Salam

Caleg Harus Siap Terima Risiko

Sebagaimana diberitakan, sejumlah pasien yang diduga para calon anggota legislatif harus melakukan perawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, klinik,

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
ILUSTRASI -- Pasien penderita gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh 

MENJADI calon anggota legislatif tidaklah mudah. Kuota-nya amat terbatas. Untuk sekadar menjadi calon saja butuh ke-mampuan tertentu agar partai dengan segala kewenangan yang dimiliki memasukkannya ke dalam daftar pencalonan. Ada bah-kan orang yang rela membayar nilai tertentu agar partai mema-sukkannya di nomor urut teratas, meskipun kini nomor urut tak lagi menentukan.

Begitu dicalonkan oleh partai, maka dia harus berkompeti-si antar sesama dalam satu partai dan dengan kompetitor dari partai politik yang lain. Para caleg akan berjuang habis-habisan menggelontorkan waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja uang untuk berkampanye. Disinyalir banyak pula yang berupaya me-raih kursi dengan cara-cara tak pantas, termasuk lewat money politic berupa serangan fajar.

Di Banda Aceh, Aceh Besar, dan kota-kota lain seluruh Aceh sayup-sayup terdengar adanya kom-petisi dengan cara tak sehat itu. Ada yang menyerahkan paket sembako hingga uang kontan dalam jumlah yang bervariasi, an-tara Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per rumah/orang. Ten-tu, lebih banyak lainnya yang berkompetisi secara fair, sebagai esensi dari pemilihan umum yang jujur dan adil.

Ketatnya medan kompetisi membuat sebagian caleg stres jika tak terpilih. Apalagi sudah membagi-bagikan sejumlah uang, namun gagal meraih suara yang sesuai harapan. Pada tahun 2019 silam, bahkan ada yang dirawat di rumah sakit jiwa setelah gagal terpilih.

Mestinya, jika tujuannya hanya semata-mata untuk mengab-di kepada masyarakat, maka jika tidak terpilih tentu tak men-jadi soal. Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mem-berikan pengabdian. Namun, jika tujuannya mencari ‘lapangan kerja’ dan berharap bisa mengembalikan sejumlah uang yang telah dikorbankan, maka tentu punya dampak besar bagi jiwa raga yang bersangkutan.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah pasien yang diduga para calon anggota legislatif harus melakukan perawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, klinik, dan tempat-tempat praktik medis lainnya. Para pasien tersebut rata-rata dirawat selama satu malam akibat sakit kepala dan tensi darah yang naik seu-sai proses perhitungan suara.
“Mereka yang dirawat rata-rata mengalami sakit kepala dan na-iknya tensi darah, dan perawatan hanya satu malam dan setelah-nya sudah bisa pulang,” kata Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meu-laboh, dr Ilum Anam kepada Serambi, Sabtu (17/2/2024).

Dikatakan Ilum, melalui perawatan dan obat-obatan, keluhan yang dialami pasien dapat teratasi melalui tindakan medis, baik di rumah sakit klinik dan tempat-tempat praktek. Hingga kemarin, di-sebutkannya masih ada sejumlah pasien yang dirawat di IGD dan klinik. Ilum Anam menyebutkan, para pasien itu banyak yang men-jalani perawatan sejak Kamis, seusai dilakukan penghitungan su-ara. Kemungkinan karena faktor kelelahan dan beban pikiran, sehingga menyebabkan sakit dan harus menjalani perawatan. “Ru-ang khusus yang kita sediakan masih kosong dan mereka hanya dirawat sesaat saja, paling lama satu malam, dan tentunya mere-ka tak ingin diketahui akan hal tersebut,” ujarnya.

Pemerintah memang seharusnya menyediakan tempat dan perawatan ekstra bagi para caleg yang gagal terpilih dan kare-nanya harus dirawat di rumah sakit. Maklum saja, arena per-tempuran seseorang menjadi caleg begitu liar. Pemerintah lu-put membuat rambu-rambu yang memungkinkan para kontestan tidak punya celah main curang. Kalaupun ada aturan, tidak ada pengawasan yang memadai. Akhirnya, para caleg berimprovi-sasi sesuai kemampuannya masing-masing supaya terpilih, de-ngan segala cara. Oleh karena itu, mereka juga tentu sudah mengetahui segala risiko yang dihadapi.(*)

POJOK

Banyak caleg masuk rumah sakit
Semoga tak sampai ke rumah sakit jiwa

Sikap AS mendua ke Gaza
Inilah negara biang kerok sesungguhnya

Mahfud sebut MK pernah batalkan hasil pemilu curang
Itu berarti Pilpres 14 Februari 2024 bisa dibatalkan juga, Prof?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved