Prof Sugianto Dikukuhkan Jadi Guru Besar FP USK, Begini Sosok dan Kisah Perjalanan Kariernya

Prof Sugianto bakal dikukuhkan sebagai Guru Besar FP USK pada Rabu (20/9/2023). Begini sosok dan kisah perjalanan kariernya.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Sugianto bakal dikukuhkan sebagai Guru Besar FP USK pada Rabu (20/9/2023). Begini sosok dan kisah perjalanan kariernya. 

Meski demikian perjalanan tidaklah mudah, Sugianto mesti menjalani kuliah tanpa pembiayaan penuh dari keluarganya karena kondisi ekonomi saat itu sedang sulit.

Tak mau menyerah, dia pun bekerja paruh waktu sambil kuliah. Bahkan dia selalu menghabiskan masa liburan kuliahnya untuk bekerja di perkebunan keluarganya.

Ia bekerja di perkebunan milik abangnya, Samin, agar dapat mengumpulkan uang untuk menutupi biaya hidupnya di Banda Aceh.

Sugianto dalam menempuh pendidikan juga mendapat bantuan dari teman-teman dekatnya, seperti sahabat karibnya Almarhum Akhyar Nurdin.

Saat itu almarhum Akhyar mengajak Sugianto untuk tinggal di rumahnya.

Meski di rumah teman, Sugianto tidak mau tinggal diam. Ia juga turut membantu usaha orang tuanya.

Berkat bantuan dari banyak pihak, Sugianto dapat terus melanjutkan studinya di USK sampai selesai.

Baca juga: Profil Ova Emilia Rektor UGM 2022-2027, Profesor Pertama Bidang Pendidikan Kedokteran di Indonesia

Baca juga: Kampus Pertama di Aceh, Rektor Launching Program Wakaf Ar-Raniry! Manfaatnya Bisa Bantu Biaya Kuliah

Titik Terang pun Tiba

Situasi sulit yang dihadapi Sugianto sedikit demi sedikit berangsur mereda di akhir-akhir masa perkuliahannya.

Pada dua semester terakhir, dia mendapat beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID) dengan perjanjian setelah tamat akan menjadi dosen di USK.

Sekalipun hal ini bertolak-belakang dengan cita-cita masa kecilnya untuk menjadi manajer perkebunan, tetapi kecintaannya pada dunia akademik mulai tumbuh.

"Saya semakin yakin dan memantapkan dirinya menjadi seorang akademisi," ucap Prof Sugianto.

Di beberapa semester terakhir, ia juga mendapat pekerjaan paruh waktu di kampus USK.

Salah satunya menjadi Asisten Laboratorium Biokimia di Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam USK pada periode 1986-1990.

Selain itu, ia juga turut serta dalam beberapa proyek dosen dan penelitian dosen seperti proyek pembinaan transmigrasi di Patek, Aceh Jaya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved