Kasus Imam Masykur

Korban Praka RM Diyakini Bukan Hanya Imam Masykur, Korban Lainnya Diminta Melapor

"Feeling saya begitu (lebih dari sekali). Karena itu memang peluang bagi siapa saja yang memanfaatkan kondisi ini untuk memeras dan meminta tebusan.

|
Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) Jakarta, H Muslim Armas. 

"Feeling saya begitu (lebih dari sekali). Karena itu memang peluang bagi siapa saja yang memanfaatkan kondisi ini untuk memeras dan meminta tebusan. Makanya kita meminta korban-korban lainnya melapor," kata Muslim Armas.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tindakan anggota Paspampres Praka RM yang menculik, memeras, dan menyiksa pedagang obat ditengarai tidak hanya dilakukan terhadap almarhum Imam Masykur

Pelaku diyakini telah melakukan tindak kejahatannya itu lebih sekali dan yang terakhir dilakukan hingga merenggut nyawa Imam Masykur, membuka tabir dari aksi premanisme oknum TNI tersebut.

Jika memang benar bahwa Praka RM telah melakukan kejahatannya lebih kepada satu orang, maka diminta kepada para korban lainnya untuk segera melapor kepada pihak berwenang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) Jakarta, H Muslim Armas usai mengisi podcast di Studio Serambinews TV, Rabu (13/9/2023) malam.

"Feeling saya begitu (lebih dari sekali). Karena itu memang peluang bagi siapa saja yang memanfaatkan kondisi ini untuk memeras dan meminta tebusan. Makanya kita meminta korban-korban lainnya melapor," kata Muslim Armas.

Tujuannya kata Muslim Armas, untuk memperberat hukuman pelaku. 

"Dalam proses hukum itu, hukuman pelaku akan lebih berat jika pelaku sudah melakukan berulang kali kejahatan itu.

Baca juga: Babak Baru Menuju Keadilan Kasus Imam Masykur

Kalau korban dia 100 orang dia sudah dapat sekian miliar. Dari sisi jumlah uang dan jumlah korban pasti akan memperberat hukuman dia nanti, makanya kita minta korban lainnya untuk melapor," ujarnya.

Selain untuk memberatkan hukuman pelaku, dengan adanya laporan dari korban lainnya, bisa mengabarkan ke pemuda Aceh di Jakarta atau di mana saja agar tidak mencoba-coba masuk dalam circle itu. 

"Kan bisa dilihat nanti sudah banyak korban, jadi kalau melakukan hal sama, juga bisa jadi korban. Tujuan besar kita sebenarnya imbauan kepada pemuda Aceh dan pemerintah harus menutup peredaran obat ini," ujarnya.

Muslim Armas juga mengatakan, sebenarnya banyak pemuda dan warga Aceh yang sukses pada karir dan usahanya di ibu kota. 

Bahkan, katanya, jumlahnya lebih banyak. 

Ditanya Serambi, jika 1 hingga 200 orang pemuda Aceh di Jakarta, berapa banyak pemuda yang terlibat dalam bisnis ilegal itu? 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved