Rabu, 6 Mei 2026

Opini

Pengetahuan dan Keberanian Melawan Korupsi

bagaimana sekolah mencegah praktik curang juga bisa memberikan wawasan kepada peserta didik bahwa pencegahan penting dalam membentuk habituasi perilak

Tayang:
Editor: mufti
IST
Bisma Yadhi Putra, Manager Riset Aceh Institute 

Alhasil, kemampuan instalasi itu pun rendah. Instalasi yang seharusnya bisa mengucurkan 100 liter air per hari dan bertahan 10 tahun, alhasil hanya mampu memberi 40 liter per hari kepada warga dan cuma berdaya tahan selama 5 tahun. Demi menutupi kecurangan ini, kontraktor kemudian menyuap pihak-pihak tertentu. Dari empat pihak dalam struktur itu, sudah jelas yang rugi adalah warga.

Dengan memahami dampak korupsi, muncul perasaan cemas akan terjadinya praktik tersebut. Kecemasan inilah yang kemudian menggerakkan orang-orang untuk mencegah korupsi terjadi. Salah satu strategi pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menyingkap indikasi korupsi sedini mungkin. Pengungkapan cepat ini bertujuan untuk mencegah berlanjutnya praktik korupsi yang baru dimulai.

Tentu saja, pengungkapan dilakukan lewat cara yang dibenarkan hukum, yakni menyampaikan laporan kepada lembaga-lembaga berwenang seperti kepolisian, Inspektorat, atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam cara lain yang lebih mudah, warga bisa menyampaikan laporan lewat aplikasi SP4N LAPOR!

Belajar melawan

Pertanyaannya: bagaimana mencegah korupsi sebelum itu terjadi dan dampaknya harus ditanggung? Caranya adalah mengantongi dokumen perencanaan atau cetak biru program pembangunan.

Masyarakat harus berani meminta dokumen-dokumen pembangunan kepada pemerintah. Upaya ini bisa dilakukan dengan berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat yang telah kompeten dalam aksi-aksi antikorupsi.

Kerja sama ini penting mengingat pembacaan terhadap dokumen anggaran pembangunan memerlukan pengetahuan yang spesifik. Warga desa yang cuma punya dokumen tetapi tak bisa memahami seluk-beluk angka-angka yang tertera di situ hanya akan kebingungan. Ketidakpahaman ini sudah tentu membuat mereka tak bisa menganalisis dokumen untuk mencari indikasi korupsi atau penyalahgunaan anggaran publik. Di Aceh, ada beberapa lembaga swadaya masyarakat yang cakap dalam urusan analisis anggaran.

Korupsi dilakukan dengan melibatkan pengetahuan. Oleh karenanya, pencegahan dan pemberantasan korupsi pun memerlukan pengetahuan. Penentang korupsi harus lebih cerdas daripada pelaku korupsi. Kalau koruptor punya 50 cara untuk korupsi, masyarakat harus punya 100 cara untuk menggagalkan kejahatan luar biasa itu.

Kemampuan mencegah korupsi hanya bisa dilakukan kalau masyarakat sudah memahami dalam tiga hal. Pertama, paham tentang bentuk-bentuk korupsi. Kedua, paham tentang dampak buruk korupsi bagi khalayak. Ketiga, paham cara membaca dokumen anggaran untuk menemukan, mencegah, dan mengungkap praktik korupsi. Setiap perlawanan butuh pengetahuan! Artikel ini terpilih sebagai juara 1 lomba Karya Tulis Opini Disbudpar Aceh Bersama Kejaksaan Tinggi Aceh melalui kegiatan Gelar Seni Budaya Aceh dalam rangka memperingati HAKORDIA 2023.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved