Kupi Beungoh

Nasehat itu Bernama Tsunami

Apa yang salah dengan negeri ini? Perlukah Allah mengirim nasihat yang lebih ngeri lagi? Tidak cukup Tsunami yang telah terjadi.

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Kapan berhenti? Berhenti waktu Azan Shalat Subuh berkumandang di Mesjid Raya Baiturrahman. Semua suara hilang, menjadi sunyi, senyap, suara angin pun seperti hilang.

Pagi itu saya keluar hendak ke Asrama haji, sampai disana banyak orang sudah berkumpul hendak mengantar jama'ah haji yang berangkat tanggal 26 Desember 2004.

Baru memasuki halaman asrama haji, tiba-tiba lewat di atas kepala kami sekelompok burung berwarna hitam dari arah laut melewati asrama haji dalam keadaan terburu-buru.

Tidak lama kemudian, bumi pun berguncang dengan pelan, kemudian berguncang lagi dengan sangat kuat.

Kuatnya goncangan membuat setiap orang yang berdiri bisa terjatuh, sehingga orang-orang mengambil posisi duduk dan tidur sambil berzikir.

Gedung asrama haji tempat kami berada meliuk ke sana-kemari seperti pohon diterpa angin, nampak itu gedung mau terbelah menjadi dua.

Wikipedia mencatat Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 yang terjadi pada pukul 07:58:53 WIB hari Minggu, 26 Desember 2004.

Episentrumnya terletak di lepas Pantai Barat Sumatra, Indonesia. Guncangan Gempa tersebut berskala 9.1–9.3 dalam Skala kekuatan momen dan IX dalam Skala intensitas Mercalli. demikian Wikipedia mencatat.

Sedang melihat gedung Asrama Haji terguncang seperti hendak terbelah dan runtuh, masih dalam keadaan gempa, tiba-tiba dari pintu gerbang asrama haji nampak orang-orang berlari terbirit-birit dengan berbagai keadaan ke arah Asrama Haji, sambil berteriak: "air laut naik, air laut naik".

Saya dan orang-orang yang berdiri di halaman Asrama Haji bingung tidak mengerti apa maksudnya.

Tanpa sempat berfikir panjang dari jauh nampak sesuatu yang hitam, tinggi menjulang, setinggi pohon kelapa menuju Asrama Haji tempat kami berdiri.

Masih dalam keadaan bingung, orang-orang ikut berlarian tidak jelas arah dan tujuan, berlari ke sana kemari berusaha menyelamatkan diri, saya pikir ini kiamat.

Orang-orang baru menyadari itu ombak dari laut, setelah ombak itu pecah menghantam pagar dan dinding gedung asrama haji.

Bagaimana itu bisa terjadi? jika diukur jarak antara Asrama Haji dengan laut itu kira-kira 2 KM jaraknya sangat jauh dari pantai,  namun hari itu ombak laut itu sampai ke Asrama haji. Sangat mengerikan.

Ombak yang pecah itu mengenangi Asrama Haji menenggelamkan siapa saja, apa saja yang ia temui.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved