Rabu, 15 April 2026

Jurnalisme Warga

Seandainya Aku Seorang Aceh

Tanoh Nanggroe Aceh memang bagaikan samudra sejarah yang tidak akan pernah habis untuk saya selami. Historiografi masa kerajaan dari waktu ke waktu sa

Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
MELINDA RAKHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan IPS, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, melaporkan dari Jakarta 

Sekalipun saya tidak hidup di masa peristiwa itu terjadi, tidak ada alasan apa pun untuk melenyapkan kesadaran sejarah tersebut. Seandainya saya seorang berdarah Aceh, saya hanya meminta hadirnya kesadaran sejarah yang sebenarnya dari memori kolektif berdarah tersebut. Agar di masa depan, memori kolektif tersebut tidak lagi terulang untuk alasan apa pun. Sejarahnya tetap bersifat ‘einmalig’. Kemudian memori kolektifnya menjadi kesadaran sejarah sekaligus prasasti untuk mengenang saudara-saudara kita yang telah berpulang secara tak wajar serta banyak sekali yang hilang tanpa pusara, sembari merefleksikan diri guna menjadi manusia yang bijaksana serta sadar akan jati dirinya. Juga tidak sekali-kali melupakan sejarah, sekelam apa pun ia.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved