Kupi Beungoh

Nasehat itu Bernama Tsunami

Apa yang salah dengan negeri ini? Perlukah Allah mengirim nasihat yang lebih ngeri lagi? Tidak cukup Tsunami yang telah terjadi.

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Ada yang sempat menyelamatkan diri dengan Allah gerakan langkah untuk naik ke lantai 2 Asrama Haji, yang tidak sempat naik ke lantai 2 masih di lantai 1 gedung, mereka ikut tenggelam dan dibawa arus, karena air yang menggenangi Asrama Haji mencapai 1 lantai gedung setinggi 4 M.

Yang bersembunyi di balek tembok, ikut hanyut atau terjepit tembok yang roboh diterjang ombak. Ada 3 kali ombak besar menghantam Asrama Haji,  Ombak Sunami yang ke 2 dan ombak yang ke 3,  jauh lebih kuat dan lebih besar.

Dari atas sambungan tiang dengan tiang gedung kami duduk,  saya dan suami menyaksikan satu persatu orang di halaman Asrama Haji di bawa arus Sunami lalu meninggal, ada yang bayi ada yang tua ada yang muda, meski sudah berpegangan pada tiang, karena arusnya sangat kuat, mereka jatuh satu persatu lalu tenggelam, ada yang bersembunyi di balek tembok, tembok itu roboh menimpa orang-orang yang bersembunyi dibaliknya lalu mereka tenggelam.

Ketika ombak yang ke-3  menerjang Asrama Haji korban semakin banyak, mulai dari pengunjung yang hendak mengantar jama'ah haji maupun jama'ah haji itu sendiri yang hendak berangkat hampir sebagian besar menjadi korban.

Tidak ada yang bisa menolong pada waktu itu, masing-masing hanya bisa menunggu takdir dan mengharap keajaiban dan pertolongan Allah SWT.

Menjelang jam 11siang air sudah mulai surut, tinggal selutut mayat-mayat mulai diangkat ke dalam mesjid, sampai mesjid Asrama Haji itu penuh dengan mayat, sebagian besar lainnya masih tergeletak di halaman tidak sanggup lagi diangkat, karena jumlah mayat sangat banyak, dibanding dengan orang yang selamat.

Melihat gedung tempat kami berdiri   mulai bergoyang, baru kami sadar ternyata ada banyak orang berada di atas atap Asrama Haji dan orang-orang yang bergantung di jendela-jendela menyelamatkan diri. Ada yang terluka, ada yang berdarah-darah. 

Karena sangat banyak orang disana, khawatir gedungnya runtuh kami pindah ke atap rumah di belakang asrama. Gempa susulan terus terjadi, diatas atap kami susah berpegangan kami takut jatuh ke air, pelan-pelan dari atap rumah tersebut kami pindah ke rumah yang lain yang lebih tinggi.

Jam 12 siang air laut sudah surut tinggal semata kaki, kami turun hendak pulang, baru menginjak tanah di jalan yang kami lewati ternyata banyak mayat-mayat di sepanjang jalan masih di dalam air, itu terasa dikaki kami ketika berjalan pulang.

Sampai di depan Asrama Haji nampak tumpukan sampah dan mayat yang menggunung, gedung-gedung, perkampungan padat di depan Asrama Haji hilang di sapu ombak dan di bawa ke laut. 

Bersih, sehingga kita bisa melihat laut itu sekarang menjadi sangat dekat seperti di depan mata. Laut yang tadinya hanya bisa kita lihat dengan berjalan sejauh 2 KM ke pinggir pantai, hari ini sudah dapat dilihat dari depan Asrama Haji.

Belum sampai ke rumah, kami dapat kabar  bahwa semua kampung di sepanjang pinggir pantai habis disapu ombak, hanya sedikit yang selamat sebagian besar meninggal dan hilang di bawa ombak ke laut.

"....dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian (ini). (Q.S. Muhammad: 38)

Apakah ini tidak bisa menjadi nasehat buat setiap diri? Sebelum Allah ganti dengan kaum yang lebih baik.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maaidah: 54)

 

*) PENULIS Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved