Kupi Beungoh

Parahnya Pasar Unggas Kita

Bercampurnya berbagai jenis unggas hidup, pembeli yang bebas memilih dan membeli unggas, baik langsung dipotong di depannya atau untuk dibawa pulang.

Editor: Yeni Hardika
FOR SERAMBINEWS.COM
Azhar Abdullah Panton, Dokter Hewan/Pemerhati Masalah Kesehatan Masyarakat. 

Masyarakat pun belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat.

Dalam berbelanja, sebagian besar masyarakat kita lebih suka menggunakan konsep “one stop shopping”.

Dalam sekali berhenti bisa membeli berbagai keperluan sekaligus, seperti membeli ikan, daging, sayuran, rempah, aneka jajanan (mie caluek, martabak, cendol dan sebagainya). Jika lelah juga bisa sekalian ngopi.

Baca juga: Skripsi dan Kegagalan Perguruan Tinggi

Sebab ditengah keriuhan pasar tradisional di Aceh, tersedia warung kopi yang siap memanjakan penikmatnya.

Ada pula yang menggunakan konsep “drive thru” dengan memanfaatkan pasar-pasar kaget dipinggir jalan.

Dengan hanya melongok dari jendela mobil atau tak harus turun dari kereta (sepeda motor) dapat membeli berbagai kebutuhan, termasuk daging unggas.

Ibu rumah tangga juga kerap membeli daging unggas dari penjaja keliling.

Kondisi ini jelas tidak sehat, karena daging unggas yang dijajakan di sembarang tempat adalah media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan kontaminan lainnya yang dapat membahayakan konsumen.

Sebagai salah satu pusat aktivitas sosial dan ekonomi, pasar yang kondisinya belum memenuhi standar kesehatan berpotensi menyebarkan berbagai jenis penyakit, baik penyakit zoonosis (penyakit hewan yang dapat menular ke manusia) maupun penyakit yang ditularkan melalui bahan pangan (food borne disease/FBD).

FBD sering berasal dari pasar unggas. Perlakuan terhadap daging/karkas yang tidak higienis dan sehat, sangat berpotensi tercemar oleh mikroba/kuman patogen atau pembusuk yang mengakibatkan berkurangnya mutu daging sehingga berisiko bagi kesehatan konsumen.

Baca juga: Teungku Bantaqiah dalam Kenangan yang Pahit

Beberapa mikroba yang kerap mencemari daging antara lain: Eschericia coli (E. Coli) yang bisa mengakibatkan diare berdarah, pembengkakan dan kelainan ginjal, kelainan syaraf dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Salmonella sp. yang dapat menyebabkan gastroenteritis, deman enteric (thypoid dan parathypoid), diare dan muntah-muntah.

Selanjutnya kuman Listeria sp. dimana Listeria monocytogenes merupakan kuman patogen penyebab wabah Listeriosis.

Kuman ini mampu bertahan pada suhu rendah dan mengakibatkan bacteriemia serta gangguan pada sistem syaraf (Usmiati, S., 2010).

Pasar Unggas Sehat

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved