Jurnalisme Warga
Menikmati Pesona Wisata Tersembunyi di Lokop
Dengan mengelola Lokop lebih baik, baik pemerintah daerah maupun masyarakat setempat dapat meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan manfaat ekono
FAISAL, S.T., Kepala SMKN 1 Julok dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Aceh Timur, melaporkan dari Lokop, Aceh Timur
Aceh Timur merupakan daerah di timur Provinsi Aceh yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Kabupaten ini memiliki daya tarik yang masih tersembunyi dari lirikan wisatawan. Salah satu tempat yang menawarkan pesona alam yang belum banyak dijelajahi orang di kawasan ini adalah Lokop, ibu kota Kecamatan Serba Jadi. Potensi wisata alamnya sangat menjanjikan.
Jarak ke Lokop dari ibu kota kabupaten sekitar 100 kilometer, memerlukan waktu tempuh sekitar dua jam. Meskipun perjalanan tersebut mungkin tampak jauh, tetapi jalan yang kini mulus dan terawat dengan baik menjadikannya perjalanan yang asyik dan patut dicoba. Bahkan, ruas jalan ini telah menjadi alternatif bagi para pelancong yang ingin menuju Gayo Lues. Ini bukti bahwa aksesibilitas menuju Lokop semakin baik dan daerah ini sedang bersiap untuk menjadi destinasi wisata yang lebih populer di masa depan.
Kunjungan ke Lokop tidak hanya tentang urusan pekerjaan, tetapi juga tentang menjelajahi kekayaan alam yang masih asri. Para kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) yang mendampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Timur melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1 Lokop untuk meninjau sejauh mana sudah implementasi Program Bereh di sekolah tersebut. Bereh merupakan program yang dicanangkan dr Taqwallah MKes saat menjabat Sekretaris Daerah Aceh pada tahun 2019, merupakan singkatan dari BErsih, Rapi, Estetis, dan Hijau.
Kepala sekolah yang hadir melihat dan berbagi pengalaman serta mengadopsi program-program terbaik di sekolah yang dikunjungi untuk diterapkan di sekolah mereka.
Para kepala sekolah tersebut tidak hanya datang untuk bekerja, tetapi juga untuk menikmati keindahan alam Lokop yang belum banyak tersentuh. Mereka tiba lebih awal sehingga memiliki waktu ekstra guna mengeksplorasi keindahan alam sekitar sebelum menjalani tugas-tugas mereka.
Keindahan alam Lokop menjadi pelengkap perjalanan mereka yang penuh makna.
Rombongan berkumpul di Simpang Gampong Beusa, Peureulak, menuju lokasi tujuan, Lokop. Sekitar dua jam perjalanan, mereka tiba di SMK Negeri 1 Lokop. Setelah perjalanan yang melelahkan, para tamu disuguhi kopi dan durian khas Lokop.
Meskipun buah durian di daerah ini lebih kecil dibandingkan dengan jenis durian lainnya, rasanya sangat manis dan dagingnya tebal. Ini adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan oleh para pencinta durian, kalah durian Ucok dari Medan.
Selain durian, Lokop juga dikenal karena buah tampoi. Tampoi merupakan buah yang cukup eksotis, mirip dengan menteng dan rambai, tetapi ukurannya lebih besar berkulit keras.
Buah ini memiliki rasa manis dan asam yang khas. Buah tampoi sangat sukar kita dapatkan karena belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat.
Selain kekayaan buah-buahan yang melimpah, Lokop juga menawarkan pengalaman menarik dengan arum jeram yang memicu adrenalin. Lokop memiliki sungai sempurna untuk uji nyali.
Arus Sungai Lokop tidak terlalu deras sehingga aman bagi mereka yang ingin mencoba arum jeram untuk pertama kalinya. Pengalaman ini akan menjadi kenangan tidak terlupakan bagi siapa saja yang mencobanya.
Keindahan Lokop tidak hanya ada di permukaan. Di bawah tanah pun, Lokop menyimpan sumber panas bumi yang menghasilkan air panas alami. Air panas ini berasal dari panas bumi atau geotermal dan menjadi salah satu daya tarik wisata alam Lokop.
Wisata air panas Lokop Serba Jadi ini masuk dalam wilayah Kampung Terujak. Air panas ini memiliki banyak manfaat kesehatan dan telah menjadi tujuan favorit wisatawan selama liburan, terutama pada hari-hari besar. Saat Lebaran misalnya, pengunjung dari berbagai daerah berduyun-duyun datang untuk menikmati kehangatan air panas tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FAISAL-ST-OKE-LAGI.jpg)