Opini
Hamas, Nightmare untuk Israel
PADA tanggal 7 Oktober 2023, Kelompok Pejuang Hamas melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel melalui Jalur Gaza. Hamas menyebut operasi ini
Terakhir, semua masyarakat, terutama di wilayah Jalur Gaza dan sekitarnya harus dievakuasi secara terorganisir. Mengingat IDF akan segera memulai operasi militer terbesarnya di Jalur Gaza, yang kemungkinan besar akan memakan korban jiwa di kedua belah pihak.
Efek domino Amerika
Ketika Israel membalas, kemungkinan perang regional yang lebih luas akan terjadi dan menuntut lebih banyak perhatian Biden. Biden pasti akan memiliki lebih sedikit frekuensi untuk fokus pada China. Hal ini terjadi karena perhatian pemerintahan Biden juga sudah teralihkan dengan perang Ukraina.
Poin lainnya yang bakal membuat frustasi Biden adalah upaya membantu Israel untuk membangun hubungan diplomatik, ekonomi, dan hubungan lainnya dengan negara-negara Arab diperkirakan terancam gagal. Israel telah mencapai kesepakatan normalisasi diplomatik dengan Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Maroko. Ada banyak insentif, termasuk ekonomi untuk mencapai kesepakatan tersebut, termasuk dengan Arab Saudi.Menurut seorang pejabat senior pemerintahan Biden, kesepakatan normalisasi negara-negara Arab dengan Israel juga diikuti oleh otoritas Palestina yang berafiliasi dengan Tepi Barat. Pada dasarnya negara Arab tidak akan pernah terlibat dalam proses apa pun yang berkaitan dengan normalisasi hubungan dengan Israel, jika tidak ada negara Palestina. Namun nasibnya mungkin terpengaruh oleh pertempuran kali ini. Ada pertanyaan tentang "Siapa yang akan memerintah Gaza jika Hamas kalah?"
Bagi Amerika Serikat, segala hal yang bisa membawa ketenangan di Timur Tengah, akan disambut baik jika alasannya mempengaruhi kebijakan mulai dari kontraterorisme hingga energi. Terutama selama Amerika bisa meredam atau menghambat meningkatnya pengaruh China di Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rizqan-Kamil.jpg)