Jumat, 10 April 2026

Jurnalisme Warga

Mendalami Pengetahuan Pendidikan pada Konferensi Internasional di UBBG

Hal itu saya sarankan karena  seminar internasional ini mungkin ke depannya akan dapat mengubah ‘mindset’ atau pola pikir mahasiswa/mahasiswi UBBG ata

Editor: mufti
IST
Anisa Tari 

ANISA TARI, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Anggota UKM Jurnalistik Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

International Conference on Education Science Technology and Health, disingkat Iconesth, adalah kegiatan seminar internasional yang melibatkan pembicara hebat dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Hungaria, United States, Malaysia, Thailand, dan beberapa di antaranya dari Indonesia.

Seminar Iconesth sengaja diselenggarakan oleh salah satu kampus swasta unggulan di Provinsi Aceh, tepatnya di Kota Banda Aceh, yakni Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), tempat saya kuliah.

Tujuan diselenggarakannya seminar internasional ini oleh (UBBG) ialah untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan mempromosikan penelitian dalam skala internasional.

Acara ini berlangsung tiga hari, 12—14 Desember 2023 di Planery Hall UBBG Banda Aceh.

Dampak baik yang dapat dipetik dari kegiatan ini sangat banyak. Antara lain, terwujudnya suasana akademik dalam mewujudkan visi misi UBBG yang unggul dan berdaya saing di tingkat global, juga visi misi pendidikan Indonesia, sehingga negara ini dapat terus berkiprah di kancah internasional.

Dalam seminar ini beberapa materi  sengaja dirancang untuk memperkenalkan bagaimana pendidikan yang ada di Indonesia, tepatnya yang ada di Aceh. Saya sendiri sebagai peserta dari seminar internasional ini banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru dari pemateri-pemateri hebat dari berbagai negara.

Misalnya, mengenai perkembangan, penelitian, pembaruan, serta riset-riset dari pakar bidang tertentu yang membahas tentang sains, teknologi, dan kesehatan.

Tiga dari materi yang telah dibahas oleh pakar dari mancanegara itu tentu sangat berguna dan berdampak di masa yang akan datang. Ketiga materi tersebut tentu ada keterkaitan dengan tantangan global yang terus terjadi di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Terkait materi sains yang dijelaskan oleh beberapa pemateri luar negeri, mereka menyoroti sepuluh tantangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan teknologi dalam manufaktur kelas-atas selama 2023 dalam konferensi yang diadakan di Beijing, Tiongkok.

Daftar tantangan itu meliputi manufaktur yang dapat dikendalikan pada skala atom, dampak manufaktur robotik terhadap paradigma manufaktur masa depan, dan pengendalian secara tepat geometrid.

Berikunya adalah kinerja dalam manufaktur aditif berenergi tinggi, pembuatan bahan dan material baru berdasarkan elemen dan struktur yang berubah-ubah, serta realisasi keterampilan menyerupai manusia dalam operasi robotik.

Terkait materi teknologi yang dijelaskan oleh beberapa pemateri dari luar lainnya, yakni teknologi yang dihasilkan sebagai aplikasi atau apa pun dari ilmu pengetahuan, kemudian dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.

Pemanfaatan teknologi ini membawa banyak keuntungan bagi masyarakat, seperti kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan dan hasil produksi menjadi lebih banyak.

Dalam bidang pertanian misalnya, perkembangan teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian. Dampak globalisasi di bidang iptek berperan sangat besar, terutama bagi ekonomi. Contohnya, penggunaan pengetahuan dan teknologi asing yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas inovasi dan pertumbuhan produktivitas tenaga kerja mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved