Opini
Nama-nama Bulan Rajab
Bulan Rajab dinamakan juga Al-‘Asham. Dalam kitabnya Ash-Shihhah, Al-Jauhari berkata, “Orang-orang Jahiliyyah menamakan Rajab dengan Syahrullah Al-Ash
Imam Ibnu Rajab Al-Hambali (wafat 795 H) rahimahullah berkata, "Perkataan Nabi shallahu 'alaihi wa sallam "Dan Rajab Mudhar" dinamakan bulan Rajab dengan nama Rajab karena bulan ini yurajjab, maknanya diagungkan.
Demikian perkataan Imam Al-Ashma'i, Imam Al-Mufaddhal, dan imam Al-Farra'. Ada juga yang berpendapat, 'Karena pada bulan Rajab para malaikat mengagungkan Allah dengan tasbih dan tahmid. Ada hadits yang menyatakan demikian namun haditsnya palsu.
Adapun disandarkan bulan Rajab kepada Mudhar, maka ada yang berpendapat karena kabilah Mudhar lebih mengagungkan dan menghormati bulan Rajab, maka disandarkan kepada mereka.
Ada juga yang berpendapat bahwa kabilah Rabi'ah mengagungkan bulan Ramadhan dan kabilah Mudhar mengagungkan bulan Rajab.
Oleh karena itu, beliau menamakan Rajab Mudhar. Beliau menguatkan hal itu dengan perkataan "yang berada antara bulan Jumada dan Sya'ban"." (Lathaif Al-Ma'arif: 149).
Imam Ibnu Rajab juga berkata, "Sebagian ulama menyebutkan bahwa bulan Rajab memiliki empat belas nama, yaitu: Syahrullah, Rajab, Rajab Mudhar, Munashilul Asinnah, Al-Asham, Al-Ashab, Munaffis, Muthahhir, Mu'alla, Muqim, Haram, Muqasyqasy, Mubri', dan Fard.
Sebagian ulama lain menyebutkan bahwa bulan Rajab memiliki tujuh belas nama. Mereka menambahkan nama Rajm, Munshilul Alah, dan munziul Asinnah." (Lathaif Al-Ma'arif: 149).
Imam Al-Munawi berkata dalam kitabnya “At-Taisir bi Syarhi Al-Jami’ Ash-Shaghir”: "Rajab dinamakan dengan Al-Asham karena mereka (orang-orang Arab Jahiliyyah) menahan diri dari peperangan, maka tidak terdengar padanya suara senjata.”
Syaikh Abu Bakar Ad-Dimyathi al-Bakari berkata, “Bulan Rajab dinamakan dengan Al-Ashab karena tercurahnya kebaikan padanya. Dan dinamakan dengan Al-Asham karena tidak mendengar gemerincing senjata padanya.
Dan dinamakan dengan Ar-rajam karena merajam musuh-musuh dan setan-setan sehingga tidak menyakiti para wali dan orang-orang shalih.” (I’anatut Thalibin: 2/454).
Demikianlah penjelasan para ulama mengenai makna bulan Rajab dan nama-nama lain dari bulan Rajab serta sebab penamaannya.
Penamaan bulan Rajab dengan nama yang banyak menunjukkan keagungan bulan Rajab dalam masyarakat Arab Jahiliyyah yaitu sebelum datang Islam.
Dalam sebuah ungkapan orang Arab dikatakan: "Katsratul asma' tadullu 'ala syarafil musamma" Artinya: “Banyaknya nama menunjukkan atas mulianya yang diberi nama”.
Adapun ketika datang Islam, maka Islam mengagungkannya sebagai salah bulan haram yang empat yang disebutkan dalam Al-Qur'an dalam surat At-Taubah ayat 36 yang dijelaskan oleh Nabi shallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram.
Karena keagungan bulan-bulan Haram ini, maka para ulama sepakat mengatakan bahwa dianjurkan memperbanyak amal shalih pada bulan-bulan Haram termasuk bulan Rajab.
| Masa Depan Pertanian Aceh Pascabanjir |
|
|---|
| Transformasi Digital dan Stabilitas Makroekonomi Mesin Penggerak Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Polri sebagai Penopang Harapan di Tengah Bencana |
|
|---|
| Belajar Sabar dari Aceh yang Terluka |
|
|---|
| Saat Pemimpin tak Hadir di Tengah Bencana: Dilema Etika Antara Hak Personal & Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ustaz-Dr-Tgk-Muhammad-Yusran-Hadi-Lc-MA.jpg)