Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

500 Huntap untuk Korban Banjir Aceh Tamiang Segera Rampung

“Kami terus mendorong penyelesaian administrasi agar pembangunan tidak tertunda sambil menunggu legalisasi lahan selesai,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
HUNTAP - Pembangunan 500 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (2/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan 500 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan kemajuan signifikan.
  • Program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dikoordinasikan Satgas PRR Aceh itu kini memasuki tahap penting dengan dilaksanakannya verifikasi dan pengundian tahap pertama untuk 200 unit rumah.
  • Kegiatan yang berlangsung di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Selasa (2/6/2026), berjalan lancar dan mendapat sambutan positif 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG – Pembangunan 500 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dikoordinasikan Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh itu kini memasuki tahap penting dengan dilaksanakannya verifikasi dan pengundian tahap pertama untuk 200 unit rumah.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Selasa (2/6/2026), berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat calon penerima manfaat.

Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan pembangunan huntap merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Dalam rapat percepatan bersama Koordinator Galapana DPR RI, kata Safrizal, sebanyak 37 dari 40 lokasi huntap komunal di Aceh Tamiang telah dinyatakan siap dibangun. Sementara tiga lokasi lainnya masih menunggu proses pelepasan lahan hak guna usaha (HGU).

“Kami terus mendorong penyelesaian administrasi agar pembangunan tidak tertunda sambil menunggu legalisasi lahan selesai,” ujarnya.

Baca juga: Satgas PRR dan DPR RI Kebut Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang

Safrizal menegaskan penentuan lokasi huntap dilakukan melalui berbagai kajian, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya hingga risiko kebencanaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan permukiman yang dibangun aman dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Di Desa Tanjung Seumantoh, pembangunan 500 unit huntap hasil kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus berjalan. Program tersebut menjadi salah satu proyek strategis pemulihan pascabencana yang mendapat dukungan penuh dari Satgas PRR.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, mengatakan pembangunan huntap merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat korban bencana.

“Pembangunan huntap ini tidak hanya menghadirkan rumah baru, tetapi juga memberikan kepastian masa depan bagi ratusan keluarga yang selama ini tinggal di hunian sementara,” katanya.

Menurut Syuibun, proses pengundian rumah dilakukan secara terbuka dan transparan guna menjamin keadilan bagi seluruh calon penerima manfaat. Mekanisme tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menjunjung prinsip akuntabilitas.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan huntap tersebut.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang tidak dibatasi oleh perbedaan agama, suku maupun golongan demi menghadirkan hunian layak bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved