Opini
Nama-nama Bulan Rajab
Bulan Rajab dinamakan juga Al-‘Asham. Dalam kitabnya Ash-Shihhah, Al-Jauhari berkata, “Orang-orang Jahiliyyah menamakan Rajab dengan Syahrullah Al-Ash
Oleh: Dr Tgk Muhammad Yusran Hadi Lc MA, dosen Fiqh dan Ushul Fiqh Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Ar-Raniry
BULAN Rajab memiliki banyak nama. Ini dikarenakan bulan Rajab memiliki keagungan dan kemuliaan dalam pandangan orang-orang Arab sejak dulu sebelum datang Islam, bahkan setelah datang Islam.
Di dalam kitabnya “Tabyiinul ‘Ajab bimaa Warada Fii Syahri Rajab”, Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (wafat 852 H) rahimahullah menyebutkan nama-nama bulan Rajab sebanyak delapan belas nama.
Imam Ibnu Hajar menukilkan perkataan Ibnu Dihyah: "Ibnu Dihyah berkata, “Rajab mempunyai delapan belas nama:
Pertama: Rajab (agung), karena ia diagungkan pada masa Jahiliyah.
Kedua: Al-Asham (tuli), karena ia tidak ada terdengar padanya gemerincing senjata.
Ketiga: Al-Ashab (berlimpah), karena dulunya mereka mengatakan: "Sesungguhnya rahmat dicurahkan pada bulan Rajab.
Keempat: Rajam (lemparan batu), karena setan-setan dirajam padanya.
Kelima: Asy-Syahrul Haram (bulan Haram)
Keenam: Al-Haram (agung), karena keharamannya itu sudah lama .
Ketujuh: Al-Muqim (yang menetap), karena keharamannya itu tetap.
Kedelapan: Al-Mu’alla (yang ditinggikan), karena dia tinggi di sisi mereka.
Kesembilan: Al-Fardu (tunggal), dan ini nama syar’i.
Kesepuluh: Munashilul Asinnah (kepala tombak atau mata tombak), disebutkan oleh Imam Al-Bukhari, dari Abi Raja’ Al-‘Athaaridi.
Baca juga: Ini Bacaan Surat Al Kahfi Ayat 1-10, Simak Keutamaan Membacanya pada Hari Jumat Bulan Rajab
Kesebelas: Munshilul Aali (jawaban) maknanya menjawab. Nama ini terdapat dalam syair Al-A’syi.
| Bencana yang tak Datang “Tiba-Tiba”, Cermin Gagalnya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Pemerintah |
|
|---|
| Pelajaran dari “Sabotase Baut Jembatan” |
|
|---|
| Keterbukaan Kawasan Strategis Regional: Pilar Pembangunan Ekonomi Aceh di Pentas Global |
|
|---|
| Banjir dan Longsor, Cermin Rapuhnya Relasi Manusia-Alam |
|
|---|
| Bur Ni Telong Perlu Diwaspadai, bukan Ditakuti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ustaz-Dr-Tgk-Muhammad-Yusran-Hadi-Lc-MA.jpg)