Internasional

8 Negara Keroyok Houthi Yaman, Pasukan Koalisi Barat Targetkan 13 Lokasi

Serangan ini bertujuan untuk lebih mengganggu dan merusak kemampuan militer dari pejuang Houthi yang mereka sebut didukung oleh Iran

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/(Foto File: CENTCOM)
Pasukan Komando Pusat AS melakukan operasi melawan Houthi yang didukung Iran dari lokasi yang dirahasiakan di Timur Tengah. 

8 Negara Keroyok Houthi Yaman, Pasukan Koalisi Barat Targetkan 13 Lokasi

SERAMBINEWS.COM - Kelompok Houthi Yaman menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel yang melewati Laut Merah.

Tindakan Houthi ini sebagai bentuk membela rakyat Palestina yang dibantai oleh Zionis Israel.

Aksi Houthi ini membuat perekonomian Israel sangat terganggu.

Hanya saja, Amerika Serikat dan Inggris yang membela mati-matian anak emasnya Israel justru menyerang kelompok Houthi.

Bahkan AS dan Inggris dibantu negara lain yang berjumlah 8 negara mengeroyok kelompok Houthi Yaman.

Militer Amerika Serikat dan Inggris, yang mendapatkan dukungan dari militer Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Belanda, dan Selandia Baru, melancarkan serangan tambahan terhadap target militer di daerah yang dikuasai oleh kelompok Houthi di Yaman.

Serangan ini bertujuan untuk lebih mengganggu dan merusak kemampuan militer dari pejuang Houthi yang mereka sebut didukung oleh Iran.

Amerika dan sekutunya menuding Houthi menjadi biang kerok serangan yang merugikan dan destabilisasi terhadap kapal Amerika Serikat dan internasional yang secara sah melintasi Laut Merah

Pasukan koalisi menargetkan 13 lokasi yang terkait dengan fasilitas penyimpanan senjata yang terkubur dalam tanah, sistem dan peluncur rudal, sistem pertahanan udara, dan radar milisi Houthi.

Aksi keroyokan oleh Barat ini mengirimkan pesan jelas kepada pejuang Houthi bahwa mereka akan terus menerima konsekuensi lebih lanjut.

Baca juga: 36 Rudal AS dan Inggris Gempur Yaman, Houthi Siapkan Pembalasan: Operasi Militer Berlanjut

Jika mereka tidak mengakhiri serangan ilegal mereka terhadap kapal pengiriman internasional dan kapal angkatan laut yang melintas di Laut Merah.

"Kami tidak akan ragu untuk mempertahankan nyawa dan kelancaran perdagangan di salah satu jalur air paling kritis di dunia," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd J. Austin III, dalam pernyataan tertulis yang diunggah Departemen Pertahanan AS Minggu (3/2/2024).

Menhan Austin menyebut serangan ini terjadi sebagai respons terhadap serangan terus-menerus yang dilakukan oleh milisi Houthi terhadap kapal dagang dan militer di wilayah tersebut. 

Koalisi internasional berharap bahwa tindakan ini akan memberikan tekanan lebih lanjut untuk mengakhiri aksi provokatif Houthi dan mendukung keamanan jalur pelayaran internasional.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved