Rohingya Terdampar di Bireuen
Ditolak di Jangka & Ulee Madon Aceh Utara, Pengungsi Rohingya Akhirnya Mendarat Dini Hari & Berhasil
Tetapi akhir-akhir ini, meski mereka tetap dibantu dengan mengantar makanan dan pakaian ke kapal, tapi warga Aceh sudah mulai enggan menampung mereka
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Lokasi tersebut sekitar 4 Km dari Desa Lhok Mambang dan 3 Km arah utara Keude Geurugok pusat Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.
Kuala Aron Puntong salah satu lokasi para nelayan melaut dan juga pangkalan boat nelayan yang dikelilingi sungai kecil, tambak, dan laut.
Amatan Serambinews.com, kesepakatan perangkat desa, mereka yang awalnya tersebar di tiga desa disatukan dan ditempatkan sementara di Balai Nelayan kawasan Kuala Aron Puntong, Lapang Barat.
Para pengungsi ini dibawa dengan kendaraan pikap maupun truk Colt Diesel milik warga desa.
Mereka perempuan dan anak anak ditempatkan di balai setempat, sedangkan laki-laki berada di sekitar kawasan tersebut.
Baca juga: VIDEO Ratusan Pengungsi Rohingya Masuk Lagi Ke Gandapura Bireuen
Setiba di kawasan tersebut, puluhan warga desa berdatangan, ada yang membawa baju bekas, terutama untuk anak anak.
Sebagian lainnya membeli nasi bungkus untuk mereka. Para pengungsi yang ditempatkan langsung makan dan minum.
Selain itu, beberapa warga maupun anggota Polres membagikan baju untuk anak anak.
Sejumlah anggota Polsek Gandapura, Polres Bireuen, Kodim 0111/Bireuen maupun Koramil Gandapura dan tim lainnya terus memantau dan mengawasi.
Terungkap Lewat Bahasa Isyarat, Pengungsi Rohingya Masuk Gandapura Diturunkan dari Boat Kayu
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pengungsi Rohingya yang diketahui sedang jalan kaki dan berada di depan rumah warga kawasan Desa Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura Bireuen, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Minggu (19/11/2023) diduga turun dari boat di pantai kawasan tersebut.
Dugaan tersebut berdasarkan bahasa isyarat yang mereka sampaikan.
Baca juga: Terungkap Lewat Bahasa Isyarat, Pengungsi Rohingya Masuk Gandapura Diturunkan dari Boat Kayu
Setelah mereka turun, boat segera meninggalkan mereka, para pengungsi kemudian berjalan ke pemukiman warga yang berjarak sekitar 1 Km dari pantai.
Keuchik Lhok Mambang, Jasaun mengatakan, bahasa isyarat saat ditanyakan mereka sepertinya menyebutkan turun di laut dari sebuah boat dan mereka ke perkampungan dan singgah di rumah warga, ada juga di meunasah dan ada juga sedang berjalan di jalan desa.
"Pengungsi yang sedang jalan di jalan desa diarahkan berkumpul di depan rumah warga bersama yang lainnya," ujar Keuchik Jasaun.
Kaum Ibu Bireuen Antar Sembako untuk Pengungsi Rohingya yang Kini Ditampung di Punteut Lhokseumawe |
![]() |
---|
Pengungsi Rohingya di Gandapura Bireuen Dipindahkan ke Punteut Menggunakan Bus dan Truk |
![]() |
---|
Pj Bupati Bireuen Minta Agar Pengungsi Rohingya Bisa Ditampung 2 Hari Lagi di Lapang Barat Gandapura |
![]() |
---|
Pengungsi Rohingya di Gandapura Dipindah ke Kuala Aron Puntong, Diduga Rombongan yang 2 Kali Ditolak |
![]() |
---|
Terungkap Lewat Bahasa Isyarat, Pengungsi Rohingya Masuk Gandapura Diturunkan dari Boat Kayu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.