Berita Nasional
OPM Klaim Serang Pos TNI dan Bakar Ekskavator, Begini Tanggapan Dandim Maybrat
TNPB-OPM Kodap IV Sorong Maybrat, mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran ekskavator di Ayata dan mengaku telah menyerang Pos TNI
OPM Klaim serang pos TNI dan bakar ekskavator, Begini Tanggapan Dandim Maybrat
SERAMBINEWS.COM - TPNPB-OPM masih mengklaim atas aksinya di wilayah Papua termasuk di Provinsi Papua Barat Daya.
Informasi terbaru adalah klaim dari TPNPB-OPM yang mengaku serang pos TNI dan bakar ekskavator.
Pihak TNI pun bereaksi atas klaim pihak TPNPB-OPM yang menyebar luar di media.
Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Yohanes Andi Wibowo membantah terkait klaim TPNPB-OPM menembak satu prajurit TNI di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat.
Sebelumnya, TNPB-OPM Kodap IV Sorong Maybrat, mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran ekskavator di Ayata.
Tak hanya itu, penyerangan terhadap pos TNI merupakan bagian dari upaya menggagalkan peringatan sumpah pemuda, pada Sabtu (28/10/2023) kemarin.
Baca juga: Letkol Inf Tamami Dibacok Praka DRB, Dansatdik Secata Rindam XVII Kasuari Terima 12 Jahitan
Mendengar hal itu, Yohanes membantah terkait adanya penyerangan serta klaim TPNPB-OPM menembak anggota TNI.
"Soal TPNPB-OPM menembak pos dan kendaraan TNI di Ayata, Maybrat, kemarin semua itu hoaks," ujar Yohanes kepada TribunSorong.com, Minggu (29/10/2023).
Ia mengaku, hingga kini tidak ada anggota TNI di pos pengamanan yang gugur lewat klaim serangan oleh TPNPB-OPM di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Menurutnya, momen pembakaran ekskavator hanya dimanfaatkan oleh para pihak agar mencari panggung di Maybrat.
Baca juga: Kapolsek Bungaraya AKP Selamet Dicopot dari Jabatan, Buntut Bawa Tahanan Korupsi Pelesir ke Kebun
"Informasi penembakan anggota TNI dan lainnya semuanya tidak ada, hanya hoaks dari para pihak itu," katanya.
Melihat hal tersebut, Yohanes meminta agar warga tak panik dan takut, tetap melakukan aktivitas di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat, seperti bisanya.
Tambah pasukan
Jajaran Polda Papua Barat mengirim personel tambahan untuk mempertebal pengamanan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Penebalan personel tersebut berkaitan dengan adanya peristiwa pembakaran ekskavator dan penembakan di Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah, Maybrat.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, terkait peristiwa itu pihak telah koordinasi dengan Pangdam XVIII/Kasuari di Manokwari.
Baca juga: Gumpalan Daging Busuk Terdampar Gegerkan Papua Nugini, Bentuknya Mirip Duyung, Makhluk Apa?
"Saya sudah berangkatkan pasukan saya ke sana (Maybrat), semoga orang tak dikenal atau OTK secepatnya terungkap," ujar Silitonga di Aimas, Sabtu (28/10/2023).
Jenderal bintang dua asal Sumatera Utara itu meminta, masyarakat di Kampung Ayata dan lainnya agar tak takut terkait kasus ini.
Ia menduga, masyarakat setempat mengetahui pelaku di balik kejadian pembakaran ekskavator pada lokasi pembangunan Puskesmas Aifat.
"Kalau informasi personel menjadi korban hingga kini belum ada dan kita belum monitor kejadian tersebut," katanya.
Baca juga: OPM Akui Jadi Dalang Penyerangan Pos Marinir di Yahukimo, Sebby Sambom Klaim Tewaskan 5 TNI
Kejadian pembakaran ekskavator diduga dilakukan oleh orang yang tak senang dengan adanya fasilitas kesehatan di sana.
Hanya saja, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan terkait pelaku di balik pembakaran dan penembakan di Ayata.
"Saya memang tambah personel ada sekitar satu regu yang digeser ke Maybrat agar mempertebal keamanan," ucapnya.
Olah TKP
Sebelumnya, Polres Maybrat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lokasi pembakaran ekskavator di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Kejadian di Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah, Maybrat itu sekira pukul 05.00 WIT, Jumat (27/10/2023).
Kapolres Maybrat Kompol Ruben Kabarek mengaku, saat berada di lokasi jajaran langsung menggelar olah TKP di lokasi.
"Jadi memang benar ada pembakaran ekskavator di lokasi pembangunan Puskesmas Aifat, Maybrat," ujar Ruben kepada TribunSorong.com via telpon.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram Senin 30 Oktober 2023
Setelah melakukan olah TKP, pihaknya langsung mengarahkan pemilik ekskavator agar membuat laporan polisi di polres.
Ia mengaku, dugaan sementara adalah pembakaran ekskavator, namun terkait motif lain hingga kini masih didalami.
"Kami sudah ambil keterangan dari pemilik ekskavator dan beberapa masyarakat, serta mereka siap bantu proses ini," katanya.
Tak hanya itu, masyarakat mengaku tak akan keluar dari Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
"Kalau dugaan penembakan memang tadi ada namun berapa bunyinya itu tidak pasti berapa kali, dan dibalas dari pos," ucapnya.
Hingga kini, pihaknya pun masih terus menyelidiki akar persoalan pembakaran ekskavator dan penembakan di lokasi.(tribunsorong.com/safwan ashari)
Baca juga: Biaya Per-KWh Tarif Listrik Oktober-Desember 2023, Pelanggan Pascabayar dan Prabayar Harus Tahu Ini
Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Klaim Tembak Aparat TNI di Ayata, Dandim Maybrat Sebut TPNPB-OPM Manfaatkan Situasi,
TPNPB
OPM
serang pos TNI
pembakaran ekskavator
bakar ekskavator
Sorong
Papua Barat Daya
Dandim Maybrat
Serambinews
Aksi Geruduk Mako Brimob Depok Dibalas Gas Air Mata, Massa Ngamuk Bakar Pos Polisi |
![]() |
---|
Jakarta Membara, Massa Bakar 7 Halte dan 7 Gerbang Tol, Transportasi Lumpuh |
![]() |
---|
Driver Ojol Tewas Dilindas Buat Rakyat Marah, Demo Bentrok di Berbagai Daerah, 3 Nyawa Melayang |
![]() |
---|
LAZ PERSIS Raih 2 Penghargaan Bergengsi di 2025, Buktikan Akuntabilitas dan Inovasi Pengelolaan Dana |
![]() |
---|
Sampaikan Duka Mendalam, Menag Doakan Pengemudi Ojol Affan Kurniawan Termasuk Syuhada |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.