali dengan tuntutan yang sama, yaitu ingin bertemu dengan Pj Gubernur Aceh.

Tak mendapat atensi dari Gubernur Aceh, kemudian sebagian dari pendemo itu bermalam di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Mereka sempat mendirikan tenda yang terbuat dari potongan kayu dan terpal di halaman kantor tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Masyarakat Kluet Raya Demo Tolak PT BMU di Depan Kantor Bupati Aceh Selatan

Terbaru, para pendemo kemudian pagi tadi melakukan penyegelan pintu masuk kantor Gubernur Aceh.

Dimana di pintu masuk tersebut, bertuliskan “Kandang Ini Disita, Cabut Izin PT BMU”. 

Penyegelan itu sendiri tidak berlangsung lama.

Pantauan Serambinews di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB menjelang waktu Jumat, para pendemo melepas spanduk yang dipajang di pintu masuk tersebut.

Baca juga: Resmi! Pertamina Naikkan Semua Jenis BBM Non-Subsidi, Pertamax Naik Rp 900, Ini Harga BBM Terbaru

Namun, saat dilakukan penyegelan, mereka juga sempat melakukan pembakaran dua ban yang diletakkan di depan pintu gerbang.

Koordinator Aksi, Aldi Ferdian mengatakan, penyegelan itu dilakukan lantaran, menurut mereka untuk apa adanya aktivitas di dalam kantor tersebut, namun persoalan PT BMU tidak mampu diselesaikan.

"Iya bang, karna hari ini jumat, kami balek dulu. Tapi belum ada kepastian untuk kembali hari ini, tapi untuk selanjutnya pasti akan ada aksi yang terus berlanjut sampai izin PT BMU di cabut,” kata Aldi kepada Serambi, Jumat (1/9/2023).

Baca juga: Polisi Tetapkan Lima Tersangka dalam Kasus Runtuhnya RS Regional Aceh Tengah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved