Berita Banda Aceh
PT Trans Continent Peringati HUT Ke-20, Ini Pesan Ismail Rasyid
PT Trans Continent, perusahaan multimoda transport asal Indonesia, memperingati HUT Ke-20 pada, Selasa 21 November 2023 hari ini.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – PT Trans Continent, perusahaan multimoda transport asal Indonesia, memperingati HUT Ke-20 pada, Selasa 21 November 2023 hari ini.
"Alhamdulillah, kini PT Trans Continent sudah berusia 20 tahun.
Kami hanya mengadakan acara syukuran doa dan makan bersama saja di seluruh kantor PT Trans Continent, dalam rangka refleksi dan kajian kedalam untuk memperkuat team work dan soliditas untuk menghadapi tantangan kedepan yang sangat komplek.
Semoga semua akan lebih Baik kedepan - Amiin YRA,” tulis Ismail Rasyid melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Selasa (21/11/2023).
Untuk diketahui, PT Trans Continent didirikan oleh Ismail Rasyid, pengusaha asal Aceh pada tanggal 21 November 2003.
Perusahaan yang berada di bawah naungan Royal Group ini bergerak di bidang multi moda transport, logistics & supply chain, dengan bisnis utama di bidang industri pertambangan, perminyakan, energi serta perdagangan umum baik domestik maupun internasional.
Baca juga: Trans Continent Mulai Beraktivitas di Palu, Gorontalo, dan Makassar, Bagaimana di Aceh?
Saat ini PT Trans Continent memiliki 21 cabang di 15 provinsi di Indonesia, tiga di luar negeri (Australia, Filipina, Malaysia), serta memiliki jaringan kerja di lebih 80 negara.
“Hari ini kami mempunyai 365 personel. Jika satu keluarga 4 orang saja, maka keluarga besar Trans Continent sudah sekitar 1500 orang,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh tamatan tahun 1993 ini.
Ia menyatakan, keberhasilan dan pencapaian PT Trans Continent hari ini adalah merupakan usaha yang sangat maksimal dari seluruh manajemen dan karyawan.
“Saya hanya sebagai perekat dan yang mengorganisir saja. Mari kita bersyukur kepada Allah untuk segala apa yang kita dapat hari untuk keberkahan, dengan tim yang solid insya Allah akan mampu terus tumbuh dan berkembang,” papar Ismail Rasyid dalam sambutannya di depan karyawan PT Trans Continent di kantor pusat di kawasan Tebet, Jakarta Pusat.
Ismail mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam proses melakukan beberapa kajian mengenai succession planning atau perencanaan suksesi, seperti merger dengan prospek partners atau listing di pasar bursa.
“Penguasaan informasi teknologi, juga SDM yang handal dan berintegritas merupakan modal utama dalam menggerakkan organisasi bisnis,” ujarnya.
Pesan untuk Aceh
Khusus untuk Trans Continent Aceh, Ismail Rasyid memaparkan, visi dan misi yang diusungnya bertumpu pada dua hal.
Pertama, sejak Trans Continent mulai eksis sekitar 8 tahun yang lalu, Ismail Rasyid merasa ada tanggung jawab moral untuk bisa berkontribusi dalam bidang yang dia geluti, bersama dengan stackholder lainnya ikut membangun Aceh agar bisa menjadi jembatan antardaerah maupun ke luar negeri.
“Juga besar harapan bisa menyerap tenaga kerja untuk bisa mengurangi angka pengangguran,” ungkap Ismail Rasyid.
Kedua, Ismail Rasyid melihat ada peluang yang sangat besar untuk pengembangan bisnis di Aceh, karena Aceh memiliki sumber daya alam yang luar biasa.
Baca juga: Ismail Rasyid Raih Gelar Master di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Lulus Cum Laude
“Namun saat ini semua mengalir keluar begitu saja tanpa ada proses untuk mendapatkan nilai tambah dan juga belum bisa mengangkat untuk kemandirian ekonomi Aceh,” pungkas Ismail Rasyid.
Untuk diketahui, di Aceh, Ismail Rasyid sudah membangun depo dan areal perkantoran PT Trans Continent di atas lahan seluas 20 hektare di kawasan dekat Pelabuhan Malahayati Krueng Raya Aceh Besar.
Meski belum ada aktivitas rutin, Ismail Rasyid mengatakan dia akan terus merampungkan pembangunan seluruh fasilitas di depo Krueng Raya ini, sebagai wujud pengabdiannya untuk Aceh.
Selain itu, PT Trans Continent juga memiliki kantor di Jalan Teuku Umar (di samping Pasar Setui) Banda Aceh, serta juga beraktivitas di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe.
Siapa Ismail Rasyid?
Dihimpun dari berbagai berita Serambinews.com, Ismail Rasyid adalah pengusaha internasional asal Aceh dan juga pendiri sekaligus CEO Trans Continent yang bernaung dibawah bendera Royal Group.
Ismail Rasyid lahir di Matangkuli, Aceh Utara pada 3 Juli 1968.
Ia merupakan lulusan SMA Negeri 1 Lhokseumawe pada tahun 1987 yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.
Ismail Rasyid merupakan putra dari pasangan Muhammad Rasyid dan Salamah.
Ia anak kedua dari enam bersaudara.
Untuk menjadi pengusaha sukses seperti saat bukanlah hal yang mudah bagi Ismail Rasyid.
Ia berasal dari keluarga pas-pasan di pedalaman Aceh Utara, tepatnya di Matangkuli.
Ayahnya hanyalah seorang utoh (tukang bangun rumah berkontruksi kayu) dan ibunya juga bukan wanita karir.
Karena keterbatasan tersebut, Ismail Rasyid pernah melakoni beberapa pekerjaan kelas bawah untuk menambah biaya kuliahnya.
Ia pernah menjadi kernet labi-labi jurusan Pasar Aceh-Lhoknga.
Baca juga: VIDEO - Trans Continent Impor Kompresor Gas dari Singapura ke PGE Via Pelabuhan Krueng Geukueh
Saat itu Ismail Rasyid dikenal luas di kalangan para sopir dan kernet jurusan lainnya, termasuk para awak angkot jurusan Pasar Aceh – Darussalam.
Selain menjadi kernet labi-labi di sela-sela kuliah, Ismail juga melakoni bisnis untuk menopang kehidupannya.
Pada saat acara Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) dihelat di Blang Padang, Banda Aceh, Ismail tidak membuang-buang waktunya hanya sekadar menjadi penonton di event tersebut.
Dengan kegigihannya, ia berangkat ke Takengon untuk membeli buah-buahan dari agen di sana.
Buah itu kemudian dijual kembali oleh Ismail Rasyid di acara PKA.
Lulus dari Universitas Syiah Kuala pada tahun 1993, Ismail Rasyid pulang ke kampung halamannya dan mencari pekerjaan di sana.
Karena kondisi Aceh yang karut marut lantaran konflik bersenjata saat itu, Ismail tak kunjung mendapatkan pekerjaan.
Hal ini kemudian membuat Ismail Rasyid nekat merantau ke Batam.
Ismail Rasyid telah bekerja pada banyak perusahaan, dengan jabatan yang beragam di berbagai kota.
Seperti, Store Supervisor pada CV Oscarindo Batam Pertiwi (contractor and supplier), Team Chief pada PT Singapore Indobatam Co (manufaktur), dan Airfreight Coordinator pada PT Ritra Cargo Indonesia.
Ia juga pernah menjadi Branch Manager PT Citylink Transindo International, Marketing Executive PT Kartika Nusantara (shipping lines and export-import and trading), serta Branch Manager PT Megatrindo Nusantara Abadi (international freight forwarder and logistics service).
Baca juga: Bertemu Menteri Transportasi Malaysia, Ismail Rasyid Bahas Rencana Pembukaan Trans Continent Sdn Bhd
Sebelum mendirikan Trans Continent, Ismail Rasyid juga pernah menjadi General Manager PT Nusantara Abadi, General Manager PT C&P Logistics Indonesia, dan Managing Director PT C&P Logistics Indonesia.
Setelah cukup menimba ilmu dan menciptakan relasi bisnis, pada tahun 2003 Ismail Rasyid mendirikan PT Trans Continent di bawah naungan Royal Group.
Dengan jaringan yang dimilikinya, Ismail Rasyid semakin yakin untuk mewujudkan cita-citanya menjadi jembatan bagi Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Ia pun tak ragu memasang tagline “bridging Indonesia to the world” pada perusahaan yang didirikannya 19 tahun lalu.(*)
2 Warga Aceh di Malaysia Jatuh dari Lantai 39, Insyaallah Jenazah Dipulangkan Hari Ini |
![]() |
---|
Ombudsman Aceh Ingatkan Pejabat Jangan Masuk Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Lewat Jalur Ilegal |
![]() |
---|
Ombudsman Panggil dan Periksa Kepala Sekolah Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar |
![]() |
---|
Satreskrim Polresta Banda Aceh Ringkus IRT Penadah Sepmor Curian |
![]() |
---|
Angkut Kayu tanpa Dokumen, Petani Asal Seulimuem Ditangkap Satreskrim Polresta Banda Aceh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.