Rabu, 15 April 2026

Opini

Wisata Medis Berbasis Islam di Aceh: Menerapkan Persalinan Maryam dalam Pengembangan Rumah Sakit

Aceh, sebagai provinsi yang kaya akan budaya tradisi dan begitu lekat dengan syariat islam, wisata medis berbasis Islam di Aceh yang menerapkan persal

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBI INDONESIA
Devrina Maris, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala 

Oleh: dr Devrina Maris dan Dr Irwan Saputra SKep MKM

MAKA dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, "Wahai, alangkah (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapapun pada hari ini.”

Aceh, sebagai provinsi yang kaya akan budaya tradisi dan begitu lekat dengan syariat islam, wisata medis berbasis Islam di Aceh yang menerapkan persalinan Maryam dalam pengembangan rumah sakit merupakan inisiatif yang menarik dan berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat Muslim di wilayah Aceh.

Dalam konteks ini, persalinan Maryam dapat menjadi acuan yang menginspirasi pengembangan rumah sakit yang berbasis Islam di Aceh.

Apa itu metode persalinan Maryam

Metode persalinan Maryam (PM) terinspirasi dari kisah Siti Maryam dalam Al-Qur'an saat ia melahirkan putranya, Nabi Isa AS.

Metode ini menekankan persiapan psikis dan fisik ibu hamil untuk menghadapi persalinan yang disertai rasa sakit.

Dalam metode persalinan Maryam, ibu hamil dapat memilih posisi melahirkan yang dirasa aman dan nyaman, tidak terbatas pada posisi berbaring seperti dalam metode persalinan konvensional.

Persiapan psikis dan fisik sebelum persalinan sangat penting dalam metode persalinan Maryam.

Ibu hamil perlu mengurangi kecemasan dan kekhawatiran terkait rasa sakit yang mungkin timbul selama persalinan.

Baca juga: dr Zaidul Akbar Ungkap Keunggulan Persalinan Normal vs Operasi Caesar, Lebih Manfaat untuk Bayi?

Pelatihan pernapasan dan latihan fisik juga dapat membantu menghadapi kontraksi dan rasa sakit.

Selama persalinan Maryam, ibu hamil dapat memilih posisi melahirkan yang dirasa nyaman.

Banyak ibu memilih posisi duduk bersandar atau posisi lain yang membantu mengurangi rasa sakit dan memudahkan proses persalinan.

Pilihan posisi ini dapat disesuaikan dengan preferensi dan kenyamanan ibu hamil.

Penting untuk dicatat bahwa persalinan Maryam tidak berarti ibu melahirkan tanpa rasa sakit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved