Rohingya Terdampar di Bireuen

Pengungsi Rohingya Ketuk Rumah Warga Peudada Bireuen Diduga Bukan Terdampar, Ini Identitasnya

Para pengungsi etnis Rohingya yang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (16/10/2023) mengetuk rumah warga Matang Pasi Peudada, Bireuen

|
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Para pengungsi etnis Rohingya yang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (16/10/2023) mengetuk rumah warga Matang Pasi Peudada, Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen  

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Para pengungsi etnis Rohingya yang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (16/10/2023) mengetuk rumah warga Matang Pasi Peudada, Bireuen.

Lokasinya berjarak sekitar 2 KM arah utara Kantor Camat Peudada Bireuen.

Mereka diduga bukan terdampar, tapi diturunkan dari boat.

“Sekitar pukul 01.00 WIB, dinihari ada suara boat, kami warga kebetulan belum melaut karena ombak besar.

Paginya sudah dapat laporan, ada orang jalan kaki menyusur pantai ke desa kami dan mengetuk rumah warga,” ujar beberapa warga setempat  di lokasi penampungan sementara komplek Balai Pengajian Miftahul Jannah, Desa
Matang Pasi Peudada.

Bahkan, menurut warga, mereka tidak basah, hanya bagian lutut ke bawah saja yang b basah, sedangkan lainnya biasa saja.

Baca juga: BREAKING NEWS - Puluhan Rohingnya Mendarat di Bireuen, Pagi-pagi Ketuk Rumah Warga

“Kalau mereka mengaku boat tenggelam dipastikan mereka basah, wajah kusut, rambut tidak menentu, ini sepertinya diturunkan di kawasan pesisir desa kami.

Namanya, tamu tetap kami layani dengan baik apalagi
mereka orang susah,” kata beberapa warga lainnya.

Amatan Serambinews.com di lokasi penampungan sementara, kaum laki-laki di satukan pada satu balai, anak-anak bersama kaum ibu di balai lainnya.

Baca juga: Haji Uma Wisuda Sarjana Ilmu Politik di UNAS, Raih Predikat Cumlaude, Ditawarkan Jadi Dosen Praktisi

Tas bawaan terlihat disudut balai, beberapa diantara mereka sedang sarapan bantuan warga. 

Kedatangan tamu jauh disambut warga dan diarahkan ke meunasah desa setempat.

Informasi diperoleh Serambinews.com, mereka diduga diturunkan di pinggir laut dengan sebuah boat, mereka diarahkan ke pinggir pantai dan langsung ke rumah rumah warga dengan memberi salam.

Baca juga: Kakek Meninggal di Rumah Tanpa Diketahui Istri, Kondisi Sudah 3 Hari: Ternyata Tidur Beda Kamar

Keterangan sementara dari salah seorang pengungsi saat ditanyakan Kapolres Bireuen, Pj Bupati Bireuen,
 yang bernama Abdullah Ahmad (26), rombongan tersebut berangkat dari dari camp Bangladesh pada  tanggal 20 September 2023.

Mereka tiba di pinggir pantai Desa Matang Pasie pada tanggal 16 Oktober 2023 pukul 06.15 WIB dan boat yang mereka tumpangi tenngelam dan tidak bisa digunakan lagi.   

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved