Hancurkan RS Indonesia di Gaza, MER-C Dorong Pemerintah Seret Israel ke Pengadilan Internasional

Hancurkan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, MER-C dorong Pemerintah Indonesia seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
IST/KOLASE SERAMBINEWS.COM
Hancurkan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, MER-C dorong Pemerintah Indonesia seret Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). 

Untuk saat ini, Haq dan rekan-rekannya sedang mempertimbangkan situasi mereka sambil mencari cara terbaik untuk membantu masyarakat Gaza.

Baca juga: Media Israel Sebut HAMAS Menang dan Berhasil Hentikan Perang di Gaza

Cerita Relawan MER-C di RS Indonesia Gaza

Relawan MER-C Indonesia mengungkapkan, lebih memilih tinggal bersama pasien ketimbang mengungsi. 

Hal itu diceritakan salah seorang relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq saat di RS Indonesia Gaza bersama temannya Reza Aldilla Kurniawan dan Farid Zazabil Al Ayubi.

Dia bercerita, ketika tank dan pasukan Israel mengepung Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza utara pekan lalu, pekerja medis sukarelawan hanya dihadapkan dua pilihan.

Pilihan tersebut yakni mengungsi ke tempat yang aman atau tinggal bersama pasiennya.

Namun dia bersama dua temannya yang lain dari Indonesia memilih untuk tetap tinggal sampai militer Israel memaksa mereka pergi.

"Kami dievakuasi melalui jalur yang digunakan Palang Merah Internasional dengan izin tentara Israel," kata Haq dilansir dari Al Jazeera, Senin.

"Ada tiga kali evakuasi pada hari Senin, Selasa dan Rabu, dan kami dievakuasi terakhir karena kami memprioritaskan korban luka yang berada di RS Indonesia," tambahnya.

Relawan MER-C Indonesia itu mengatakan, pasukan Israel juga dengan sengaja menghancurkan satu-satunya generator yang berfungsi di rumah sakit yang didanai Indonesia dengan membakarnya.

Peristiwa itu juga merenggut nyawa 12 orang dengan penembakan tanpa pandang bulu di lantai pertama, kedua dan ketiga gedung RS Indonesia di Gaza.

"Sebelum kami dievakuasi, serangan semakin parah, jam demi jam," kata Haq yang tidak dapat berkomunikasi selama beberapa minggu hingga dievakuasi ke Khan Younis.

Dia mengatakan, mereka kini mendapat makanan yang cukup setelah bertahan selama berhari-hari kekurangan makanan dan air di RS Indonesia yang terkepung.

"Alhamdulillah, kami punya cukup makanan di sini sekarang dan ada orang yang menjual perbekalan di sekitar Rumah Sakit Eropa di Khan Younis," kata Haq.

"Kami makan kentang goreng, terong goreng, dan paprika goreng. Kadang-kadang kami bisa mendapatkan nasi dengan sedikit daging, dan kadang-kadang kami makan makanan lokal seperti roti dan hummus," tambahnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved