Opini

Mengenal Metode Terapi Akupunktur

Tujuan Akupunktur Medik mencakup pemeliharaan kesehatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan penyakit. Akupunktur telah dipraktikkan di Tiongkok sej

Editor: mufti
IST
dr Putri Ade Meuratana Sp Ak, Dokter Spesialis Akupunktur Medik RSUDZA 

dr Putri Ade Meuratana Sp Ak, Dokter Spesialis Akupunktur Medik RSUDZA

ILMU kedokteran semakin berkembang dan banyaknya riset ilmiah. Maka saat ini bermacam metode terapi dapat dijadikan sebagai pilihan, salah satunya adalah Akupunktur Medik. Akupunktur Medik adalah cabang ilmu kedokteran yang menstimulasi titik-titik akupunktur di seluruh tubuh dengan menggunakan ilmu kedokteran seperti anatomi, fisiologi, patologi, biokimia, dan sebagainya.

Tujuan Akupunktur Medik mencakup pemeliharaan kesehatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan penyakit. Akupunktur telah dipraktikkan di Tiongkok sejak lebih dari 5.000 tahun yang lalu berupa akupunktur klasik/tradisional, yang merupakan bagian dari Traditional Chinese Medicine (TCM). Tahun 1970-an Akupunktur Medik mulai dikembangkan dan cukup populer di Amerika dan Eropa.

Tahun 1991 Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui akupunktur untuk diterapkan sebagai metode pengobatan dalam sistem kesehatan tiap titik pada permukaan tubuh yang peka rangsang, memiliki tahanan listrik yang lebih rendah, serta kepadatan jaringan saraf lebih tinggi. Bagian tubuh yang biasanya diakupunktur adalah kulit kepala, daun telinga, wajah, daerah batang tubuh, anggota gerak atas dan bawah.

Pemilihan titik akupunktur oleh dokter berkompeten dilakukan sesuai kebutuhan, Jadi akupunktur tidak menusukkan ke semua titik akupunktur, jangan kaget kalau dokter akupunktur hanya menusukkan 2 atau 3 titik akupunktur saja karena ingin mencapai efek yang diinginkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko.

Metode baru

Berbagai modalitas telah dikembangkan hingga saat ini. Kalau dulu kita mengenal pengobatan akupunktur menggunakan jarum yang berukuran besar, menimbulkan nyeri dan moksibusi (pembakaran moksa atau daun mogwart di dekat kulit atau di atas jarum). Saat ini metode-metode baru telah banyak dikembangkan seperti jarum akupunktur lebih halus dan tipis (hanya seperempat diameter jarum jahit atau jauh lebih kecil dari jarum suntik) sehingga tidak menimbulkan nyeri yang sangat pada pasien.

Jarum yang dipakai juga steril, jarum dibuka dari kemasan ketika hendak ditusukkan ke pasien, jarum hanya sekali pakai dan tidak disterilkan lagi, jadi jarum yang sudah dipakai langsung dibuang ke limbah infeksius untuk diolah di rumah sakit sehingga pasien terhindar dari penyakit infeksi menular.

Laserpunktur (penggunaan laser pada titik akupunktur tanpa menimbulkan nyeri dan memiliki rasa yang nyaman), tanam benang pada titik akupunktur guna mengobati penyakit atau untuk kecantikan yang benangnya dapat diserap oleh tubuh, serta penggunaan sonopunktur (alat ultrasound yang memiliki panjang gelombang tertentu tanpa sensasi nyeri untuk pengobatan dan kecantikan) dapat dipilih sebagai modalitas terapi saat ini.

Akupunktur juga dapat dibarengi dengan pengobatan dari dokter spesialis lain, dalam artian pasien yang mendapatkan obat-obatan dapat melakukan akupunktur tanpa harus menghentikan obat yang diminum atau dipakai. Akupunktur juga dapat sebagai penunjang terapi bila akupunktur digunakan bersamaan dengan obat-obatan maka dapat meredakan efek samping obat yang mungkin timbul, dan menopang kerja obat lebih efektif dan efisien, serta dapat mengurangi angka kekambuhan penyakit yang diderita pasien.

Saat ini dokter spesialis akupunktur medik telah melakukan beberapa kolaborasi dengan dokter spesialis lain di RSUDZA guna membantu mempercepat pemulihan dan pemulangan pasien. Namun untuk saat ini biaya belum ditanggung oleh BPJS.

Terapi aman

Siapa saja orang yang dapat dilakukan akupunktur? Semua usia dari bayi hingga usia lanjut boleh mendapatkan terapi akupunktur. Bahkan akupunktur aman untuk pasien hamil, melahirkan, menyusui dan penyakit berat seperti kanker stadium lanjut asalkan dilakukan oleh dokter spesialis akupunktur.
Bagaimana pun setiap terapi memiliki risiko serta efek samping, begitu juga terapi akupunktur. Risiko yang paling ringan yaitu kulit membiru di bekas tusukan karena pecahnya pembuluh darah di bawah kulit, akan tetapi dapat hilang dalam beberapa hari. Selain itu, mungkin akan ada rasa tidak nyaman ketika jarum menembus kulit yang dapat segera reda.

Infeksi mungkin dapat terjadi akan tetapi sebelum melakukan tindakan akupunktur dokter spesialis akupunktur melakukan tindakan asepsis dan antisepsis dengan mencuci tangan dan memakai alkohol swab pada area yang akan ditusukkan jarum. Tempat tidur dan bantal dipastikan juga bersih untuk setiap pasien dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke bed dan bantal pasien. Segera beritahukan kepada dokter jika pasien phobia jarum (takut jarum) jadi dokter spesialis akupunktur akan memilih metode selain penggunaan jarum untuk terapi.

Terapi akupunktur dilakukan biasanya 1-2 kali per minggu, tergantung kondisi tubuh dan penyakitnya. Satu seri pengobatan terdiri atas 6 hingga 12 kali terapi dan bila diperlukan dapat dilanjutkan dengan seri berikutnya. Lamanya terapi bervariasi ada yang tusuk langsung cabut, ataupun lebih dari 2 jam tergantung diagnosis dan efek yang ingin dicapai. Biasanya lama waktu berkisar antara 15-30 menit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved