Berita Aceh Tamiang
Merasa Diperalat, Petani Protes Sistem Perhutanan Sosial yang Dibangun di Tenggulun
Petani di Tenggulun, Aceh Taming melakukan protes terhadap program perhutanan sosial yang sudah berjalan sepuluh tahun.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Petani di Tenggulun, Aceh Taming melakukan protes terhadap program perhutanan sosial yang sudah berjalan sepuluh tahun.
Puncak protes ini dilakukan petani dengan mengusir kunjungan sebuah organisasi besama KPH III Wilayah Langsa ke Tenggulun, Jumat (19/1/2024) kemarin.
“Kami merasa diperalat, mereka mengambil untung dengan menjual program kami kepada pihak asing,” kata Joni, salah satu petani yang ikut program perhutanan sosial, Sabtu (20/1/2024).
Joni mengatakan, sepuluh tahun lalu petani di Tenggulun difasilitasi Forum Konvervasi Leuser (FKL) untuk merintis program perhutanan sosial.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Aceh Berpotensi Terjadi Hujan, Warga Diminta Tetap Waspada
Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang dibangun di kawasan hutan oleh masyarakat sekitar.
“Katanya kami akan dibimbing, nyatanya mereka hanya menjual program kami kepada piak asing, mereka terus mendapat untung dari asing,” kata Joni.
Joni mengatakan kemarahan ini akhirnya memuncak ketika rombongan FKL didampingi KPH III Wilayah Langsa melakiukan kunjungamn ke Tenggulun, Jumat (19/1/2024) siang.
Baca juga: Sebanyak 1.361 Pengawas Tempat Pemungutan Suara Lulus Seleksi Wawancara, Disarankan Tes Urine
Petani awalnya ingin memanfaatkan kunjungan itu untuk menanyakan kelanjutan perhutanan sosial, namun tidak mendapat jawaban.
Terpisah, Kepala KPH III Wilayah Langsa, Fajri ketika dikonfirmasi membenarkan tentang reaksi protes warga terhadap FKL. “Kebetulan saat kejadian itu, saya di lokasi, di depan mata saya,” kata Fajri.
Fajri menilai kemarahan petani ini akibat salah paham dan adanya provokasi dari pihak lain.
Dia pun menilai terlalu berlebihan bila disampaikan pihak yang marah merupakan kelompok petani.
“Cuma satu orang, bukan massa,” kata dia. (mad)
Baca juga: RSUDYA Tapaktuan Siap Beri Layanan Konsultasi Jiwa Untuk Caleg Gagal
| Tragis, Seekor Kera di Aceh Tamiang Muncul dengan Kondisi Lengan Hanya Menyisakan Tulang |
|
|---|
| Harga Laptop di Aceh Tamiang Merangkak Naik, Toko Tahan Pesanan |
|
|---|
| Mengulik Efek Kenaikan BBM Nonsubsidi di Aceh Tamiang, Antara Stabilitas Stok & Kekhawatiran Ekonomi |
|
|---|
| Pemkab Aceh Tamiang Serahkan Data Korban Banjir ke Kemensos, Sasar Pemulihan Ekonomi |
|
|---|
| 163 KK Warga Lubuksidup Aceh Tamiang Pindah ke Huntara, Begini Prosesnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penertiban-kebun-sawit-di-tenggulun.jpg)